Love Is Back

Love Is Back
Kesejahteraan belalai


__ADS_3

Jika sudah rindu mendera dan nafsu mengunung, tidak perduli di lantai ataupun di kasur. Kedua insan yang sudah lelah dengan pergulatan panas mereka kini hanya bisa memejamkan mata sambil memeluk.


Ando memeluk tubuh polos Olive yang masih terasa basah karena keringat, malam ini Istrinya begitu semangat untuk memimpin permainan, hingga membuat Olive kelelahan.


"Sayang, kamu sudah makan belum." Bisik Ando ditelinga Olive. Bibirnya mengecup bahu Olive yang terekpos, dan tangannya mengusap perut Olive yang menonjol dari balik selimut, sehingga bersentuhan langsung dengan kulit perut Olive.


Tidak mendapat jawaban Ando berinisiatif mengecup basah leher Olive hingga terdengar suara lenguhan kecil dari bibir Olive.


"Kkaak..." Rengek Olive saat lidah Ando menjilat daun telinganya.


"Bangun, kamu belum makan kan." Bisik Ando lagi yang masih dengan kegiatannya.


Olive yang merasa risih, karena tubuhnya sudah merasa lelah, dan tidak mau jika ada ronde selanjutnya, wanita hamil itu memilih untuk mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.


Ando tersenyum, saat melihat wajah lelah istrinya, apalagi kedua mata Olive terasa berat untuk terbuka.


"Kenapa?" Tanya Ando yang melihat bibir Olive tersenyum, tapi matanya terpejam.


"Em, mau telur dadar buatan papa." Ucap Olive dengan suara lemas.

__ADS_1


Mendengar itu tentu saja Ando merasa senang. "Mau telur berapa?" Tanya Ando balik.


Bukan tanpa alasan dirinya bertanya, melainkan karena disaat itu pernah dibuatkan satu telur mata sapi tapi kurang, giliran dibuatkan lagi katanya rasanya beda.


"Satu saja papa." Balas Olive membuat Ando merasa gemas.


"Ihh unyu kali biniku ini." Ando mencubit pipi Olive gemas, membuat wanita hamil itu cemberut.


"Ihh kak sakit." Keluhnya bohong, padahal sama sekali tidak sakit.


"Kamu tunggu disini saja." Ucapnya sambil mengecup kening Olive.


Ando hanya tersenyum dan beranjak dari tempat tidur meraih celana pendek di lantai untuk dirinya pakai.


Pria Jawa blasteran bule itu keluar kamar dengan bertelanjang dada.


Diaparteman memang hanya ada mereka berdua, karena art yang bertugas membersihkan apartemen hanya sampai sore saja.


Ando menuruti permintaan sang istri, pria itu dengan telaten membuat telur mata sapi. Sebelum hamil Ando suka membuatkan telur mata sapi setengah matang, tapi setelah Olive hamil dan tahu makanan apa yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi, Ando tidak lagi membuatkan setengah matang lagi. Meskipun mendapat protes, tapi bule Calon papa itu tidak akan membiarkan calon bayinya kenapa-kenapa.

__ADS_1


Setelah hampir lima belas menit berkutat di dapur, Ando akhirnya selesai membuatkan dua telur mata sapi, bikin satu takut kurang, jadi Ando membuatnya dua.


Ceklek


Ando membuka pintu dan melihat Olive yang terlelap, dengan berselimut membungkus tubuhnya yang polos. Wanita hamil yang kelelahan itu begitu nyenyak membuat Ando tidak tega membangunkan, tapi dirinya juga takut bayinya kelaparan.


"Sayang.."Ando membangunkan Olive tapi tidak mendapat jawaban.


"Ndut, bangun Ndut."


Plak


"Auwss, kok di geplak sih yank." Rintih Ando menyentuh pahanya yang terlihat merah bekas tangan Olive.


"Siapa yang kamu panggil gendut." Mata Olive menatap Ando tajam.


"Ya kamulah siapa_ Uuwss Olive sakit." Ando kembali memekik saat kulit pahanya di cubit Olive kuat.


"Sukurin, awas aja kalau minta jatah lagi, ngak aku kasih." Ucap Olive ketus.

__ADS_1


"Eh, kok gitu, ngak bisa dong. Demi kenyamanan dan kesejahteraan si belalai, aku rela melakukan apapun, asal jatah belalai tidak kurang." Ucap and Ando dengan wajah memelas.


__ADS_2