
Rasa kesel itu masih saja bersemayam di hati Velly dia begitu tidak Terima saat Dandi mengingatkan nya perihal sikapnya yang menurut dirinya itu benar, meskipun menghargai akan sikap Dandi yang mengingatkanya tapi tetap saja rasa kesel itu masih ada.
Hingga Sarah menasehati nya pun tidak kental begitupun dengan Tomy yang merasa tidak enak hati kepada sang menantu karna sikap putrinya yang begitu kekanak-kanakan ini.
Velly tidak mau pulang kerumah Sarah dia minta pulang ke apartemen saja tidak tahulah perasaannya sedang tidak baik hari ini.
Meski perjanjian dengan Lisa mereka akan pulang senen pagi dan pergi aktifitas dari sana namun karna adanya kejadian ini membuat Velly mengurungkan niat nya. Dia sudah gak mood lagi. Karma melihat Velly uang sperti itu akhirnya Sarah dan Tomy pun memaklumi nya dan membiarkan Velly pulang ke apartemen nya.
Setelah mengantarkan Tomy dan Sarah Dandi langsung menuju apartemen nya karna memang waktunya yang sudah mulai gelap, dna Velly pun masih saja diam dan memilih tidak berpindah tempat duduk dia tetap di belakang dna menatap jendelanya. Bahkan saat kedua orang tuanya turun pun Velly tidak mengantarkan nya membiarkan nya begitu saja sampai-sampai Tomy merasa khawatir dengan Dandi takutnya jika Velly susah sekali untuk di jinakkan. Kaya hewan saja ya,
Di tengah jalan Dandi menanyai Velly ingin makan apa karna sejak kejadian tadi Velly belum makan sama sekali. Namun jawab saja tidak Velly hanya diam saja seakan tidak ada siapapun di sana dan Dandi hanya dia anggap angin yang berbunyi. Kentut kali ah!
Hanya bisa mengusap dadanya Dandi pun membiarkan istrinya sperti itu dulu, mungkin dia butuh istirahat kali ini, akhirnya niat ingin makan itu pun di urungkan nya dan fokus untuk pulang saja. Tidak berapa lama mereka pun sampai. Setelah memarkirkan mobilnya di basman Velly turun lebih dulu dan jalan lebih dulu untuk masuk Dandi pun buru-buru mengunci mobilnya lalu menyusul sang istri.
Namun Dandi kalah cepat Velly sudah lebih dulu masuk lift. Dandi tertinggal. Setelah beberapa menit Dandi pun sampai di depan pintu apartemen nya dan langsung saja dia masuk sampai dalam dia mendengar isak tangis Velly yang begitu keras hingga ruang depan karna pintu kamar itu tidak di tutup.
Dandi pun mengumpulkan kesabaran nya untuk merayu Velly agar kembali sperti biasa lagi. Namanya juga perempuan, ada yang kuat ada juga yang lemah. Hatinya,
'' sayang, maafin Mas ya. Mas ngaku salah, tolong dong jangan kaya gini, kasihan dede bayinya lo, '' Ucap Dandi pelan sambil mendekat kearah Velly
''Huaaaa... Gak peduli! Hiks hiks '' jawab Velly
'' Sayang, gak boleh gitu lah. Ini kan anak kita, kamu gak boleh gitu ya, '' rayunya
'' Terus aja perduliin anak kamu! Gak usah perduliin aku! '' jawabnya ketus dengan isakan tangis yang membesar
'' Shuutt! Jangan keras-keras nanti tetangga denger, gak enak sayang nanti di kira aku ngapain kamu lo, '' ucap Dandi mencoba menenangkan Velly
'' Bodoamat! Gak peduli! '' jawab Velly lagi yang mencoba menghilangkan kekesalan nya
'' Bangun dulu geh, sini dengerin Mas dulu sayang. Liat Mas plis? '' rayu Dandi
''Gak mau! Mas udah gak sayang aku lagi! Aku gak suka itu! Mas tega bentak aku di depan orang banyak! Mas tega! '' oceh Velly yang masih mengingat kejadian tadi
Dandi pun menarik Velly lalu memeluk nya agar bisa menenangkan istrinya itu, Velly pun menangis di pelukan itu dengan memeluk erat suaminya. Dandi Mengusap punggung dan kepala nya Velly dan membiarkan istrinya itu mengeluarkan semua kekesalan nya.
__ADS_1
'' Maafkan ya sayang, Mas khilaf tadi. Mas cuma gak mau semua orang melihat sikap kamu yang sperti itu, kamu ini istri Mas yang harus Mas lindungi. Baik buruknya kamu itu tergantung Mas sayang, Mas gak mau kamu di kenal buruk oleh mereka. ''
'' Tapi kan gak kaya gitu caranya Mas. Akukan malu! '' ucapnya lagi dalam dekapan itu
'' Iya sayang Mas minta maaf ya, Mas gak akan ulangi lagi, tapi kamu juga jangan kaya gitu lagi ya, ''
'' Aku kan kesel, ya wajar lah kalo kaya tadi. Mas itu yang gak boleh kaya tadi lagi. Hati aku sakit tau, '' jawab Velly yang terdengar begitu egois. Dia pingin di mengerti namun tidak mau sebaliknya aneh tapi nyata, ya itulah Velly.
'' Iya sayang, iya. Ya udah sekarang kita makan ya. Kamu mau makan apa? '' tanya Dandi yang kini sedang menatap sang istri.
Namun tatapan Velly sperti tatapan menggoda, '' Eemmm, kalo makan Mas gimana? Yuk, yuk. '' Ajaknya
'' Yakin nih sekarang juga. '' Yakinkan Dandi
'' Iya, mau nggak? Kalo mau ayuk. Dede nya udah kangen pingin di tengokin lo, '' ucap Velly dengan manjanya
'' Boleh, tapi kita pesen makan dulu, ya. ''
'' Mas, '' Ucap Velly yang sudah mengerucutkan bibir nya tanda dia mau marah lagi namun Dandi tidak lagi melawan dia langsung saja ******* bibir itu dan pergulatan pun di mulai.
***
Rombongan keluarga Ayana pun sudah arah pulang kerumah, di rumah nek Lasmi dan juga bi ijah begitu khawatir dengan kondisi Ayana karna mendengar kabar itu dari Mira dan juga Arya karna keadaan yang tidak memungkinkan akhirnya nek Lasmi pun memilih menunggu kabar dari rumah. Namun selama di tinggal nek Lasmi begitu gelisah dan tidak tenang. Vano yang di tinggal dan tidak di bawa itu masih asyik masin dengan bi ijah. Yang sebenarnya bi ijah pun ikut kepikiran namun dia lebih fokus memomong anak itu yang aktifnya luar biasa. Takutnya jika lengah sedikit saja sudah hilang ntah kemana.
'' Nek, duduk dulu nek. Ini di minum dulu teh hangat nya, non Ayana pasti baik-baik saja. Tuan dan nyonya juga kan menemaninya. '' Ucap ijah yang memberikan secangkir teh panas intinya.
'' Saya masih belum tenang ijah. Kalo belum melihat langsung wajahnya di depan muka saya. Meskipun dia bukan cucu kandung saya tapi dia sudah begitu saya sayangi. '' ucap nek Lasmi yang begitu tulus.
'' Iya nek. Saya tahu itu, semoga saja non Ay, Baik-baik saja Ya Allah. Kasihanilah dia ya Allah dia gadis yang baik. '' Ucap ijah sambil berdoa.
'' Emang kakak kenapa bik? '' Tanya Vano yang mendengar doa dari Ijah anak itu kan lumayan pintar jadi begitu cepat menanggapi apa yang dia dengar.
'' Gak papa den Vano. Kakak baik-baik saja. '' Jawab bi Ijah
'' Kalo baik-baik aja kok berdoa. '' Jawab Vano lalu pergi tak mau menanggapi orang dewasa kan memang begitu, sukanya bicara yang buat penasaran eh pas di tanya gak papa. Kan nyebelin!
__ADS_1
Bi ijah pun geleng-geleng saat melihat Vano yang pergi begitu saja karna pertanyaan nya tak terjawab sempurna
tak lama kemudian terdengar suara mobil masuk halaman dan nek Lasmi pun langsung menuju pintu masuk untuk menyambut siapa yang datang. Karna harapan nya itu adalah Ayana.
Sedikit buru-buru nenek 60 tahunan itu berjalan menuju pintu diikuti ijah yang menyusul di belakang nya.
'' Pelan-pelan nek. '' peringati ijah namun nek Lasmi tak menghiraukan nya karna saking pingin ketemu dengan Ayana.
Sampai depan benar saja itu adalah Ayana dan juga mama papa nya beserta calon suami dan mertuanya.
'' Ayana... '' Teriak nek Lasmi yang langsung memeluk anak itu dengan deraian air mata
'' Iya nek. Ayana baik-baik aja, nenek gak usah khawatir ya. Ayana udah pulang. '' ucap Ayana mencoba menenangkan nenek nya
'' Alhamdulillah nak. Nenek lega sekali, akhirnya kamu selamat. '' ucap nek Lasmi yang melepaskan pelukan itu lalu memeluk nya lagi sebelum membawanya masuk kedalam.
Sekarang semuanya sudah masuk kedalam dan duduk di ruang tamu untuknrehat sejenak karna tadi mereka mengalami sesuatu yang lumayan buruk. Menghilangkan aura negatif yang mereka bawa dari tempat tadi dengan mengobrol hal asyik lainnya, Mereka berniat ingin memajukan tanggal pernikahan Ayana yang mana kedua anak itu pun mengiyakan karna memang lebih cepat lebih baik.
Setelah satu jam saling membahas kevin pun pamit pulang dengan Dewi. Setelah keputusan sudah mereka dapat.
'' Kami pulang dulu ya. Ayana kamu istirahat ya sayang. Lupakan apa yang terjadi hari ini, kamu harus memulai lagi hari kamu dengan hal yang baru. Yang negatif di buang jauh-jauh ya nak. Tetaplah berpikir positif agar kamu lebih tenang. '' Ucap Dewi menasehati snag menantu
'' Iya Bunda, Ayana usahakan. '' jawab Ayana
'' Iya sayang, pelan-pelan saja. '' Ucap Dewi lali mengusap pundak Ayana dan pamit pulang.
Kevin yang berada di belakang Dewi pun ikut pamitan.
'' Nanti kakak telpon ya, '' ucap Kevin sambil mengusap Kepala Ayana
'' Kevin pamit pulang dulu ma, pa. Nek kevin pulang dulu ya, Assalamu'alaikum. ''
'' waalaikumsalam. Hati-hati ya, ''
Setelah kepulangan Kevin dan juga Dewi nek Lasmi pun menanyakan semua kejadian yang menimpa Ayana dari awal hingga akhir sementara Ayana masuk kedalam kamarnya untuk bersih-bersih.
__ADS_1