Love Is Back

Love Is Back
episode 183 Pecel lele


__ADS_3

Setelah selesai bergelut dengan alat dapur, Velly pun segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan berhias.


Di perjalanan pulang Dandi mengingat pesanan dari istrinya di mana dia memesan minuman boba rasa coklat. Di sepanjang jalan Dandi tidak menemukan penjual itu. Dimana yang jualan itu di sini ya? Tanda tanya besar dalam benaknya. Harus bertanya kepada siapa lagi, masa iya, harus nelpon Velly. Nanti ngambek lagi cuma gara-gara nyari boba aja gak bisa.


Lama berjalan menyusuri jalanan akhirnya di seberang jalan terdapat beberapa pedagang kaki lima yang mana terlihat baner dengan tulisan yang begitu besar. Senyum Dandi pun terbit kembali setelah kekhawatiran melanda nya.


'' Mbk pesen 1 yang rasa coklat ya. '' Ucap Dandi setelah turun dari mobil dan menghampiri pedagang itu


'' Iya Mas. Tunggu sebentar ya, '' jawab pedagang itu lalu membuatkan pesanan Dandi


Tidak terlalu lama boba itu sudah terhidang dan di bungkus rapi dan di berikan kepada Dandi. Memberikan satu lembar uang berwarna biru namun Dandi tidak meminta kembalian. Meskipun pedagang itu memaksa nya karna tidak mau menerima yang bukan haknya.


'' Maaf Mas ini bukan hak saya. Tolong di terima.'' Paksa pedagang itu


'' Gini aja mbk, kasih gratis siapa yang mau beli saja, secukupnya uang itu jika mbk tidak mau, '' Ucap Dandi


'' Baiklah, trimakasih. '' Balas pedagang itu.


Setelah melakukan beberapa saat Dandi baru saja tersadar jika dia itu nyasar dan belum pernah lewat sini sebelum nya. Meskipun dia sudah lama tinggal di kota ini namun beberapa jalan belum pernah dia lewati. Pantesan saja dia menemukan jalanan yang ada pedagang kaki lima nya ternyata dia nyasar.


Dandi pun mengumpat dalam hati. Jika bukan karna istrinya mungkin Dandi sudah melawan dan menolak tidak mau menurutinya. Mengirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskan nya pelan. Mencoba membuang energi negatif yang ada di benaknya agar tidak terpancing dan marah.


Dandi pun membuka GPS di ponsel nya. Dan benar saja jarak di rumah dan di mana dia berada sekarang begitu jauh dan menempuh waktu hampir 1 jam. Melihat cuaca yang semakin gelap membuat Dandi jadi sedikit kalang kabut. Namun dia berfikir lagi jika dia terburu-buru pasti akan membahayakan dirinya sendiri.


Agar tidak salah paham Dandi pun menghubungi istrinya untuk memberi tahu jika dia sedang nyasar dan dalam perjalanan pulang.


'' Sayang, Mas lagi di jalan tapi nyasar ini. Jangan ngambek ya kalo Mas pulang agak telat. '' Dandi mengirim voice note itu kepada Velly karna beberapa kali di telpon tidak juga di angkat.


Melajukan mobilnya dengan menggunakan GPS yang menjadi panduannya kali ini.


***


Makan malam kali ini sudah berbeda, dimana Ayana sekarang sudah berada dalam lingkungan keluarga baru, keluarga Arman. Keluarga dari kevin yang menjadi suaminya saat ini.

__ADS_1


Ketiganya makan dengan begitu nikmat dan santai di iringi dengan obrolan santai yang menciptakan tawa kecil di antara mereka.


'' Jadi gimana, kalian jadi mau honeymoon nya? '' Tanya Dewi


Ayana diam dan melihat kearah Kevin,


Kevin pun yang merasa pertanyaan itu di tujukan kepada nya dia pun menjawab dengan santai.


'' Masih belum tau bun, nanti kita pikirkan lagi. '' Jawab Kevin


'' Jangan lama-lama nanti gak kerasa liburannya, mumpung masih anget kan masih kerasa momen nya, '' Ucap Dewi


'' Mungkin lain waktu aja deh bun. Kita di rumah aja, kakak juga masih sibuk di kantor, lagian aku gak begitu suka liburan juga, '' Sahut Ayana


Kevin pun tersenyum kecil dia merasa kagum atas pengertian sang istri.


Dewi pun ikut tersenyum lalu meraih tangan menantunya itu da mengusapnya.


'' Bukanya bunda terlalu memaksa. Tapi hubungan kalian itu terlalu cepat, jadi masa-masa kalian bersama itu kurang. Tapi kalo kalian belum siap buat liburan gak papa, bunda gak maksa, tapi kalian pikirkan lagi ya. '' Ucap Dewi lagi


Ayana membalas usapan tangan itu, dia merasa beruntung mendapatkan seorang mertua yang begitu mengerti dan memahami nya.


'' Iya bunda. Nanti kami pikirkan lagi '' jawab Ayana.


***


Seharian ini dua sejoli itu keasyikan menaiki beberapa wahana yang mana mnehuras banyak tenaga untuk menahan jantung dan adrenalin. Lisa dan Randy memutuskan untuk main kesalah satu tempat hiburan yang mana di sana ada beberapa wahana mennatang. Karna sifat nya keduanya itu sama mereka pun memilih dan menjajali satu persatu wahana.


Kini keduanya sedang minum berdua mereka kelaparan karna seharian bermain.


'' Kita ini udah kaya anak kecil aja ya. Udah segede ini masih aja mainan kaya tadi. '' Ucap Lisa sambil menunggu pesanan makanan nya sampai


'' Gak masalah dong, permainan itu juga gak di tunjukan hanya untuk anak kecil. Lagian hiburan sesekali boleh lah. Gak usah mikir kepanjangan. Bermain sperti anak kecil itu boleh yang gak boleh itu berpikiran sperti anak kecil padahal udah dewasa. '' Ucap Randy

__ADS_1


'' Iya juga sih. '' Balas Lisa


Hidangan yang di pesan pun sudah sampai, mereka pun segera menyantapnya karna memang sudah sangat lapar. Randy mengajak Lisa makan di warung pecel lele saja katanya yang murah meriah dan mengenyangkan. Lisa pun tidak masalah yang penting dia bisa makan.


Selama makan Lisa terlihat begitu menikmati makanan itu, Randy oun sesekali melirik dan memperhatikan si pacar nya waktu sedang makan. Terbesit rasa bangga pada gadis di hadapan nya itu. Di mana dia mau di ajak makan yang hanya di pinggiran jalan. Padahal dia tahu siapa orang tua Randy yang mana juga terkenal orang punya. Dan Lisa juga terbiasa hidup enak.


'' Enak nggak? '' Tanya Randy


'' Enak. Enak banget! '' Jawab Lisa sambil makan dengan lahap nya.


'' Kenapa kamu mau makan di sini?'' Tanya Randy


'' Karna kamu yang ngajak. ''


'' Kalo bukan aku yang ngajak? ''


'' Aku tolak! Siapa dia mau ajak-ajak aku. '' Jawab Lisa


Randy pun tertawa.


'' Maksud aku tanya itu, biasanya kan kamu makanya di tempat mewah dan mahal. Kenapa kamu mau aku ajak makan di sini? '' Ralat Randy dengan pertanyaan nya tadi


Lisa terdiam dan menatap pacarnya.


'' Karna kamu yang ngajak jadi ya aku mau. Lagian aku tu orang nya bosenan. Kalo makan ya harus ganti-ganti. Emang ada yang salah sama makanan ini kok kamu tanyanya gitu? '' Lisa lun melanjutkan makanya lagi.


'' Nggak ada sih, cuma pingin tanya aja. '' Jawab Randy


'' Makan itu soal rasa. Tempat itu nomer dua dan harga itu nomer satu. '' Jawab Lisa sambil tertawa


Randy pun ikut tertawa meskipun itu tidak lucu baginya. Tapi melihat Lisa tertawa dia sperti terhipnotis dan ingin tertawa.


__ADS_1


__ADS_2