Love Is Back

Love Is Back
Mengenang masa sekolah


__ADS_3

"Sayang hari ini aku banyak pekerjaan yang harus aku urus dengan Nathan. Maaf aku tidak bisa pulang siang." Ucap Ando yang sudah duduk di kursi makan.


Setelah acara memandikan tuan putri tanpa adegan plus-plus karena Ando tidak tega melihat goa Olive yang iritasi akibat belalainya yang tidak tahu ukuran membuatnya merasa bersalah dan kasihan.


Olive yang duduk didepan Ando hanya mengagguk, posisi mereka saling berhadapan. "Kalau begitu aku mau bertemu Ayana." Ucap Olive yang bicara sekaligus meminta ijin, itupun jika Ando peka.


"Mau ketemu dimana? jam berapa?" Tanya Ando yang mulai posesif.


Olive tersenyum mendengar pertanyaan rondom suaminya yang terkesan posesif sangat terlihat.


"Kami ingin mengenang masa-masa sekolah dulu kak." Jawab Olive jujur.


Dirinya memang sudah saling tukar kabar dan ingin bertemu disekolah mereka dulu, meskipun belum lama lulus, tapi mereka cukup merindukan kegiatan saat disekolah dulu.


"Hm, tapi ingat kamu sudah menikah jadi_"


"Lebih baik kamu mengingat sendiri jika kamu sudah menikah, dan jangan suka tebar pesona." Sinis Olive lebih dulu memotong ucapan Ando.


Jika dipikir disini yang kemungkinan akan menghadapi keektriman adalah dirinya, karena apa? karena nasib dirinya dinikahi seorang Casanova buaya seperti Ando, meskipun percaya sepenuhnya dengan Ando, tapi jika garis hidupnya mana ada yang tahu, kalau Ando akan kepincut wanita diluar sana.


"Sayang kamu itu bicara apa? aku tidak mungkin menyengsarakan kesejahteraan si Belalai." Kesal Ando yang mendengar ucapan Olive tadi.

__ADS_1


"Karena Belalai dan dirimu sama-sama penting." Lanjutnya dengan serius.


Yang benar saja akan tergoda dengan wanita diluar sana, jika belalainya hanya ingin goa premium milik Istrinya.


"Sudahlah, kenapa kamu jadi bahas belalai." Kesal Olive yang mendengar belalai terus menerus.


.


.


Sampainya dikantor Ando disambut senyum penuh bahagia dari rekannya yang berada dilantai yang sama, hanya mereka saja yang tahu tentang pernikahannya. Dari mana mereka tahu jika bukan dari Nathan karena mereka semua kini pro dengan Nathan.


Ando yang banyak mendapat ucapan selamat dari rekannya hanya bisa senyam senyum tidak jelas.


"Roman-romanya anda mendapat rezeki durian runtuh pak?" Ucap karyawan staf yang juga satu lantai dnganya.


"Kamu tau aja sih." Ucap Ando yang langsung masuk kedalam ruanganya setelah menyapa satu-persatu rekan kerjanya.


Mereka yang melihat binar bahagia di wajah Ando hanya bisa ikut tersenyum.


Ando duduk di kursi kerjanya dengan hati yang berbunga- bunga. bagaimana tidak jika menikah itu ternyata seenak ini.

__ADS_1


"Ah, Ndut. Kamu memang membuatku gila." Ucapnya yang malah mengingat istri gendutnya.


Ando mulai bekerja untuk mengurangi Otaknya yang selalu memikirkan Olive. Jika dibiarkan pasti dirinya akan gila sendiri.


"Fokus Ndo biar bisa pulang cepat." semangat 45 Ando sematkan untuk dirinya.


Sedangkan di depan gerbang sekolah terdapat dua orang gadis yang sedang tersenyum menatap bangunan tingkat didepanya.


"Mii, aku kangen sekolah kita." Ucap Olive yang terharu.


"Aku juga Ol, kalau begitu ayo kita masuk dan menyusuri lorong sekolah lagi." Ucap Ayana bersemangat.


"Yaa, aku rindu makan bekal di taman belakang." timpal Olive yang mengingat masa dulu saat tumbuhnya juga masih gendut.


Saat hendak mereka ingin masuk gerbang sekolah, suara seseorang dari belakang membuat keduanya menolah.


"Olive..!"


.


Kembang kopi sayang, author nagatuk 😭😭

__ADS_1


__ADS_2