Love Is Back

Love Is Back
episode 178 ijab kabul


__ADS_3

Suasana hotel sudah ramai ol h para panitia penyusun acara dan juga para anggota keluarga yang sudah bersiap untuk menyaksikan acara ijab kabul. Masing-masing Anggota keluarga di berikan satu kamar untuk beristirahat nanti, dan kini di kamar khusus pengantin baru itu yang masih terlihat biasa saja karna Ayana masih dalam proses makeup untuk ijab nanti.


Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi yang mana seluruh tamu undangan dan juga penghulu sudah hadir di sana tinggal menunggu sesi ijab yang sudah di nantikan oleh para tamu dan keluarga


Arman hadir dengan setelah jaz dan juga celana panjang hitam lengkap dengan sepatu, namun masih tetap duduk di kursi rodanya, begitupun dengan Arya besanya yang mengenakan pakaian senada. Sementara para istri mereka menggunakan kebaya modern dengan sanggul di kepala nya.


Mempelai wanita pun di jemput keluar dengan diiringi oleh penata rias dan juga Lisa, Velly tidak mengiringi karna dia lagi hamil, tidak boleh banyak gerak juga. Takut jika kelelahan akan bahaya dengan janinnya makanya Velly hanya di atur untuk banyak duduk dan mengurangi gerak.


Setelah semua siap ijab kabul oun di mulai dengan banyaknya presepsi yang di utarakan oleh penghulu, dan akhirnya suara ijab itu terdengar begitu lantang dan dalam satu tarikan nafas.


'' SAH....!!! '' Semua saksi mengutarakan nya dengan tegas dan kata alhamdulillah pun mengudara


Tinggalah bacaan doa, dan pemakaian maskawin dan juga pemberian buku nikah oleh pak penghulu. Tak lupa juga mencium punggung tangan sang suami


Ucapan demi ucapan oun di utarakan oleh para tamu undangan, rasa bahagia dan haru itu jadi satu, Ayana begitu bahagia meskipun di usianya yang masih muda harus menikah, meski begitu dia merasa begitu senang karna dia menikahi sosok laki-laki yang dia sayangi.


Begitupun dengan Kevin yang kini merasa lega dan tinggal tanggungjawab nya yang harus dia berikan penuh terhadap Ayana karna kini bukan lagi orang tua Ayana yang menanggung tapi sudah dirinya. Rasa lega itu begitu terlihat di kala Kevin memeluk sang ayah sambil mengutarakan kata-kata baik di telinga Ayah nya. Karna menikah ini adalah salah satu permintaan Arman. Dan Arman pun begitu Terima kasih kepada sang putra karna mampu menuruti segala apa permintaan nya.


Acara sungkem itu di mulai, derai tangis itu pun terjadi namun tangis bahagia yang kini mereka rasakan. Terkhusus untuk Mira yang sedari tadi tak berhenti meneteskan air matanya. Dia merasa seperti baru kemarin putrinya itu dia gendong dan bermain bersama tapi kini sudah bersanding di pelaminan dengan laki-laki pilihannya. Begitupun dengan Arya yang kini sedang melakukan sungkem dengan Kevin di mana Arya mengutarakan kata-kata pesan di telinga Kevin.


'' Jaga putri papa nak. Jangan sakiti dia, sayangi dia sperti papa menyayangi nya, kembalikan dia jika kamu tak lagi menyayangi nya. Papa siap menerima putri papa bagaimanapun keadaannya, ''


tuturnya dengan sedikit tercekat


'' Gak akan pa, apa yang sekarang Kevin pilih, akan selamanya Kevin jaga. Apapun yang terjadi. Trimakasih sudah menjadi papa yang terbaik buat Ayana, kini tugas papa Kevin ambil alih. Ingatkan Kevin pa jika Kevin salah dan jangan sungkan untuk menegor. '' jawab Kevin


'' Iya nak.'' jawab Arya lalu memeluk menantu nya itu.


Sesi foto-foto pun berlangsung setelah rentetan acara itu sudah selesai di selenggarakan. Kini tinggal seluruh anggota keluarga yang ikut berfoto untuk kenang-kenangan. Menyalami tamu undangan dan menerima banyak ucapan selamat.


***

__ADS_1


Berkutat dengan kompor dan juga bahan makanan yang akan di masak Andini begitu sibuk karna hari ini dia akan memasak sate dan juga lontong sperti yang dia lihat di aplikasi terkenal itu untuk dia praktikan sekarang.


Setelah lama-lama bergelut dengan asap dan juga kipas sate, akhirnya sate itu pun jadi, meski harus mengotori seluruh dapur nya dengan asap yang mengepul di ruangan itu. Tapi kepuasan itu dia rasakan setelah mengicipi rasa dari sate itu yang begitu enak di lidahnya.


'' Perfect! Semoga aja kak Arga suka. Lets go mandi, terus otw deh. '' ucap Andini


15 menit kemudian gadis itu keluar dari kamarnya dan sudah bersiap untuk berangkat. Menenteng satu bok makanan dan turun kebawah kebetulan ojol yang tadi dia pesan itu sudah siap dna menunggu nya di bawah.


30 menit perjalanan Andini pun sampai di lapas, di mana sperti biasa dia di sambut baik oleh para penjaga. Yang sudah paham dengan Andini yang kerap sering menjenguk hampir setiap hari di jam yang tepat.


'' Arga ya? '' ucap penjaga itu seakan sudah begitu paham


'' Iya Pak. '' balas Andini lalu duduk di kursi tunggu


Tak lama Arga pun keluar, begitu terlihat lesu dan matanya bengkak, mungkin kurang tidur banyak bintik-bintik merah di tangan nya di Kulit putihnya itu yang begitu terlihat.


Andini berdiri untuk menyambut Arga, sedikit menolak namun Arga mencoba menerima nya, apalagi jika mendengar cerita papinya kemarin oerihal Andini yang menangis karna penolakan nya.


'' Duduk kak. Aku masakin sate lo buat kakak, Makn ya. Aku siapin. '' ucap Andini dengan senyuman nya yang tak luntur


Tiba-tiba saja Arga memberikan suapan kepada Andini, Andini pun terkejut dengan sikap Arga itu. Dan dengan senyuman Andini pun menerima suapan itu hingga satu porsi itu habis di makan berdua oleh mereka.


Setelah selesai makan, Andini pun membereskan wadahnya dan juga mengemasnya lagi.


'' Kakak kurang tidur ya? Pasti banyak nyamuk di dalam, '' ucap Andini dan menyentuh tangan Arga yang penuh dengan bintik-bintik merah.


'' Gue mau tanya sesuatu sama lo, '' ucap Arga pelan


'' Apa kak? '' jawab Andini dengan begitu memperhatikan Arga


'' Bulan ini lo udah datang bulan belum? '' tanyanya pelan.

__ADS_1


Andini pun mengingat-ingat. Tapi di hati kecilnya bertanya-tanya, apa maksud Arga menanyakan hal itu, apa dia mau? Tapi kan tidak mungkin, dari pada penasaran Andini pun bertanya langsung.


'' Emang kenapa kak? Kakak lagi mau ya? '' tanya Andini dengan polosnya.


Arga pun langsung menatap Andini dengan mata tajam nya. Bisa-bisanya ini anak ngomong begitu. Pikir Arga. Begitu polos sekali gadis ini pikirnya lagi. Apa dia belum sadar ataupun belum paham juga perihal mens.


'' Jawab dulu! Udah atau belum! '' ucap Arga pelan namun menekan.


Andini pun menunduk lalu menggeleng. Dia begitu takut dengan tatapan itu.


Arga pun membuang pandangannya lalu menghela nafas nya. Di matanya terlihat berkaca-kaca, sperti ada kesedihan yang menumpuk di sana.


'' Nanti akhir bulan ini, lo ke dokter khusus kandungan, lo priksain perut lo ya. '' pinta Arga pelan


Andini puj mendongak dan kembali menatap Arga. '' Kenapa? Ada apa sama perutku, '' ucapnya yang memang belum paham


Arga pun menggenggam tangan Andini, dia menatap gadis itu dengan lamat.


'' Kalo memang bener lo hamil. Jaga anak ini, sampai gue bebas. Dan gue bakal tanggung jawab sama anak ini, karna gue yakin. Ini anak gue. '' ucap Arga.


Andini pun menangis, '' Aku hamil? '' ucapnya tak percaya. Dengan menggeleng-gelengkan kepala nya seakan tak percaya


Arga mengangguk. Dan memeluk Andini agar tenang. '' Lo jangan takut. Hidup lo udha gue tanggung samapai kapanpun. Gue cuma minta lo harus jaga diri lo baik-baik ya, sampai nanti gue bebas. Maafin gue gak bisa ada di samping lo. '' ujar Arga


Andini pun masih tidak percaya. Namun karna waktu yang hampir habis. Andini pun menahan diri untuk bertanya lebih lanjut.


'' Iya kak, nanti aku cek kedokter. Kakak jaga diri baik-baik ya disini. Aku minta maaf, atas kesalahan ku. ''ucap Andini yang teringat waktu itu


'' Udah gak usah di ingat-ingat. Gak penting, yang penting jaga kesehatan dan jaga mood lo, jangan terlalu capek. Gak usah sering-sering kesini, '' ucao Arga


'' Gak bisa kak. Untuk yang satu ini aku gak bisa, aku gak tenang kalo belum kesini jenguk kakak. Maafin bukanya aku bantah, tapi emang aku begitu kangen kalo gak ngeliat kakak. Makanya aku ngusahain buat kesini terus, maaf kalo aku lancang. '' ucao Andini lalu menunduk karna dia merasa malu mengutarakan itu

__ADS_1


Arga pun kembali memeluk Andini. Jika kesalahan itu dia bisa buang dan tidka dia lakukan mungkin kini dia akan bahagia dengan gadis di hadapan nya. Namun sesuatu yang terjadi sudah tidak mungkin terulang lagi.



__ADS_2