
Adam diminta untuk menemui kedua orang tua Olivia. Rasanya sperti tidak baik. Saat adam sedang berada di kantor di mana dia bekerja sebagai bodyguard itu tiba-tiba saja ada telpon masuk dari nomor tak di kenal setelah mengangkatnya Adam pun terkejut karna itu adalah orang tua Olivia.
'' Apa kabar Adam? '' Tanya ayah Olivia
'' Baik Pak. Ada apa ya bapak menghubungi Saya, bukankah masalah pekerjaan kita sudah selesai.'' Jawab Adam yang mengingat jika ayah Olivia pernah memintanya untuk tidak dekat lagi dengan Olivia karna dia tahu jika putrinya menaruh rasa pada Adam. Sehingga tanpa sepengetahuan Olivia ayahnya memutua kontrak kerja dengan Adam.
'' Iya Adam. Maaf karna saya sudah mengganggu aktivitas kamu. Tapi saya mau meminta bantuan kamu lagi, apakah kamu bisa? '' Ucap ayah Olivia
Adam pun berfikir sebentar.
'' Maaf Pak, saya tidak bisa. Bukannya bapak ya yang meminta saya untuk tidak lagi berhubungan dengan putri bapak. '' Jawab Adam
Ayah Olivia pun merasa bersalah dengan ucapannya tempo lalu.
'' Maaf kan saya Adam. Saya terlalu egois akan itu. Dan untuk saat ini saya mohon sama kamu, tolong kami datang kesini ya, ke kediaman kami. '' Mohon ayah Olivia
Adam pun bertanya-tanya ada apa dan mengapa. '' Saya sibuk pak. Dan seperti nya tidak bisa, '' Jawab Adam
'' Tolonglah Adam, saya mohon. '' Ucap ayah Olivia memohon dengan nada memelas nya
'' Maaf Pak, saya sedang ada urusan lain dan saya harus menemui orang itu. '' Ucap Adam
'' Saya akan bayar kamu berapapun nominal yang kamu mau jika kamu mau kesini untuk menjenguk putri saya. '' ucap ayah Olivia
Menjenguk? Apa yang terjadi! Pikir Adam
Namun Adam berusaha untuk tidak mengepoinya.
'' Ini bukan perihal uang pak. Tapi perihal keprofesinalan dalam bekerja. Sekali lagi saya minta maaf. '' Jawab Adam lalu mematikan panggilan itu.
Adam pun berfikir tentang ucapan dari ayah Olivia tadi. Apa Olivia sakit, ada apa dengan nya, kenapa harus dia datang menjenguk. Apa hubungannya dengan dia, Adam pun di buat banyak bertanya-tanya.
Tiba-tiba masuk pesan vidio yang mana di kirimkan oleh nomor baru yang menghubungi nya tadi.
Adam membuka pesan vidio itu. Di lihatnya Olivia sedang terduduk di pinggir jendela yang mana jendela itu di kunci dengan rantai dan ada gemboknya. Rambutnya berantakan. Suasana kamar berantakan di tambah lagi dengan keadaan Olivia yang begitu mengenaskan. Di lihat dari sana sperti nya Olivia sedang frustasi.
Adam pun langsung merasa iba. Dia pun membalas chat itu untuk mengirimkan alamat rumahnya. Dan tanpa Lama-lama Adam pun langsung kesana.
30 menit berselang. Adam sudah tiba di kediaman orang tua Olivia. Dia pun di persilakan masuk oleh satpam dan di antar kedalam dengan salah satu art di rumah itu. Sampai di balik pintu kamar Olivia kedua orang tuanya sedang berdiri di sana. Wajah mereka terlihat begitu kacau.
'' Adam. Akhirnya kamu datang juga. Trimakasih nak trimakasih atas waktumu. Tolong bantu kami ya, kasihan Olivia,'' Ucap Ibu Olivia sambil menangis
Adam pun tidak basa basi dia langsung masuk kedalam kamar Olivia dan melihatnya, Olivia masih saja memanggil Adam tanpa henti air matanya sudah menetes tanpa henti sejak kemarin malam bahkan Olivia tidak tidur semalaman.
Adam begitu iba melihatnya. Dia pun mendekat dan menatap wajah gadis itu dari dekat bahkan tatapan Olivia saja sekarang sudah kosong ada Adam di hadapan nya saja dia sudah tidak perduli sperti tidak ada siapapun. Namun mulutnya terus memanggil nama Adam.
'' Olivia, ini aku Adam. Bisa lihat aku sebentar, '' Ucap Adam
Olivia pun mengindahkan suara itu lalu mendongak menatap siapa yang mengajaknya berbicara. Wajah ayu blasteran jerman indo itu langsung memeluk Adam hingga Adam tersungkur karna tidak memasang kuda-kuda yang pas. Kini mereka sudah tergeletak di lantai dengan Olivia di atasnya. Adam pun membenahi posisinya namun Olivia tidak mau melepaskan pelukan itu sambil menangis pelukan itu semakin erat.
Kedua orang tua Olivia menyaksikan itu. Namun mereka hanya bisa diam. Setidaknya Putri nya sudah bisa tenang dan mau di ajak komunikasi. Kedua orang tua itu pun meninggalkan Adam dan Olivia berdua.
'' Tenang ya, kamu gak boleh kaya gini. Masa cantik-cantik kok nangis, apa sih yang buat kamu nangis? '' Ucap Adam dalam pelukan itu.
Sebenarnya Adam ingin melepas nya namun Olivia begitu erat memeluk nya sehingga Adam pun membiarkan saja.
'' Kamu, '' Jawab Olivia sambil menangis dan sesegukan.
Adam pun tersentak kaget. Dia? Apa maksud nya emang aku berbuat apa?. Pikir Adam
__ADS_1
'' Aku? Keslahan apa coba yang aku buat? '' Tanya Adam sambil mengusap rambut Olivia
Nyaman tenang dan aman. Itu yang Olivia rasakan hingga rasanya Olivia tidak mau melepaskan pelukan itu.
'' Kamu sudah menikah, dan kamu akan punya anak. Dan kamu tidak memberi tahu ku. Dan aku tidak suka itu! Aku mau kamu Adam! '' Ucap Olivia lagi dia kembali menangis karna mengingat kejadian kemarin.
Adam pun berfikir, punya anak? Menikah? Sama siapa?. Tiba-tiba dia teringat dengan kejadian waktu dia membantu Andini. Apa mungkin Olivia melihatnya, pikir Adam
'' Apa kamu melihat ku bersama wanita hamil? '' Tanya Adam Olivia pun mengangguk
Adam pun terkekeh, '' Kamu cemburu kah? '' Tanya Adam lagi lalu Olivia mengangguk
Adam kembali tertawa.
'' Kenapa cemburu, kan kita tidak ada hubungan apa-apa? Seharusnya kan aku bebas kenapa kamu marah. '' Ucap Adam
Olivia pun meregangkan pelukan itu lalu melepaskan nya. Dia menatap Adam dari jarak yang begitu dekat.
'' Kalo gitu mulai hari ini, aku mau jalin hubungan sama kamu. Aku tidak masalah mau kamu jadikan yang kedua asal aku sama kamu. '' Ucap Olivia serius air mata itu masih menetes
Terlihat jelas rasa sayang yang tulus itu terlihat dari kelopak matanya. Mata panda itu kembali menangis. Karna tak kunjung mendapat kan jawaban.
Adam masih terdiam belum menjawab. Seperti ini kah rasanya di cintai? Pikir Adam
Bergerak perlahan, Adam pun mencium bibir itu. Dia begitu menikmati ranum nya bibir tipis dan lembut. Olivia reflek memejam kan matanya. Mereka melakukan itu dalam beberapa menit. Sedikit menghisap dan *******.
Lalu Adam pun melepaskan nya.
'' Kamu yang pertama, dan gak ada yang kedua. Sekarang kamu mandi, terus ganti baju. Aku bakalan ajak kamu jalan-jalan. Ok! '' Ucap Adam lalu mengusap kembali Kepala Olivia
Olivia masih tertegun dengan sikap Adam tadi. Namun dia mengangguk saat Adam memintanya untuk mandi.
Olivia pun tersenyum. Dan Adam pun beranjak.
***
Suasana di rumah sakit.
Velly memilih berjalan sendiri tidak mau di bantu dengan kursi roda. Banyak mata yang melihati nya meski jam masih menunjukan dini hari namun rumah sakit masih banyak orang yang sedang menunggu sanak sodara nya yang sedang sakit.
Dandi membantu Velly dengan memapahnya, dengan dampingan dokter yang sudah lama menangani Velly ketika awal kehamilan hingga kini menuju persalinan. Semua keluarga belum datang mungkin masih di jalan.
Dandi meminta ruangan khusus untuk satu orang saja dan minta ruangan yang lumayan luas karna keluarga besarnya begitu banyak.
Mereka pun masuk keruangan yang sudah di sediakan. Velly berjalan gontai, keringat di keningnya sudah mengumpul dia pun terus saja mengambil nafas dan menghembuskan nya terud sperti itu hingga rasa itu semakin sering dan sakit.
'' Biar saya periksa dulu ya? Ucap dokter itu Lalu Velly pun berbaring.
Dandi tetap stay di samping Velly dia menggenggam terus tangan Velly sambil mengusap lembut Kepala nya.
'' Sudah pembukaan 5, spertinya tidak lama lagi, Jika kamu kuat boleh jalan-jalan dulu. Tapi jika tidak perbanyak miring ke kiri ya? '' Ucap dokter itu Velly pun mengangguk.
'' Mas, tolong usap-usap punggung aku ya, '' Ucap Velly sedikit tertatih
Dandi pun segera mengusap-usap nya.
'' Mas, kalo anak kita keluar lewat jalan lahirnya gak papa kan?'' Ucap Velly
Pertanyaan model apa itu, Dandi pun tersentak. '' Terus kalo gak lewat jalanya mau lewat mana lagi sayang? '' Jawabnya lembut
__ADS_1
'' Aku takut Mas gak suka lagi nanti kalo lahir lewat sana. '' Jawab Velly sambil menahan sakitnya
Dandi pun menghela nafasnya lalu mendekat kearah wajah Velly.
'' Mas suka dan sayang sama kamu itu bukan cuma sama badanya kamu sayang, tapi semuanya. Lagian ya cuma buat lewat aja kan gak rusak toh nanti juga perawatan dan lain-lain balik lagi. Yang bermasalah itu, kalo kamu udah gak sayang lagi sama Mas baru Mas berubah. '' Jawab Dandi
Velly pun terkekeh.
Posisi sakit kaya gitu masih bisanya dia berfikir yang kearah sana. Bukanya fokus sama sakitnya, ya kan.
Gimana gak mikir kearah sana coba, susah lo cari suami yang speak kaya Dandi sama keluarga nya. Makanya Velly itu sering banget kepikiran kesana.
Kan katanya orang dan novel yang sering dia baca, laki-laki ada yang meninggalkan istrinya dan memilih perempuan lain hanya karna istrinya melahirkan lewat jalur normal. Katanya jalanya udah gak seenak dulu, makanya Velly berfikir kearah sana. Padahal kan nggak semua laki-laki sperti itu.
'' Udah ya, gak usah mikirin itu yang penting kamu sehat dulu. Dan kamu harus punya banyak tenaga buat anak kita. Lagian ya sayang, kalo kamu lahirannya normal berarti kamu bene-bener jadi perempuan kesayangan Allah, karna gak memilih jalur lain. Udah ya, kamu gak boleh mikir kaya gitu. '' Ucap Dandi
Dandi berbicara sperti itu bukan tanpa alasan. Karna Dandi tidak mau membuat Velly semakin berfikir yang tidak-tidak. Sperti nya hal yang di ucapkan Velly itu tidak berlaku untuk Dandi karna Dandi itu laki-laki yang berprinsip. Nyatanya dia menikah saja harus menunggu di jodohkan dulu. Jadi mana mungkin dia bisa berpaling hati dengan cepat. Apalagi dengan alasan rasa bawah badan yang berubah. Sebenarnya laki-laki yang berubah sikap terhadap pasangan nya itu bukan karna rasa badanya tapi rasa yang ada di hatinya.
Kini semua keluarga sudah berkumpul, Sarah dan suami Lastri dan juga Budi. Mereka datang hampir bersamaan.
Kini kedua ibu itu sedang mendampingi sang putri untuk berjuang melahirkan buah hatinya. Kini Velly sudah merasa ingin sekali mengejan, dokter pun memintanya untuk tiup tiup dan mengatur nafas.
***
Sbelum berangkat kerumah sakit sarah memberitahu Lisa jika Velly akan melahirkan lisa yang sedang tidur pun langsung bangun. Namun sarah memberi tahu jika kerumah sakit nanti saja jika sudah pagi. Dan sarah juga meminta Lisa untuk memberi tahu yang lain. Termasuk Ayana dan juga Mira.
Lisa pun melihat jam yang sudah masuk jam 5 pagi. Mau tidur lagi juga nanggung. Lisa pun memilih menelpon Ayana. Tidak kunjung di angkat. Lisa pun mencobanya lagi.
'' Hallo Lisa, ada apa? Tadi kami lagi sholat subuh. '' Ucap Ayana dari balik telponya.
'' Gue mau kasih kabar Ay, kalo Velly udah mau ngelahirin. Sekarang dia udah di rumah sakit. '' Ucap Lisa
'' Alhamdulillah, ya udah nanti setelah sarapan kami kesana. Kamu kesana kapan? '' Tanya Ayana
'' Nanti habis sarapan. Soalnya mama Sarah bilang nya nati aja, ya udah kalo gitu gue mau bangun dulu. ''
'' Iya Lisa. Makasih ya udha kabarin aku, ''
'' Iya Ayana, ''
Panggilan itu terputus. Lisa pun buru keluar mencari keberadaan mama nya dan ternyata mamanya sedang memasak di dapur. Lisa pun berlarian dan memeluk mamanya dari belakang.
Nyaman, hangat dan tenang. Itulah yang di rasakan Lisa meskipun bukan ibu kandung namun kasih sayang yang di berikan Mira lebih dari itu.
'' Hangat nya meluk mama pagi-pagi gini. '' Ucap Lisa
'' Kok tumben udah bangun, ada kuliah pagi? '' Tanya Mira
'' Nggak mama. Lisa bangun karna mama Sarah telpon tadi, '' Ucap nya
'' Telpon? Bukanya kamu minggu kemarin sudah nginep di sana ya? '' Ucap Mira yang mengira jika Lisa di minta untuk nginep di sana lagi. Bukanya apa-apa Mira merasa kesepian saja jika Lisa tidak ada. Semenjak Ayana menikah dan memutuskan tinggal bersama Kevin dan keluarga sekarang Mira lebih memperhatikan Lisa sebagai anak gadisnya.
Lisa pun menggeleng di balik punggung Mira. '' Nggak mama. Mama Sarah cuma kasih kabar kalo Velly mau lahiran. Udah itu aja, terus suruh ngasih tau mama juga, Nanti kita kerumah sakit bareng ya ma. '' Ucap Lisa
Mira puj tersenyum lega. '' Iya sayang, nanti setelah kita sarapan ya. Sekarang kamu mandi dulu gih terus nanti bangunin Vano ya, '' Ucap Mira
'' Siap mama. '' Jawab Lisa lalu mencium pipi Mira sekilas dan kembali masuk kekamar nya untuk mandi.
~~ Kasih dukungan dong gaes 🙏😊😘
__ADS_1