Love Is Back

Love Is Back
Ngidam kata keramat


__ADS_3

Ando berjalan dibelakang Olive dengan tidak melepaskan genggaman tangannya, bukanya pria itu yang berada didepan, tapi malah sebaliknya.


"Kak ihh, jangan tarik-tarik baju aku." Kesal Olive karena tangan Ando malah menarik bajunya.


"Sayang kita ketempat lain aja yuk." Ucap Ando sambil melihat kanan dan kiri, padahal mereka masih ada luar wahana rumah hantu.


"Badan aja laki, mentalnya banci."


Deg


Olive menatap tanganya yang tiba-tiba Ando lepaskan. Olive menoleh kebelakang dimana Ando sedang berdiri dengan tatapan yang susah diartikan.


"Kak aku_"


"Baik akan aku tunjukan mental banci yang kamu bilang." Ucap Ando dengan tatapan yang membuat Olive merasa bersalah.


"Kak mau kemana?" Perkataan Olive tidak didengar oleh Ando, pria itu tetap berjalan menuju pintu masuk wahana rumah hantu yang suaranya saja sudah menggema dari luar.


"Ihh, kok ngeyel banget sih kalau takut." Kesal Olive yang melihat Ando sudah masuk sendiri.


Tidak ingin terjadi apa-apa jika suaminya memang penakut, Olive memilih untuk ikut masuk.


"Kak.." Didalam pencahayaan begitu minim dan dibuat seseram mungkin bahkan suara bising yang mengerikan mulai terdengar menganggu ditelinga.


Olive berjalan sambil meraba-raba dibagian pinggir, matanya mencoba fokus melihat kedepan.


Brak..!!!


Brak...!!


Brakk..!!


Aaaaaa


Suara jeritan Olive menggema sering munculnya manekin yang mengerikan.

__ADS_1


"Kak.." Panggil Olive yang sudah membuka matanya, dia sudah tidak melihat manekin yang mengerikan tadi.


"Kak Ando, iihh kok ninggalin aku sih_ aaaakkkkkkhhh..!!"


Tiba-tiba angin kencang dan sebuah bayangan putih dengan wajah menyeramkan berada didepan matanya, Olive yang terkejut langsung menunduk takut dengan wajah dia benamkan di kedua kakinya. Jantungnya berdegup kencang dengan tubuh yang gemetar karena begitu terkejut dan syok.


"Kak Ando." Cicit Olive sambil terisak.


Dirinya menyesal telah masuk kedalam dengan percaya diri, dia pikir hanya permainan dan tidak semengerikan seperti yang dia lihat.


Grep


"Jangan takut."


Suara rendah seseorang membuat Olive mengeratkan pelukannya dileher orang yang berhasil menggendongnya.


"Kak." Gumam Olive diceruk leher Ando.


"Hm, dasar penakut. Gaya aja tomboy mentalnya kekeyi." Ledek Ando mengembalikan ucapan istrinya.


Ando tersenyum, tidak percaya jika nyali Olive yang begitu berani didepan ternyata penakut juga.


Sampainya didalam mobil, Ando mendudukkan Olive dikursi penumpang depan.


"Mau beli apa? mumpung masih disini?" tanya Ando sambil merapikan anak rambut Olive yang berantakan.


Olive nampak berpikir sambil menatap wajah suaminya yang begitu dekat.


"Mau kembang gula." Ucap Olive sambil tersenyum manis.


Melihat senyum manis wanitanya jelas saja membuat Ando kian ikut tersenyum, dan tidak bisa menolak apa yang Olive minta.


"Ada lagi?" Tanyanya siapa tahu Olive masih ingin menambahkan pesanan.


"Mau itu kak." Tunjuk Olive pada seseorang pengunjung yang baru saja lewat dengan membawa makanan yang mengeluarkan banyak asap, bahkan saat dimakan mulutnya bisa mengeluarkan asap. Menurut Olive terlihat keren.

__ADS_1


"Tidak Sayang, itu tidak untuk dikonsumsi." Sanggah Ando yang tidak mengijinkan Olive membeli makanan itu.


"Tapi aku pengen kak, pasti enak." Olive membayangkan dirinya memakannya dan mengeluarkan asap terlihat keren.


"Sayang itu bisa bahaya." Ucap Ando lagi dengan merayu. "Sayang itu namanya Ice smoke atau es ciki kebul ini memang cukup menarik. Tapi tidak baik untuk dikonsumsi, bisa mengeluarkan asap saat dikonsumsi. Asap ini berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen yakni nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah. Dan makanan ini bisa membahayakan nyawa." Tutur Ando dengan jelas, agar Olive mengerti. "Dan aku tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu karena makanan itu."


Kini Olive hanya diam, dirinya menagmbil ponsel dan mencari nama jajanan yang tadi disebutkan suaminya, ketemu. Dan ternyata apa yang dikatakan suaminya benar adanya, jika jajanan itu tidak baik untuk kesehatan.


"Yang lain saja yaa." Ucap Ando mengusap kepala Olive.


"Hu'um. Mau makan di alun-alun." Pinta Olive pada akhirnya.


Kali ini Ando mengiyakan, "Baiklah, aku belikan kembang gula dulu." Ando tersenyum, dan menutup pintu mobilnya untuk pergi membelikan permintaan Olive.


"Bang kembang gulanya mau satu bentuk love ya." Ucap Ando pada penjual yang sedang membuatkan pesanan pembeli sebelumnya.


Ando berdiri memainkan ponselnya sambil menunggu, dirinya mendengar bisik-bisik dari beberapa pembeli yang sedang mengantri juga.


Menoleh kebeberapa pembeli, Ando menghitung ada sekitar tujuh orang sebelum dirinya datang, jika menunggu antrian dirinya akan lama beranda disini, dan mendapat kasuk kusuk seperti itu membuatnya tidak nyaman.


"Maaf semua, saya bisa ambil antrian lebih dulu. Kalau boleh saya akan bayar pesanan kalian. Karena istri saya sedang ngidam dan menunggu ini." Tunjuk Ando pada penjual kembang gula. Ando sengaja menggunakan kata istri hamil agar mereka merasa iba, dan membiarkannya mendapat antrian pertama.


'Bodolah meskipun belum jebol gawang, yang penting ngidam adalah kata keramat' Ucapnya dalam hati.


"Ya ampun mas kenapa ngak bilang dari tadi kalau istrinya lagi ngidam, udah pak kasih mas ganteng dan hot ini dulu, kasian dia lama nunggu." Ucap salah satu pembeli yang sudah ibu-ibu tapi terlihat gaul dari penampilannya.


Seketika Ando tersenyum lebar, mendengarnya, dirinya mengeluarkan dompet dari saku celana belakang, memberikan beberapa lembar uang merah untuk ibu-ibu itu. "Ini Bu, untuk pesanan mereka, saya terima kasih."


Setelah mengatakan itu, Ando pergi dengan senyum mengambang, membawakan kembang gula berbetuk love yang lucu,


"Dengan menyebut kata ngidam pasti semua beres." Ucapnya senang.


.


Nagatuk gaess butuh Kembang kopi biar melek 🤧

__ADS_1


__ADS_2