
Olive masih saja kesal dengan ulah suaminya, wanita hamil itu mendiamkan suaminya yang suka sekali membuat moodnya naik turun.
"Olive sayang, aku bawain nasi uduk plus telur sambel balado." Ando yang baru saja masuk keaparteman melihat istrinya yang duduk didepan tv.
Katanya ngambek dan mendiamkan suaminya, tapi giliran mulutnya menginginkan sesuatu tidak sungkan berucap dengan nada ketus.
Ando hanya mengelus dada sambil tersenyum berdoa saja semoga anaknya tidak ketularan dengan sifat istrinya yang ketus.
"Mana?" Tanya Olive dengan nada sipek.
Ando tersenyum dan berjalan mendekati Olive.
"Aku ambilkan piring dulu." Ucapnya setelah menaruh bungkusan diatas meja.
Ando berjalan kearah dapur mengambil piring dan juga air minum. Pria yang masih menggunakan kemeja kerja dengan lengan digulung itu terlihat kembali mendekati Olive dengan membawa piring dan botol minum.
Ini sudah jam satu siang, istrinya tiba-tiba menelpon untuk meminta dibelikan nasi uduk plus sambel telur balado dan tempe orek.
"Nah, ini spesial untuk ibu hamil kata penjualnya."Ucap Ando setelah membuka bungkusan nasi uduk yang dia beli.
"Telur dua?" Tanya Olive.
Ando hanya tersenyum, "Kan memang kamu suka telur dua." Jawabnya sambil mesam mesem.
"Dih siapa? ngada-ngada." Ucap Olive sambil menerima suapan dari tangan Ando.
"Iya kamu kan suka telur dua punyaku dibawah."
Puuff
Olive menyemburkan nasi yang ada dalam mulutnya pas diwajah Ando yang memejamkan mata.
"Kamu gila kak." Umpat olive dengan kesal.
Dia tidak perduli dengan keadaan suaminya yang terkena semburan makanan dari mulutnya.
Ando berlalu pergi ke dapur untuk membasuh wajahnya di wastafel.
"Apes, ini mulut kenapa loss bener kalau ngomong." Gerutunya merutuki kebodohannya.
"Dasar punya otak isinya hanya paha dalam saja." Olive ngomel sebal, tapi tangannya sibuk menyuapkan nasi ke kemulutnya.
__ADS_1
.
.
Memasuki Lobby kantor Ando tampak terlihat kusut, pria itu berjalan lunglai seperti tak bertenaga.
"Lah katanya habis isi daya kok lemes." Tanya Sinta yang bermaksud meledek asisten CEO mereka itu.
Ando hanya melengos tidak menanggapi ucapan sekertaris Nathan itu, dirinya memilih masuk kedalam ruanganya sendiri.
"Menghadapi ibu hamil lebih negenes dari pada menghadapi saat Pms." Keluhnya pada diri sendiri.
"Yasudah Ndo terima nasib mu, kamu yang membuat dirinya seperti ini." Ando menghela napas kasar.
Tidak disangka menghadapi ibu hamil begitu sulit dan menguji kesabaran, jadi apakah seperti ini yang Nathan hadapi.
Entahlah, dirinya hanya ingin menikmati proses bagaimana menghadapi istrinya yang sedang hamil, dan Ando tidak ingin dibilang 'Membuatnya saja enak, susahnya tidak mau'.
No, dia bukan pria seperti itu.
dirinya tidak akan lepas tanggung jawab, Ando sudah berjanji dengan dirinya sendiri jika Ia akan menjadi calon ayah yang baik.
Sedangkan dirumah, Olive mulai gelisah mengingat perlakuan dirinya pada suaminya tadi. Wanita hamil itu akan menjadi perasa setelah suaminya tidak terlihat lagi.
"Ihh kak Ando kemana sih." Kesalnya dengan perasaan galau. "Masa iya marah, terus matiin ponsel, kek anak labil." ucapnya sambil kembali menguhungi lagi.
Tapi lagi-lagi suara operator yang menjawab, semakin membuat Olive merasa bersalah saja.
"Gue mau tinjau pembangunan dulu Nat, hari ini tidak ada pekerjaan penting lu bisa handle semua." Ucap Ando memberi tahu Nathan agendanya hari ini.
Nathan menghela napas. "Kenapa harus disana sih Ndo kan lumayan jauh dari sini." Ucap Nathan yang merasa keberatan.
"Lah, emang tempat yang cocok disana," Jawab Ando santai.
"Baiklah, kalau butuh apapun katakan saja, kamu berhak menggunakan fasilitas kantor apapun itu." ucap Nathan yang hanya di agguki oleh Ando.
"Beres, lu tenang aja nanti ada saatnya gue ngerepotin lu." Jawabnya sambil tertawa.
Nathan mendengus. "Asalkan jangan suruh nurutin permintaan istri lu yang hamil aja." Ucap Nathan kesal.
"Ohoho, tidak bisa itu bagian saya." Ando tertawa begitupun juga Nathan.
__ADS_1
"Jangan lupa kabari istri lu, tar pulang telat ngambek kan lu juga yang ngak dapet jatah." Ledek Nathan.
"Dari pada lu ngingetin gue, mending lu juga ingetin diri sendiri." Balas Ando dan langsung melenggang pergi, tidak perduli mendapat tatapan tajam seorang Nathan.
Memasuki mobilnya, Ando mengambil ponselnya lebih dulu, dirinya ingin memberi tahu istrinya jika dirinya pulang telat.
"Lah, kenapa malah lowbed sih."
Ponselnya kehabisan daya, dirinya memang lupa karena sejak pagi sibuk dengan aktivitasnya bersama sang istri.
"Dah deh, moga aja ngak marah dan itu ajaib sih." Ucapnya pada diri sendiri.
Ando menjalankan mobilnya menuju luar kota, pria itu akan pergi ke Bi untuk meninjau lokasi pembangunan yang dia lakukan.
Sudah satu bulan proyek yang dia geluti berjalan, dan rencana pembuatan proyek itu sudah lama dengan persiapan yang matang.
Pria yang dijuluki Casanudin kadal buaya itu sedang melakukan pembangunan resort disebuah lokasi yang cukup strategis untuk liburan keluarga, dan karena itu Ando ingin membuat resort di kota B yang memang begitu berpotensi perkembangannya.
Dirinya hanya ingin mendirikan usaha untuk menghidupi keluarganya kelak, agar dirinya tidak akan bergantung pada pekerjaannya sebagai asisten, karena semakin lama usianya semakin tua dan Ando tidak ingin kelak jika dirinya sudah pensiun tidak memiliki kesibukan atau lapangan pekerjaan untuk dirinya kelola.
Dan sesuatu yang dia kerjakan sekarang tidak ada yang tahu kecuali dirinya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih, akhirnya mobilnya sampai di tempat yang dia tuju.
Tanah lapang dan luas, adalah pemandangan untuk saat ini.
Ando menggunakan kaca mata hitamnya, pukul tiga siang matahari masih cukup terik, pria itu berjalan menghampiri mandor yang memiliki tanggung jawab disini.
"Pak." Pria yang usianya tidak beda jauh darinya itu menyapa.
"Bagaimana?" tanya Ando. Yang dimaksud bagaimana adalah perkembangan proyeknya.
"Lusa bahan bangunan sudah akan datang, jadi lahan sudah siap untuk di bangun, seperti yang anda inginkan."
Ando mengaguk mengerti, "Aku percayakan padamu." Ando menepuk pundak pria itu.
"Siap pak, saya akan melakukan yang terbaik."
Ando menatap lurus kedepan, dimana didepan sana ada beberapa alat berat yang sedang berkerja, dirinya memang memiliki keinginan untuk membuat resort, selain untuk keluarga kecilnya dia juga ingin membuat tempat wisata untuk berlibur. Dan disinilah nanti dirinya akan tinggal, bersama keluarga kecilnya.
.
__ADS_1
.
Kembang kopi sangat,💋