
Karena rasa bersalahnya melupakan sang istri, Ando memilih untuk menebusnya dengan menemani Istrinya seharian di rumah.
Beruntung pekerjaan dirinya dan Nathan hari ini tidak banyak, jadi dirinya bisa mengabulkan libur satu hari.
Ando sedang menemani sang Istri yang katanya kepengen healing. Dan Olive meminta Ando untuk menemaninya ke Mall.
"Kenapa kesini sayang?" Tanya Ando yang bingung dan penasaran. "Katanya mau belanja kok malah ke wahana bermain anak?" Tanya Ando lagi yang belum mendapat jawaban sang istri.
Pria yang berambut ikal, dan memiliki wajah campuran itu tampak bingung, melihat Olive yang malah tersenyum menatapnya.
"Kenapa senyum begitu, membuatku takut sayang." Ucap Ando dengan perasaan was-was, senyum Olive bagaikan kode untuknya, alarm diatas kepalanya sudah berbunyi nyaring.
"Anak kita ingin kamu naik itu kak." tunjuk Olive pada permainan kereta-keretaan anak-anak.
"S-sayang itukan untuk_"
"Masa kamu tega sih kak, ini kemauan anak kita loh." Ucap Olive sambil mengelus perutnya yang buncit.
Ando menatap perut Olive yang buncit, jika sudah menyangkut anaknya maka Ando tidak bisa lagi menolak apa yang Olive minta.
"Sayang, demi kamu. Papa rela malu menjadi pria sejati."
Olive tersenyum lebar saat melihat suaminya berjalan mendekati permainan yang dia inginkan.
"Yeyyy,,, papa keren!!" Teriak Olive sambil memberikan dua jempolnya pada Ando.
Ando hanya menampilkan senyum, senyum masam yang meruntuhkan egonya sebagai Casanova kadal buaya.
.
.
"Engh, kak lebih cepat." Loli sudah blingsatan merasakan miliknya yang begitu sesak.
__ADS_1
Sedangkan Niko kembali menambah tempo tumbuhnya untuk bergerak cepat,
"Ugh,, sayang argh milikmu nikmat sekali." Niko terus merancau saat dirinya merasakan kenikmatan yang sudah diujung kepala.
"Shh kak, akuhh_"
"Bersama sayang, tunggu aku engh.."
Gelora yang keduanya rasakan sudah diujung tanduk, hingga tidak menunggu lama, suara lenguhan Olive, susul erangan panjang Niko.
"Arrghh.."
Niko ambruk di atas dada Loli yang baru saja meledakan kecebong miliknya.
Napas keduanya memburu, dengan Loli yang memeluk Niko erat.
Tidak ingin lama-lama mendidih tubuh istrinya, Niko langsung menggulirkan tubuhnya kesamping sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
"Terima kasih sayang." Niko mengecup kening dan bibir Loli sekilas, pria itu mendekap tubuh basah Loli sisa pertempuran mereka tadi.
Tapi lama-lama, perutnya seperti bergejolak.
"Emph.." Loli menutup mulutnya dan memundurkan tubuhnya dari dekapan Niko.
"Sayang kamu kenapa?" Niko yang melihat Loli langsung turun dan berlari masuk ke kamar mandi menjadi panik.
Buru-buru Niko kembali memakai celana pendeknya dan menyusul Loli kedalam kamar mandi, yang terdengar Loli sedang muntah-muntah.
Huekkk..Huekkk...
Loli memuntahkan semua yang dia makan tadi, wanita yang masih polos itu terlihat lemas didepan wastafel.
"Sayang kamu kenapa?" Niko langsung menutupi tubuh Olive dengan baltrobe, pria itu juga meraih rambut panjang Loli kebelakang agar tidak terkena muntahan Loli.
__ADS_1
"Mual kak." Ucap Loli dengan suara yang begitu lemas.
"Wajah kamu pucat? kamu salah makan." Niko mengusap kening Loli, sambil merangkul istrinya yang lemas.
Loli menggeleng, "Aku makan seperti biasa, tapi dari kemarin perut ku tidak enak." Jawab Loli lagi.
Niko membopong tubuh lemas Loli menuju ranjang, Loli duduk bersandar di kepala ranjang wanita itu terlihat pucat.
"Aku bikinkan teh hangat ya." Niko begitu khawatir melihat keadaan Olive. "Setelah itu kita kedokter." lanjutnya.
"Ngak usah, aku mau dipeluk sama kamu." Loli merentangkan tangannya, sepertinya mencium aroma asli tubuh Niko yang berkeringat membuatnya sangat nyaman dan lebih baik.
Niko menurut, pria itu duduk disamping Loli dan merangkul tubuh Loli.
"Seperti ini lebih baik, mualnya sudah hilang." Ucap Loli yang memeluk Niko erat.
Tampaknya Niko sambil berpikir, sambil mengusap punggung Loli.
"Sayang sepertinya kita hampir setiap hari bercinta, aku tidak pernah absen." Tutur Niko.
Loli yang tidak mengerti mendongak. "Memangnya kenapa? bukanya kamu senang kalau tidak ada libur bercinta?"
Niko mengagguk setuju. "Hanya saja aku merasa aneh, kenapa kamu tidak pernah absen melayaniku? biasanya wanita kan suka datang masa preode?"
Deg
Keduanya saling tatap, dengan tatapan berbeda, Loli terpaku dan jantungnya berdebar mendengar ucapan Niko.
"Maksud kak Niko aku_"
"Jangan-jangan kamu sedang bermasalah karena telat haid." Niko mengutarakan pikiranya sendiri. Sedangkan Loli memikirkan hal lain.
"Kak jangan-jangan aku hamil?"
__ADS_1
Hah