Love Is Back

Love Is Back
Niko &Loli 2


__ADS_3

Apartemen yang tampak hening setelah siang tadi kedua insan saling menyatu tanpa ada jeda. Dimana Niko yang memang belum pernah merasakan nikmatnya surga dunia, dan hari ini dirinya benar-benar merasakan nikmatnya surga dunia yang begitu membuatnya tidak akan lagi membayangkan bagaimana nikmatnya jika dirasakan.


Loli tertidur dengan keadaan yang sama, gadis yang sudah tidak perawan itu kini hanya terlelap dibalik selimut tebal yang membungkusnya, dengan sebuah tangan kekar yang memeluknya sejak tadi.


Merasakan nikmat surga dunia, Niko sampai melupakan rasa bersalahnya hingga menggunakan tubuh Loli yang sudah membuatnya begitu candu sampai dua kali. Bahkan Niko dengan sadar menembakan bibit kecebongnya didalam rahim Loli.


Tanpa Niko tahu, Wanita yang dia dekap sudah membuka kedua matanya dengan air mata yang mengalir. Loli mengingat bagaimana rasa sakitnya yang tidak bisa dia ungkapnya, rasa sakit ditubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya karena Niko melakukanya dengan amarah, mekipun pada akhirnya pria itu sadar dan meminta maaf. Tetap saja bagi Loli, Niko hanya ingin meluapkan amarahnya saja.


Cinta memang membuat buta, tapi cinta juga tidak butuh logika untuk bertindak.


Melirik jam yang berada di atas nakas, Loli menghela napas, setelah merasa cukup untuk menumpahkan air matanya Loli bergerak ingin bangun, tapi belum sempat bangun, bagian intinya sudah terasa perih dan ngilu.


"Engh." Matanya terpejam untuk menahan rasa sakit dibagian intinya, gadis itu hanya menggigit bibir bawahnya agar tidak kelepasan bersuara dan membangunkan Niko.


Tapi pergerakan Loli sudah Niko rasakan meskipun dirinya masih terpejam.


"Mau kemana."


Suara serak Niko khas bangun tidur membuat Loli menatapnya sebentar, Loli memang sudah merasakan hatinya terpaut dengan pria yang belum sadar sepenuhnya ini, dan jika setiap hari Loli disuguhkan dengan pemandangan seperti ini, dirinya pasti tidak akan bisa kuat untuk tidak semakin dalam jatuh kedalam pesona Niko Abrahan.


Loli membuang wajah, setelah menyadari jika Niko sudah sadar sepenuhnya dari bangun tidur.


"Mau kemana?" Tanya Niko lagi yang sudah bangun dengan bertelanjang dada.


Loli masih menutup mulutnya rapat, dengan mencoba untuk tetap bangun mekipun sekujur tubuhnya terasa sakit semua.


Niko yang tidak mendapat jawaban, mencoba mengerti jika Loli mungkin saja masih marah padanya.


Karena tidak ingin melihat wajah Loli yang menahan sakit, Niko langsung beranjak dari atas ranjang untuk turun.


Untung saja Niko sudah menggunakan celana pendek untuk menutupi pisangnya yang sudah mengobrak-abrik ladang Loli.


Hap


Pria itu dengan mudah mengendong tubuh Loli untuk masuk kedalam kamar mandi.


"Tunggu disini sebentar, aku isi air hangat dulu." Ucap Niko yang mendudukkan Loli di atas marmer wastafel.


Niko mengisi air balthup dengan air hangat, dan Loli hanya melihat punggung pria yang sudah mengambil mahkotanya dari belakang.


Setelah dirasa cukup, Niko kembali menghampiri Loli yang masih duduk tanpa ekspresi, sejujurnya Niko tidak bisa melihat tatapan Loli yang berbeda dari biasanya.

__ADS_1


"Loli aku_"


Niko tidak jadi melanjutkan ucapanya, ketika tangan Loli terangkat untuk meminta digendong.


Dengan terpaksa Niko yang ingin bicara terpaksa berhenti dan menggendong Loli untuk berendam didalam balthup.


"Aku tunggu diluar, jika sudah panggil saja." Ucap Niko mencium kening Loli sebelum benar-benar keluar.


Loli mengehela napas berat dengan kepala yang mendongak Ia sandarkan di kepala balthup.


Merasakan hangatnya air bisa sedikit membuat tubuhnya merasa nyaman.


Sedangkan diluar Niko menatap ranjang yang sudah berantakan, tapi sebuah tanda merah diatas sprei putih begitu jelas terlihat, membuatnya diam dengan seribu bahasa.


Antara penyesalan dan juga senang menjadi satu berkecamuk dalam dirinya, Niko melepaskan sprei yang sudah menjadi saksi bagaimana dirinya merenggut mahkota Loli.


Melipatnya rapi, Niko mencari kantung yang bisa untuk menaruh sprei yang menjadi saksi percintaan mereka. Dan Niko menyimpan tanpa mau membawanya keloundry, entah kenapa dirinya memilih menyimpannya dari pada membawanya ke Loudry, mungkin nanti setelah dirinya menikah Loli dia akan membawanya ke loundry.


"Ah, sudan sore pasti Loli lapar." Ucapnya pada diri sendiri, dan langsung menyambar ponselnya untuk memesan makanan online.


Mereka pulang keaparteman dijam 10 pagi, dan sekarang sudah pukul 4 sore. Sudah pasti wanitanya kelaparan, apalagi sudah dia gempur sampai dua kali dengan durasi waktu yang tidak sebentar. Mengingat itu Niko tersenyum sendiri.


"Kamu memang hanya untukku." Gumamnya sambil menatap layar ponselnya yang mengunakan wallpaper Loli.


Niko menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka, disana Loli keluar dengan menggunakan baltrobe.


"Kenapa tidak memanggilku." Niko menghampiri Loli yang berjalan pelan.


Niko kembali mengendong tubuh Loli, dan dia dudukan di sofa kamar itu.


"Sebentar lagi makanan datang, sambil menunggu aku mandi dulu." Niko mengusap kepala Loli. Tapi lagi-lagi pria itu tidak mendapat respon dari wanitanya yang hanya memiliki tatapan datar.


Bagi Niko, tidak ada lagi Loli yang bisa membuatnya kesal dan berdebat karena keras kepala, hari ini terasa ada yang kurang baginya.


Niko menoleh kebelakang sebelum benar-benar masuk kedalam, menatap Loli yang duduk disofa entah mengapa hari ini terlihat begitu jauh, dan mungkin itu hanya perasaanya.


Setelah mendengar pintu tertutup Loli menjatuhkan kepalanya di bahu sofa, entah apa yang dia rasakan saat ini, dirinya benar-benar merasa dilema.


"Loli berpikirlah." Gadis itu menatap langit-langit apartemen dengan pikiran menerawang jauh, Loli memikirkan kemungkinan-kemungkinan konsekuensi tindakan yang akan dia ambil.


"Bertahan sakit, berpisah lebih meyakinkan, tapi untuk untuk bahagia hanya diri kita yang bisa melakukannya."

__ADS_1


Setelah lima belas menit membersihkan diri, Niko keluar dengan mengunakan handuk putih yang hanya melilit di pinggangnya, dan sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


"Sayang makanannya sudah sampai?" Tanya Niko yang melihat bungkusan plastik berada diatas meja didepan Loli.


"Hm," Loli hanya berdehem untuk menjawab ucapan Niko.


"Aku pakai baju sebentar." Niko bergegas mencari pakaian miliknya yang dia tinggal di lemari loli.


Tak lama Niko datang dengan memakai celana pendek dan kaus miliknya yang dia tinggal.


"Makalah, kamu pasti lapar." Niko memeberikan satu makanan kesukaan Loli.


Loli hanya menerima dan langsung melahap makanan yang Niko berikan karena dirinya benar-benar merasa lapar.


Niko hanya diam sambil memperhatikan Loli yang makan dengan lahap.


"Apa kamu lapar sangat?" Tanya Niko sambil menyiapkan makanan kedalam mulutnya.


"Hm." Loli mengagguk. "Sangat lapar." Jawabnya dengan mulut penuh.


Ucapan Loli membuat Niko terseyum sendiri.


Loli yang menyadari jawabnya menatap Niko tajam.


"Habiskan." Ucap Niko yang merasa hatinya sedikit lega, karena Loli mau bicara.


Keduanya menghabiskan makanan dalam diam, hingga Loli lebih dulu beranjak dari sofa untuk mengganti pakaiannya.


Niko hanya menelan ludah dari jarak yang tidak terlalu jauh, Loli sepertinya sedang mengujinya untuk tidak kembali menerkam wanita itu.


"Sabar Niko, kau baru saja mengambil mahkotanya, dan pasti rasanya masih sakit, jadi tahan sampai dia kembali siap untuk bercocok tanam lagi."


Otak Niko mulai berkelana ketika miliknya sudah merasakan bagian terdalam milik tunangannya.


Diam-diam Loli melirik pergerakan Niko dari balik kaca lemari yang ada didepannya.


"Setelah ini, mungkin keadaan yang akan membuat mu tersiksa." Ucapnya dalam hati.


.


.

__ADS_1


Love sekebon sayang 💜💜💜


__ADS_2