Love Is Back

Love Is Back
episode 195 Pusing dan mual


__ADS_3

Ayana merasakan ada yang aneh di badanya terutama Kepala nya yang terasa begitu pusing. Padahal dia tidak telat makan dan tidak kecapekan juga atau karna masuk angin?


'' Kamu kenapa sayang? '' Tanya kevin yang melihat Ayana memegangi kepala nya


'' Kepala aku pusing kak. '' Jawabnya sambil menunduk dan memegangi kepala nya


'' Kamu sakit? '' Tanya Kevin khawatir lalu mendekat dan memegangi kedua bahu Ayana


'' Nggak tau, rasanya tiba-tiba aja muncul. Apa masuk angin ya? '' Jawab Ayana


'' Kamu telat makan? '' Tanya Kevin lagi


Ayana menggeleng, '' Tidak. Aku sudah makan, coba kerokin aku ya kak. Mungkin ini cuma masuk angin. '' Jawab Ayana


Kevin pun mengangguk dan membawa Ayana keatas kasur dan mengambil uang logam dan minyak kayu putih.


Ayana melepas bajunya dan bersiap untuk di kerokin.


'' Sampek merah kaya gini lo sayang. Pasti kepala sama perut kamu gak enak banget rasanya. '' Ucap Kevin yang melihat garis-garis merah pekat hasil kerokan nya.


'' Iya kak, rasanya mual terus pusing. Kayaknya aku gak bisa temenin bunda deh. '' Ucap Ayana sambil memejamkan matanya merasakan sakit


''Iya gak apa-apa. Kamu di rumah aja istirahat biar kakak aja yang kerumah sakit. '' Jawab Kevin yang masih melanjutkan aktifitas mengeroknya


Sudah seminggu lebihh Arman berada di rumah sakit dan Ayana sibuk bolak balik mengantarkan baju ganti dan makanan untuk bundanya yang menunggu suaminya. Meski dalam keadaan tidak sadar Dewi tetap tidak ingin meninggalkan suaminya, bahkan Dewi menyewa kamar yang bisa dia tiduri untuk menemani suaminya yang sedang dalam keadaan koma.


Meski Kevin sudah menasehati untuk pulang saja dan di jenguk setiap saat saja namun Dewi enggan. Dia tetap kekeh ingin menunggu suaminya. Perihal biaya yang begitu mahal Dewi tidak perduli. Sudah puluhan tahun suaminya bekerja. Tabungan yang begitu banyak untuk apa jika keadaan sakit saja Dewi tidak menemaninya.


Kevin pun tidak bisa mendebat bundanya lagi. Dia paham betul dengan apa yang di rasakan oleh Dewi. Dan kevin pun memilih untuk mondar mandir mengirimkan makanan dan baju ganti. Sementara Ayana sementara ini menggantikan posisi Dewi di tempat kerjanya. Dan Ayana pun memutuskan untuk cuti kuliah dalam beberapa waktu.


Sejak kelahiran anak Velly dan datangnya keluarga besar Ayana yang menjenguk Arman kino Ayana tidak lagi berkunjung kesana. Meski dekat dan satu rumah sakit namun Ayana belum sempat menjenguk Velly dan juga anaknya hingga kini mereka sudah kembali kerumah.


'' Aku udah masakin buat bunda kak. Nanti bawa ya, tolong sampaikan sama bunda aku gak ikut kesana. '' Ucap Ayana setelah aktifitas mengeroknya selesai. Ayana menggunakan bajunya kembali.


'' Iya, nanti kakak sampein. Tapi beneran kamu kakak tinggal gak papa ini? '' Tanya Kevin meyakinkannya


'' Iya kak. Gak apa-apa. Nanti juga di bawa tiduran udah enakan. '' Jawab Ayana lalu tersenyum


'' Ya sudah, kakak berangkat dulu ya. '' Pamit Kevin


Ayana pun mengangguk lalu mencium punggung tangan suaminya. Dan Kevin pun mencium kening Ayana. Lalu pergi dari sana. Setelah kepergian Kevin Ayana pun kembali tiduran di kasurnya.


Tiba-tiba saja Dering ponsel berbunyi.


'' Iya Lisa ada apa? '' Jawab Ayana saat melihat yang menelpon nya adalah Lisa


'' Gimana keadaan ayah lo? '' Tanya Lisa


'' Masih belum sadar, '' Jawab Ayana lemas


'' Lo kenapa kok lemes gitu? '' Ucap Lisa yang penasaran lalu merubah panggilan itu menjadi panggilan vidio. Ayana pun langsung menerimanya


Di sana terlihat keluarga besarnya sedang sarapan bersama.

__ADS_1


'' Hallo mama, papa. Nek Lasmi, Vano bi Ijah. Apa kabar kalian? '' Sapa Ayana sambil melambaikan tangannya namun dia masih tetap berbaring


'' sayang kamu kenapa? Kok masih pagi udah tiduran? '' Tanya Mira


Semua nya pun ikut melihat Ayana.


'' Kepala aku tiba-tiba pusing ma. Terus agak mual gitu. Palingan masuk angin, tapi tadi udah di kerokin kok sama kak Kevin. Tapi pusingnya masih, makanya hari ini aku gak jengukin ayah. '' Jawab Ayana


'' Berarti lo belum kerumah Velly dong? '' Tanya Lisa. Ayana pun menggeleng.


'' Gak sampet aku Lisa. Aku juga udah minta maaf sama Velly. Gimana lagi, ayah keadaan nya kaya gitu, aku harus gantiin posisi bunda sementara karna bunda gak mau pulang. Bunda pingin nungguin ayah sampai sadar lagi.Aku aja sampe cuti kuliah. Karna aku gak sempet buat kekampus. Waktunya gak cukup. '' Jelas Ayana


'' Terus sekarang keadaan kamu gimana?'' tanya Arya


'' Aku baik-baik aja pa. Cuma sedikit pusing sama mual aja, '' Jawab Ayana


'' Ya uda kamu rebahan aja. Jangan lupa makan ya sayang. Kamu istirahat gih, '' Ucap Mira lalu melambaikan tanganya.


Ayana pun membalas lambaian tangan itu, Lalu panggilan itu pun berakhir.


Lisa pun kembali melanjutkan makanya. Dan tiba-tiba terdengar bel berbunyi.


Ijah pun buru-buru berlari untuk membukakan pintu.


'' Assalamu'alaikum selamat pagi, '' Sapa Randy yang membawa bingkisan dalam paperbag


'' Hay, pagi. '' Jawab Lisa dengan senyuman


'' Walaikumsalam, pagi Randy. Apa kabar kamu. Udah lama banget gak main kesini? '' Tanya Arya


Semua orang yang ada di sana pun mengangguk. '' Mari ikut sarapan. '' ajak Mira


Meski Randy sudah makan tadi tapi untuk menghargai tawaran keluarga Lisa Randy pun ikut makan dan mengambil secukupnya saja.


Sejak kedatangan Randy, wajah Lisa berubah menjadi cerah ceria sperti terlihat kembali aura bahagianya. Pantas saja akhir-akhir ini dia gak sefres hari ini ternyata ayang nya gak ada di rumah.


Mereka pun menikmati sarapan itu Bersama-sama.


***


Sejak pergi jalan bersama tempo lalu. Kini Olivia berubah menjadi lebih baik lagi. Begitupun kedua orang tuanya yang tidak lagi menuntut lebih perihal kepribadian dari anaknya.


Mulai kali ini, Olivia sudah kembali tinggal bersama kedua orang tuanya. Hanya saja hubungan nya dengan adam tidak pernah putus mereka masih tetap bertukar kabar lewat pesan.


'' Kamu mau kemana hari ini? '' Tanya papa Olivia


'' Kekampus. '' Jawab Olivia


'' Gimana hubungan kamu dengan Adam? '' Tanya mama Olivia


'' Baik. '' Jawab Olivia singkat


Papa Olivia pun meletakkan sendok nya dan memangku tangan nya di bawah dagu. '' Olivia, '' Panggil papa Olivia. Olivia pun menatap sekilas lalu melanjutkan makanya lagi. '' Jika kamu ingin menjalin hubungan serius dengan Adam kami sudah tidak mempermasalahkan lagi. Silakan, tentukan apapun yang buat kamu bahagia. '' Ucap papa Olivia

__ADS_1


Olivia pun terdiam sejenak lalu melanjutkan makanya lagi.


'' Iya Olivia, maafkan kami jika kami terlalu keras padamu. Kami hanya ingin yang terbaik. Tapi nyatanya kami salah, dan mulai detik ini hingga nanti kami tidak lagi meminta mu untuk menuruti kemauan kami. '' Sahut mamanya


'' Iya, '' jawab Olivia masih dalam posisi wajah datarnya.


Kedua orang tua itu pun hanya bisa menghela nafasnya, Ternyata melembutkan hati anak nya itu begitu sulit. Dan kedua orang tua itu pun memutuskan untuk tidak melanjutkan obrolan mereka. Karna respon dari Olivia pun hanya diam.


***


Kandungan Andini semakin hari semakin besar kini sudah memasuki trimester ketiga dan itu tandanya hanya hitungan bulan dia akan melahirkan. Kini Andini sudah tidak lagi lemah seprti dulu hatinya sudah semakin tegar. Dia tidak lagi pesimis akan kehidupan yang dia jalani. Jikapun nangi Arga tidak bisa menemani nya untuk proses melahirkan Andini sudah siap menjadi orang tua tinggal untuk calon anaknya. Dan dia sudah bertekat akan membesarkan anaknya sendiri hingga Arga bebas nanti.


Sperti biasa Andini memasak makanan untuk dia bawa menjenguk Arga. Agar laki-laki itu terus merasa di perhatikan dan bisa terus melihat tumbuh kembang calon anaknya.


Membutuhkan waktu sekitar 30 menitan. Akhirnya Andini pun sampai di bui. Dia pun masuk seperti biasa dan menemui Arga di dalam. Dan petugas pun memanggil Arga untuk menemui Andini.


'' Selamat pagi, '' Sapa Andini


'' Pagi, '' Jawab Arga yang baru saja potong rambut. Kini rambutnya sudah pendek sekali. Bisa di katakan gundul namun masih ada rambutnya


'' Kamu potong rambut? '' Tanya Andini melihat penampilan baru dari ayah anaknya itu


Arga tersenyum. '' Iya, lucu ya. Jadi kaya tuyul gitu, '' Jawab Arga sambil membuka makanan yang di bawa Andini badanya sekarang makin gemukan tidak seperti awal-awal dia ada di sana.


Arga makan dengan lahap makanan itu.


'' Kurang dari 5 bulan aku melahirkan, Mungkin nanti aku jarang banget jengukin kamu. '' Ucap Andini di sela-sela makanya Arga.


Arga pun memelankan Kunyahan nya.


Tidak menjawab dia pun melanjutkan lagi makanya hingga habis. Lalu menutup lagi kotak makanan itu.


Setelah nya Arga pun meminta Andini untuk menghadap nya.


'' Semoga kelahiran anak kita lancar ya, '' Ucap Arga lalu dia menatap kearah perut Andini yang sudah terlihat menonjol.


'' Sayang, maafkan papa mu ya, yang tidak bisa menemani mama mu di setiap harinya. '' Ucap Arga sambil terus menatap perut itu. Andini pun meraih tangan Arga dan menaruhnya di perutnya


Arga pun tidak bisa menghilangkan rasa sedihnya tiba-tiba saja bulir bening itu menetes begitu saja. Arga mengusap lembut perut itu dengan senyum yang melebar dan mata yang memerah menahan tangis. Andini hanya bisa mengusap punggung Arga untuk menenangkan nya.


'' Aku boleh mencium nya? '' Ucap Arga. Andini pun mengangguk. Arga mengecup lama perut Andini. Seakan dia sedang mencurahkan rasa di hatinya kepada sang buah hati. Setelah nya dia mengusap sebentar lalu kembali menatap Andini.


'' Tahanan di sini udah penuh. Dan kemungkinan besar akan ada yang di pindah tempakan. Dan aku akan menjadi salah satunya, kamu gak papa ya. Maafkan aku karna aku kamu jadi susah, '' Ucap Arga sambil menatap Andini


Andini pun tersenyum walau di hatinya begitu teriris namun Andini mencoba kuat dan tegar sperti apa yang sudah di niatkanya.


'' Iya gak apa-apa. Kamu juga harus kuat ya. Apapun yang kamu jalani sekarang itu karna kamu orang yang bertanggung jawab. Jika nanti kamu di pindahkan jauh, mungkin aku akan semakin sulit untuk menjenguk mu. Tapi aku akan usahakan untuk itu. '' Ucap Andini


Arga pun menggeleng. '' Tidak. Tidak perlu, aku tidak mengizinkan nya. Kamu harus fokus dengan kandungan mu, dan jangan pikirkan aku di sini. Jika kamu melanggarnya aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. '' Ucap Arga


'' Baiklah, jika itu maumu. Aku tidak akan memaksa. Tapi selagi kamu masih di sini aku akan terus kemari, '' Jawab Andini


Arga pun mengangguk. Lalu petugas pun datang menghampiri meminta Arga untuk masuk kembali. Mereka berdua pun saling melambaikan tangan.

__ADS_1



__ADS_2