Love Is Back

Love Is Back
Menjelang acara


__ADS_3

Olive kembali kembali masuk ke dalam rumah wanita hamil itu menuju dapur saat melihat ibu mertuanya berada di sana.


"lagi apa Mah?" Olive berdiri di samping Leard.


Leard menoleh dan tersenyum. "Mama lagi buat bubur kacang hijau, papamu tadi yang minta buatin." Jawab Leard sambil mengaduk bubur didalam panci.


Olive menatap kearah panci yang mengeluarkan asap panas itu, dan aroma yang keluar dari bubur itu membuatnya menelan ludah.


Leard menoleh kesamping dan tidak sengaja melihat Olive yang menatap kearah panci yang masih diatas kompor itu.


"Kamu mau mencobanya?" tanya Leard membuat Olive tersadar dan menatap ibu mertuanya dengan cingiran.


"Boleh mah?" tanya Olive.


"Tentu saja boleh sayang, mama sengaja buat banyak karena ada kamu. Kata orang dulu, kalau suka mengkonsumsi kacang hijau saat hamil rambut si bayi akan hitam dan lebat, lagipula kacang hijau juga bagus untuk ibu hamil karena Kacang hijau merupakan salah satu sumber folat yang baik. Nutrisi ini sangat dibutuhkan selama masa kehamilan kamu hingga sering disebut sebagai zat pahlawan bagi ibu hamil. Folat berperan dalam pertumbuhan dan pekembangan." Jelas Leard manfaat kacang hijau untuk ibu hamil.


"Nah ini, habiskan ya. biar cucu Oma sehat." Leard memberikan semangkuk bubur untuk Olive.


"Makasih Mah, Olive senang bisa tahu kandungan kacang hijau dari Mama." Ucap Olive dengan tulus.


"Iya sayang," Leard mengusap kepala Olive saat sudah duduk dikursi. "Mama sih berharap kamu tinggal disini selama hamil, Mama ingin menemani kamu saat hamil begini." Ucap Leard dengan tatapan sayang kepada Olive.

__ADS_1


"Maafkan Olive Mah, jika Olive jangan main kerumah Mama." Olive jadi merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu disini." Leard ikut duduk dan menemani Olive makan bubur.


Keduanya sedikit berbincang ringan seputar kehamilan dan makanan apa yang harus dikonsumsi ibu hamil. Mengingat ibu mertuanya sudah berpengalaman Olive tidak sungkan untuk bertanya.


Dikantor Ando sedang menemani Nathan untuk rapat bulanan bersama petinggi perusahaan. Mereka selalu mengadakan rapat untuk membahas perkembangan bisnis yang mereka jalankan, dan saat ini Adhitama Grub masih dengan tahtanya di nomor satu. Dan itu cukup membuat para petinggi merasa senang, karena mereka yang berinvestasi pasti akan mendapat untung besar.


Setelah dua jam berkutat dengan berkas dan laporan kini keduanya bisa bernapas lega. Karena tidak ada kendala yang berarti. Mereka akan senang jika investasi mereka menguntungkan besar, tapi akan menggonggong saat pemasukan mereka menurun.


"Nat, gue pulang cepat ya.." Ando mengikuti Nathan masuk kedalam ruanganya.


Kedua pria yang sama-sama akan menjadi papa itu duduk dikursi masing-masing.


"Hm, gue juga. Ayana sudah mengomel karena gue berangkat kekantor bukanya bantuin di rumah mertua." Nathan menghela napas saat melihat banyak chat dan panggilan masuk dari istrinya.


Ando tertawa. "Lagian lu adik ipar nikah bukanya bantuin malah sibuk kerja." Ledek Ando.


"Ck, bikin gue tambah kesal tau ngak ocehan lu." kesal Nathan.


Ando masih saja tertawa. "Yaudah deh, gue selesain pekerjaan gue, jangan sampai bini gue sama kek bini lu, kalau gue pulang telat." Ucap Ando yang meninggalkan ruangan Nathan untuk kembali keruangannya.

__ADS_1


Sedangkan ditempat yang berbeda. Tepatnya dikamar Niko, pria itu mondar-mandir tidak jelas sambil memegang ponselnya. Gelisah dan juga merasa gugup itulah yang dirasakan Niko saat menjelang akad nikahnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dari luar, dan masuklah ibu hamil yang perutnya buncit melebihi kehamilan pada umumnya, karena bayi yang dia kandung adalah bayi kembar.


"Heh, bumil kerjaan lu makan terus." Ucap Niko yang melihat Ayana masuk kedalam kamarnya dan membawa Snack di tangannya.


Ayana hanya diam tidak menjawab, wanita hamil itu langsung duduk ditepi ranjang Niko.


"Ibu hamil bawaannya lapar, apalagi ada dua bayi didalam sana yang saling berebut." Ucap Ayana tidak mau di ledek.


"Cih, alasan."


Ayana hanya melengos. "Eh Ay, coba kamu hubungi loli." pinta Niko pada Ayana yang duduk dan sambil makan snack yang dia pegang.


"Pamali lagi dipingit." Jawab Ayana.


Niko mendelik tajam. "Mitos? MENTOS KALI PERMEN..!"


PLAK..

__ADS_1


PLAK


PLAK


__ADS_2