Love Is Back

Love Is Back
Tarik napas, keluarkan


__ADS_3

Ando baru saja keluar dari kamar mandi, kini status pria itu sudah tak lagi bujang apalagi perjaka, karena seorang Casanova penjelajah gunung dan lembah tidak ada yang namanya perjaka.


Melihat Olive tidur, Ando keluar untuk menemui Boby, karena anak buahnya itu sedang menunggunya di luar.


"Bagaimana?" Tanya Ando yang sudah duduk dikursi tunggu depan ruangan Olive dirawat.


Boby juga ikut duduk dengan jarak satu kursi dari Ando duduk.


"Semua berjalan seperti yang anda inginkan bos, mereka mendapatkan hukuman yang setimpal, Bisma juga mendapat tambahan hukuman lantaran percobaan pembunuhan." Tutur Boby.


Ando hanya mengaguk saja. "Baiklah, kau dan anak buahmu tetap awasi mereka, karena mungkin mereka masih melakukan sesuatu lewat orang lain."


Boby mengiyakan, dirinya beserta kuasa hukum yang Ando kenal, sudah mengurus semua kasus yang menjerat Aminoto bersama Bisma putranya, bukti yang mereka kumpulkan cukup akurat, apalagi mereka membawa banyak korban dari perbuatan Aminoto.


"Yasudah bekerjalah dengan baik, karena gajimu sesuai dengan pekerjaan mu." Ucap Ando sambil menepuk dua kali bahu Boby.


Ando berdiri, diikuti boby. "Bos selamat menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai kakek nenek." Ucap Boby tiba-tiba.


Ando tersenyum, "Terima kasih karena masalah ini aku jadi cepat melepas masa lajang." Jawabnya dengan senang.


"Ingat bos, istri Anda sedang sakit. jangan khilaf si Otong kan suka lubang-lubang bergoa." Ucap Boby sambil melenggang kabur.


"Sialan kau Bob, Otong lu juga suka goa, ngatain gue lagi." Kesalnya yang melihat Boby menjauh sambil tertawa meledeknya.


Ando kembali masuk kedalam, mendekati ranjang Olive, gadis itu masih terlelap.


Dokter memperbolehkan Olive pulang besok, karena masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengetahui masih atau tidak adanya reaksi racun yang Olive minum.

__ADS_1


Jam menujukan pukul delapan Malam, keluarga Olive sudah pamit dan mempercayakan Olive untuk Ando jaga. Sedangkan kedua orang tua Ando pulang kehotel tempat mereka menginap di Surabaya.


Ando perlahan naik keatas bed yang Olive tiduri, bed khusus yang muat untuk dua orang. Karena sudah sah dan pengantin baru otomatis Ando sudah bisa dong tidur sambil peluk.


"Kenapa dengan cara seperti ini kita bisa menikah." ucap Ando yang merasa sedih sekaligus senang.


Sedih karena keadaan Olive yang mengalami keracunan dan hingga keadaannya kritis, beruntung gadisnya bisa melewati masa kritis itu. Senang karena musibah sekarang membawanya menuju kata sah.


"Emm." Merasa tidurnya terusik Olive membuka matanya, setelah minum obat gadis itu tertidur.


"Maaf aku mengganggu tidurmu." Ucap Ando yang tanganya mengusap punggung Olive.


"Em, tidak apa-apa." Jawab Olive sambil bergumam


Memiringkan tubuhnya, menghadap kearah Ando untuk mencari kehangatan.


Ando tersenyum melihat istrinya mendusel dibagian dadanya. "Kenapa begitu, bikin geli sayang." Ucap Ando saat Olive menggesekkan hidungnya di dada Ando.


"Wangi apa, aku tidak pakai parfum." Ucap Ando sambil menjauhkan kepala Olive. "Semakin lama kamu seperti itu membuat belalaiku dibawah sana turn on."


Olive reflek menuduh kebawah dimana dirinya menatap bagian bawah perut Ando


"Heleh, tanpa di pancing saja belalaimu sudah turn on." Ceplos Olive membuat Ando gemas.


"Sekarang kamu pintar ya." Ando mencubit hidung Olive, dan menggoyangkannya kekiri dan kanan.


"Ish, kak sakit." Olive menepis tangan Ando, dan kembali mendusel Kebagian dada Ando.

__ADS_1


"Eh mau apa?" Tanya Ando yang terkejut saat Olive membuka kancing kemejanya.


"Sayang kamu masih sakit tidak boleh melakukan olahraga berat, jika ingin cepat sembuh." Ucap Ando dengan jantung yang sudah berdebar kencang saat Olive sudah melepas kancing baju pasiennya yang dia kenakan sampai tiga.


"Ndut, jangan mencoba membangunkan belalai jika tidak_"


"Apa?" Olive menatap Ando dengan tatapan mengintimidasi, membuat Ando menelan ludahnya kasar.


"Ti-tidak, lakukan saja apa yang kau inginkan." Katanya dengan terbata.


Melihat wajah Olive membuat Ando menciut.


"Ya sudah diam saja, aku tidak akan menganggu belalaimu, jika kamu tidak berulah." Tukas Olive langsung mencari posisi enak, dimana dirinya suka mencium aroma tubuh Ando yang tanpa parfum, baginya lebih membuatnya merasa nyaman dan hangat.


Mendengar dengkuran halus dari bibir Olive, membuat Ando menarik napas frustasi. Jika seperti ini bagaimana dirinya bisa tidur dengan nyenyak.


"Ini namanya kamu nyiiksa aku sayang." Ucap Ando mencoba untuk tidak terpancing.


Bagaimana tidak terpancing belalainya jika model Olive tidur membuatnya tak nyaman.


Kaki kanan Olive, menimpa paha Ando, dan wajah Olive menempel pada dadanya yang terbuka, tentu saja napas hangat Olive begitu terasa menimpa kulitnya, dan tanpa sengaja membuat dirinya terpancing.


"Tarik napas, keluarkan perlahan. tarik lagi keluarkan dan_"


Bruuutttt


"Ya Tuhan plong sekali." Ucapnya merasa lega.

__ADS_1


.


Tengah malam jangan lupa kembang kopinya 🤣


__ADS_2