
Satu bulan berlalu...
"Ndo lu atur jadwal gue untuk besok." Ucap Nathan pada Ando yang berdiri didepannya.
"Mau kemana lu?" tanya Ando yang menunjukan wajah kesalnya.
Akhir-akhir ini Nathan sering membatalkan metting atupun pertemuan dengan klien, padahal dirinya sudah membuat jadwal sebaik mungkin.
"Ck, apa kamu lupa jika besok aku ada acara di sekolah istriku." Ucap Nathan sambil menatap Ando kesal.
Ando melihat layar tab yang tertera tanggal dan hari, dan dirinya baru mengingatnya.
"Sial!" Ucapnya yang malah mengumpat.
"Kau mengataiku!" Kesal Nathan yang mendengar ucapan asistennya itu.
"Ck, kenapa kamu tidak bilang jika istrimu besok wisuda sekolah." Kesal Ando.
Nathan memincingkan mata. "Untuk apa aku bilang, Ayana istriku bukan istrimu." Ketus Nathan membuat Ando mendengus.
"Bukan itu Nat, tapi_"
"Terserah, yang jelas untuk dua hari kedepan gue cuti." Putus Nathan membuat Ando mendelik.
Pasalnya Ando melupakan jadwal Nathan sebagai kepala yayasan di sekolah tempat Istri dan Olive sekolah.
Dan sudah dua hari berturut-turut Ando mencari keberadaan Olive tapi gadis itu seperti hilang membuatnya frustasi.
__ADS_1
Karena sejak kejadian itu, Ando belum pernah bertemu dengan Olive, dan dirinya belum meminta maaf sama sekali.
Ando keluar dari ruangan Nathan, pria itu sibuk dengan ponselnya, entah apa yang dia lakukan dan membuatnya pusing untuk memilih sesuatu.
"Ini saja." Ucapnya dengan bibir terseyum, Ando menyiapkan hadiah untuk Olive saat wisuda besok sekaligus bentuk rasa bersalah dan juga permintaan maafnya, Ando memilih sesuatu yang pasti akan membuat gadis itu senang.
.
.
Hari kelulusan pun tiba, dimana semua murid dan wali murid datang untuk melihat siapa saja diantara murid yang berprestasi, tidak lupa sekolah mengadakan acara kelulusan dengan mengundang salah satu band yang lagi hits dan digilai semua kalangan.
Ando datang saat acara sudah selesai, dimana dirinya yang baru saja menghadiri metting menggantikan Nathan. Dan dihalaman sekolah dirinya melihat para murid sedang berfoto bersama sahabat dan keluarga.
Ami yang sedang berfoto melihat Ando yang berjalan mendekatinya, pria itu membawa buket bunga.
"Hm." Ando melihat kebelakang, dimana matanya sendang mencari seseorang.
"Kak Ando cari Olive?"
Ucapan Ami membuatnya menatap Istri dari sahabat sekaligus atasanya itu.
"Iya, apa dia ada?" Jawabnya sambil bertanya.
"Apa kak Ando tidak tahu jika Olive sudah satu minggu tidak masuk, dia pergi ke Surabaya."
Deg
__ADS_1
"Surabaya?" Ucap Ando yang langsung di angguki oleh Ami.
Hati Ando mencolos, selama satu bulan dirinya tidak bisa menemui Olive, dan kini saat ada kesempatan dirinya tidak tahu jika gadis itu sudah tidak ada lagi di Jakarta.
Ando menatap kotak kecil yang ada ditangannya, pria itu merematnya dengan gejolak hati yang terasa sesak.
Setelah mendatangi sekolah dan tidak mendapatkan hasil untuk menemui Olive, Ando memilih kembali kekantor.
"Pak, ada yang menunggu anda didalam." Ucap Sinta ketika melihat asisten atasanya tiba.
Ando mengangguk, pria yang biasanya banyak bicara kini menjadi pendiam, Sinta yang melihatnya merasa aneh.
"Sayang." Sofi langsung berdiri ketika melihat kekasihnya tiba.
Ando hanya diam ketika Sofi memeluk dan mencium bibirnya sekilas, membuat Sofi bisa merasakan sifat dingin Ando yang belakangan ini semakin ketara.
"Aku bawakan makan siang, ayo kita makan." Ucap Sofi dengan terseyum. Sebisa mungkin dirinya akan membuat Ando kembali hangat seperti dulu.
"Kau makan saja aku sudah makan." tolak Ando dengan berbohong, moodnya buruk bahkan dirinya sama sekali tidak berselera makan.
Ando memilih duduk dikursi kerjanya, pria itu kembali berkutat pada pekerjaan.
"Sayang apa kamu ada masalah?" Tanya Sofi yang sudah duduk diatas pangkuan Ando.
Ando menghentikan kegiatannya, menatap wajah Sofi yang juga sendang menatapnya.
"Lebih baik kau pergi, dan hubungan kita berakhir."
__ADS_1
Deg