
Suasana Mall begitu ramai, padahal hari ini bukanlah hari libur, tapi pengunjung begitu padat. Hingga mereka bertiga kesulitan untuk jalan.
'' Sebenarnya ini Mall lagi ngadain acara apa sih? Kok rame banget. '' Ucap Lisa yang sempet berdesakan dengan pengunjung
'' Iya lo, mana panas banget lagi, '' Keluh Velly
Ayana dan Lisa pun reflek berpandangan, suasana Mall yang segitu dingin ya bisa-bisanya Velly kepanasan. Kan aneh.
'' Adem kaya gini lo bilang panas? '' Tanya Lisa
'' Lo gak liat nih keringet gue di dahi! '' Sengol Velly yang ternyata bener saja di dahi Velly sudah penuh dengan keringat.
'' Tapi emang iya Lisa. Kalo ibu hamil tua itu emang hawanya suka panas gitu. Gampang gerah maksudnya, '' Jelas Ayana yang sedikit-dikit dia sudah mempelajari nya.
Lisa pun manggut-manggut. '' Ya udah kalo gitu kita langsung ke toko keperluan bayi aja, biar gak kelamaan. Kasian ni bumil kalo kelamaan, '' Ucap Lisa
Keduanya pun menurut dan mencari toko khusus keperluan bayi. Dan tidak terlalu jauh mereka pun sudah menemukan toko itu. Lisa yang begitu sampai langsung exited melihat segala pernak pernik anak perempatan yang begitu bagus dan keren-keren.
'' Gila! Ini keren banget sih? Ya kan Ay? Ya kan Vell? '' Tunjuk Lisa sebuah baju berukuran mini dalam bentuk payung namun hanya memiliki satu buah lengan.
Ayana pun terkekeh melihatnya. Sementara Velly melihatnya tidak suka.
'' Lo pikir bayi baru lahir langsung mau konser. Pake segala lo mau pakein baju kaya gitu. '' Ucap Velly
Lisa pun meletakkan kembali baju itu dengan wajah datar tak suka dengan jawaban Velly.
'' Udah, udah. Jangan ribut lagi. Kalian ini kalo ketemu terus aja kaya gini. Sekarang yang mau kamu cari itu apa aja Velly, biar kita bantu buat ambilin. '' Ucap Ayana menengahi. Jika tidak begitu pasti keduanya akan lanjut ke ronde selanjutnya.
Velly pun terlihat mengehka nafasnya.
'' popok, bedong sama kaos kaki bayi terus baju celana bayi yang masih imut-imut gitu bentuknya, '' Jawab Velly
lalu Lisa pun melihat jenis pakaian yang di ucapkan oleh Velly.
'' Kaya gini? '' Tunjuk Lisa
'' Nah! Iya kaya gini. '' Jawab Velly lalu mengambilnya.
'' Mau beli seberapa banyak? '' Tanya Lisa
'' Jangan banyak-banyak juga. Kan kepakenya juga gak lama. '' Balas Velly.
Kemudian mereka pun sibuk memilih apa yang akan di beli oleh Velly. Sekitar satu jam Mereka pun sudah selesai berbelanja dan tinggal membawa ke kasir untuk di bungkus dan di bayar
Di rasa lelah setelah sejam berbelanja. Mereka bertiga pun memutuskan untuk istirahat makan di resto di dalam Mall itu.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka pun langsung pulang.
'' Nanti anterin aku ke rumah sakit aja ya, soalnya ayah mau ada cekup. '' Ucap Ayana setelah masuk kedalam mobil
'' Ok. '' Jawb Lisa.
Velly yang kelelahan pun memilih tiduran di kursi belakang. Dia sekejap memjamkan matanya.
'' Guys, nanti kalo ada minimarket berenti ya, gue mau beli cemilan. Sama kebutuhan dapur gue juga abis. '' Ucap Velly dalam pejam nya
Lisa pun hanya berdeham saja. Namun Ayana menoleh kebelakang dia melihat jika Velly sedang memejamkan matanya. Terlihat sekali wajah lelahnya. Di tambah lagi perut besarnya yang terlihat begitu bulat menonjol. Terlihat lucu bagi Ayana. Dia sempat memikirkan jika yang sedang tidur itu dirinya. Pasti rasanya nikmat sekali bukan. Lisa yang melihat Velly dari spion depanya pun terkekeh kecil. Namun segera di senggol oleh Ayana agar Velly tidak tersinggung di buatnya.
Lisa pun menghentikan mobilnya karna sudah menemukan minimarket yang di minta Velly.
'' Vell, udah sampe. Cepetan mau cari apa lo? '' Ucap Lisa
Velly pun membuka matanya, dan benar saja mereka sudah sampai. Velly pun turun dan menenteng tasnya. Namun Ayana puj ikut turun spertinya nunggu di mobil kurang menyenangkan. Melihat Ayana yang ikut turun Lisa pun mengikutinya.
Kini mereka sudah masuk kedalam minimarket untuk mencari bahan kebutuhan mereka Masing-masing.
Sibuk mencari apa yang mereka butuhkan. Tiba-tiba saja Lisa melihat seorang perempuan yang tidak asing lagi di matanya. Tapi anehnya perempuan itu dalam bentuk yang berbeda. Perut perempuan itu kini sudah membesar. Karna penasaran Lisa pun memanggil Velly dan juga Ayana.
Mereka bertiga kini sedang melihat kearah perempuan yang sedang mengambil eskrim di wadahnya.
'' Itu kan Andini, '' Ucap Ayana
Lisa pun langsung mendapatkan towelan dari Velly. Malas berpikir lama-lama. Akhirnya Velly pun langsung menghampiri kearah Andini. Melihat Velly kearah Andini dua orang itu pun mengikuti.
'' Hay, apa kabar? '' Sapa Velly
Andini yang masih sibuk memilih eskrim pun terkaget dia pun melihat siapa yang menegurnya.
'' Eh, kalian. Kabar ku baik. Kalian apa kabar, '' Jawab Andini yang masih inget betul dengan raut wajah ketiganya.
'' Baik, kamu hamil ya? '' Tanya Ayana
Andini pun tersenyum lalu mengangguk.
'' Kamu tinggal di mana? Suami kamu kerja apa, kok kamu sendirian gak di temani. '' Tanya Lisa
Andini pun menunduk. Lalu tak lama dia berani menatap kearah ketiganya secara bergantian. Dia rasa dia harus jujur. Siapa tau saja kejujuran nya bisa mengundang kebaikan.
'' Ini anak kak Arga, '' Jawab Andini
Deg!
__ADS_1
Ketiganya pun sontak melongo mendengar jawaban itu. Anak Arga? Yang bener saja. Berarti mereka berdua sudha punya hubungan lama. Jika sampai Andini hamil begini.
'' Sekarang kita ngobrol di luar. Gue penasaran banget deh sama cerita lo. '' Velly menarik tangan Andini dan di ikuti oleh Lisa dan juga Ayana
Kini mereka berempat duduk di depan minimarket yang mana di depannya itu ada meja dan tempat duduk.
'' Sekarang lo jelasin sama kita. Gimana bisa itu anak nya Arga. Lo tau kan Arga sekarang di mana? '' Ucap Velly serius.
Andini mengangguk.
'' Iya kak. Aku tahu. Jadi gini... '' Ucap Andini menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga kini Arga mendekam di p*nj*r*
Ketiganya kompak menggelengkan kepalanya. Karna merasa tidak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Andini.
'' Jadi gitu ceritanya. Astaga Andini. Ternyata, '' Jawab Lisa
Ayana yang sedari tadi mendengar kan pun merasa begitu iba. Tapi bagaimana pun Arga memang salah dan dia wajib menerima hukuman itu. Tapi jika di lihat dari Andini rasa iba itu muncul kembali.
'' Iya kak. Jadi sekarang aku tinggal di apartemen nya kak Arga. Aku kerja bersih-bersih di sana. Pak Johan juga sering kok main kesana buat kasih uang bulanan dan belanja buat aku Masakin kak Arga.'' Jawab Andini
'' Jadi lo sering banget jengukin Arga? '' Tanya Velly
Andini mengangguk. '' Hampir setiap hari, '' Jawabnya
'' Dia juga tau kalo ini anaknya? '' Tanya Lisa lagi
Andini pun mengangguk.
'' Iya kak tau. Karna awalnya pun dia yang minta aku buat periksain kandungan ku. Dan di situ lah aku taunya, tadinya aku gak sadar kalo aku lagi hamil. '' Jawab Andini
Ketiganya pun mengangguk-anggukan kepala nya setelah paham dengan apa yang di alami oleh Andini.
'' Kamu yang sabar ya, yang kuat. Semoga kalian berdua sehat-sehat ya sampe nanti lahiran. '' Ucap Ayana sambil mengusap perut Andini.
'' Iya kak terimakasih. '' Jawab Andini
'' Gimana keadan bayi lo, sehat kan? '' Tanya Lisa
'' Sehat kak. Alhamdulillah, cuma suruh banyakin konsumsi es krim aja. Makanya kau kesini buat beli eskrim. '' Jawab Andini
'' Oh, Ya udah kalo gitu lo lanjutin belanjanya gue juga mau lanjut belanja. Btw makasih ya udah mau cerita sama kita. '' Ucap Velly
'' Iya kak. Sama-sama, biar kalian gak salah paham juga sama aku, '' Jawab Andini tersenyum
Setelah nya keempatnya pun masuk kembali ke dalam untuk meneruskan belanja.
__ADS_1