Love Is Back

Love Is Back
Pria pikun


__ADS_3

Ando pulang dari kantor sudah larut malam, karena cuti tiga hari dirinya harus kerja lembur, menyelesaikan pekerjanya yang ditunggu Nathan, meskipun begitu Ando tetap bertanggung jawab. Dirinya menyelesaikan pekerjaan dateline yang Nathan minta.


Sampainya diaparteman, Ando mencari keberadaan istrinya, tapi tumben sekali sepi. Biasanya Olive selalu menunggunya di ruang TV mekipun dirinya tertidur dan TV yang masih menyala.


Tapi sekarang kok tidak ada, kemana wanitanya itu? pikir Ando dengan masuk kedalam kamar.


Langkahnya yang lelah tidak mempedulikan keadaan sekitar yang sepi, Ando yang begitu lelah langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan tidak menunggu lama matanya terpejam masuk kedalam mimpi.


Sedangkan ditempat yang berbeda dan dikamar yang berbeda, Olive tidak bisa menghubungi suaminya sejak sore tadi, wanita itu cukup gelisah memikirkan suaminya yang tidak kunjung datang. Padahal tadi pagi suaminya bilang akan pulang kerumahnya, dan sekarang Olive menunggu Ando hingga tengah malam.


"Kamu kemana sih kak, ngak biasanya seperti ini." Olive mulai berpikiran yang tidak-tidak, apalagi tempo lalu suaminya itu bertemu dengan wanita masa lalunya, pikiran Olive mulai menerawang apakah suaminya sedang ada janji bertemu wanita bernama Sofi itu lagi.


Olive menggelengkan kepalanya, tidak itu tidak akan terjadi, karena suaminya hanya akan berhasrat dengan dirinya. Tidak mungkin dia bertemu wanita lain diluar sana.

__ADS_1


Karena lelah berpikir yang tidak ada ujungnya dengan terpaksa Olive merebahkan dirinya dam menutup mata. Mungkin saja suaminya pulang keaparteman karena capek, ya itu adalah alasan logis, yang membuat Olive bisa terlelap.


Sinar matahari mulai menyingsing memasuki jendela yang gordennya tidak tertutup. Ando mengerjapkan matanya ketika merasakan silau.


Pria itu menggerang rendah sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, dan saat tangannya meraba kesamping, ternyata kosong.


"Olive..." Ando bangun dan melihat dirinya yang masih mengunakan pakaian kerja kemarin, apalagi sepatunya masih terpakai, karena sangking lelahnya Ando sampai tidak sempat untuk menggantinya.


Setelah hampir 30 menit mengguyur tubuhnya di bawah air shower Ando keluar dari kamar tidak mendapati apapun di atas ranjang, biasanya Olive sudah menyiapkan pakaiannya disana tapi sekarang tidak ada.


"Kemana dia?" tanpa pikir panjang Ando mengambil sendiri pakaian yang akan dia gunakan untuk bekerja.


Dirinya melupakan keberadaan istrinya yang sama sekali tidak dia ingat. Tunggu saja sendal jepit istri bunting pasti akan menjadi singa betina yang ganas.

__ADS_1


Ando sudah bersiap, dan dirinya menagmbil ponselnya yang terisi daya. Dan saat menghidupkannya barulah dirinya tersadar jika istrinya tidak ada di apartemen.


"Ya Tuhan celaka dua belas." Ando segera berlari keluar dari apartemen untuk mendatangi istrinya. Pria itu terus merutuki kebodohannya di sepanjang jalan. Baru kali ini dirinya lalai dalam memantau dimana istrinya.


"Ini semua gara-gara Nathan, awas aja kalau sampai Olive merajuk." Dirinya yang berbuat salah, Nathan pula yang kena.


Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak butuh waktu lebih dari 40 menit Ando sampai di depan rumah mertuanya.


Pria pikun itu merutuki kebodohannya sambil berjalan tergesa untuk masuk kerumah, tapi saat didepan pintu dan ingin mengetuk, dirinya sudah lebih dulu terkejut mendapati pintu terbuka dari dalam dan melihat istrinya yang sudah pasang badan.


"S-sayang aku minta maaf." Cicit Ando sambil menelan ludah kasar.


Hanya kepada Olive mantan pria Casanudin itu menciut, cintanya yang besar membuatnya takut jika ditinggalkan. Dan pria seperti Ando sudah paten untuk Olive.

__ADS_1


__ADS_2