Love Is Back

Love Is Back
Merindukan bibir bawahmu


__ADS_3

Ando memilih melipir keluar dari ruang rawatnya, saat kedua orang tuannya sibuk dengan kebucinan mereka.


"Ngak tau apa dimana-mana kok aku jadi obat nyamuk, udah kenyang pula jadi obat nyamuk Nat-nat." Gerutunya sambil mencari ruang rawat Olive.


"Ya salam, gue kan ngak tau si Ndut di ruangan mana. Bodoh lu Ndo." Gerutunya merutuki kebodohannya sendiri.


Berbalik badan, Ando memilih untuk menuju bagian resepsionis.


"Sucan mau tanya_"


"Maaf pak nama saya bukan sucan." Potong suster yang berjaga bagian resepsionis.


"Lah kalau bukan sucan masak sugan?" Jawaban Ando semakin membuat suster itu bingung.


"Sebenarnya bapak ini mau apa? disini tidak ada sucan maupun sugan." Ucap resepsionis itu tetap menampilkan suara ramahnya namun dengan wajah menahan kesal.


"Apa anda tidak suka dipanggil sucan?" Tanya Ando lagi semakin membuat suster itu dongkol.


"Ya ngak lah pak, nama saya Seli bukan sucan." Jawabnya yang mulai sedikit ketus.


"Ohh Seli, kek ada lagunya." Ucap Ando sambil nampak berpikir. "Seli.. kemari..guk-gul-guk ayoo lari-larii.. itu kan lagunya."


Suster itu sudah meremat kertas yang dia pegang, terlampau kesal dengan pria bule yang sangat menyebalkan didepanya itu.


"Itu heli pak, bukan Seli."

__ADS_1


Ando tertawa, dirinya memang sengaja mengerjai suster yang sejak tadi berwajah jutek itu.


"Baiklah, saya serius. Dimana ruangan Olive Sujita Nareswari berada." Tanya Ando yang sudah dalam mode serius.


Suster itu langsung mengetikkan sesuatu di depan layar komputernya, tanpa menjawab ucapan Ando.


"Pasien bernama Olive, manis diruangan ICU belum dipindahkan keruang inap." Tutur perawat itu dengan suara tak seketus tadi.


Ando hanya mengagguk, ." Baiklah, sucan alias suster cantik." Ucapnya dengan senyum smirik.


Seli yang mendengar itu, sontak tersipu malu, " Jadi sejak tadi dia memanggilku suster cantik." Ucapanya pada diri sendiri dengan perasaan berbunga-bunga.


Ando menyusuri lorong menuju ruangan ICU seperti yang tadi suster itu katakan. Perasaannya mulai tidak tenang, jantungnya kian berpacu dengan cepat.


"ICU, jadi dari kemarin kondisi Olive belum membaik." Pikiranya mulai berkenalan, Olive pasti akan baik-baik saja.


"Sus, saya mau lihat kekasih saya."


"Tapi pak, pasien tidak bisa dijenguk beliau masih dalam perawatan intensif." Cegah suster itu lagi saat Ando memaksa masuk.


"Tapi saya ingin melihatnya, tolong sus." Seorang Orlando Jaka Abisatya memohon kepada seseorang hanya untuk melihat sang kekasih yang terbaring lemah.


"Tapi tuan, pasien sama sekali tidak bisa dijenguk." Suster itu hanya menjalankan prosedur rumah sakit, dirinya tidak mungkin melanggar dan membahayakan pasien.


"Percayalah sus, saya hanya sebatas." Lagi-lagi Ando memohon. Dirinya tidak akan bisa tenang sebelum melihat keadaan Olive.

__ADS_1


Melihat wajah memelas pria didepanya, akhirnya suster itupun mengijinkan Ando untuk masuk, dengan menggunakan safety yang disediakan.


Setelah memakai pakaian khusus dan disterilkan Ando masuk kedalam dengan perasaan hancur.


Kakinya perlahan mendekati ranjang yang terdapat seorang gadis yang terbaring lemah. Banyak alat yang terpasang ditubuh Olive. Ando yang melihat merasakan sakit.


"Sayang.." Sapaan lembut Ando sampaikan di telinga Olive, pria itu menggenggam tangan Olive yang terasa dingin.


Wajah pucat Olive menunjukan jika gadis itu sedang tidak baik-baik saja.


"Bangunlah, semua baik-baik saja." Ucap Ando dengan suara bergetar.


Tidak ada yang lebih sakit dari yang dia rasakan sekarang, bahkan lebih sakit saat Olive menolak dirinya saat itu. Jika bisa lebih baik dirinya yang menggantikannya, Ando tidak akan tega melihat wanitanya terbaring lemah tak berdaya seperti ini.


"Bangun sayang, apa kamu tidak ingin membuat belalaiku merasa puas lagi." Ucap Ando dengan tidak tahu diri. "Aku merindukan semua yang ada padamu, terutama bibir bawahmu yang seksi."


Dug


Jangan lupa kembang kopi 🤣🤣


.


.


Mampir Sayang ke Karya sahabatku, dijamin ngak kalah seru juga.😍😍

__ADS_1



__ADS_2