Love Is Back

Love Is Back
Niko & Loli


__ADS_3

Loli menatap koper yang sudah sejak tadi berada didepan kakinya. Gadis itu masih menimang keputusan yang dia ambil.


"Yakin, jika jodoh tidak akan kemana." ucapnya untuk dirinya sendiri.


Loli hanya perlu waktu untuk memikirkan dan menerima Niko yang memang memiliki sifat posesif, dan Loli memiliki jiwa bebas yang belum bisa dirinya tinggalkan.


Menarik koper dan berjalan keluar apartemen, Loli menoleh kembali kebelakang, tepatnya kesebuah ranjang yang menjadi saksi percintaan mereka, dimana Niko sudah mengambil sesuatu dalam dirinya lebih dulu sebelum menikah.


"Hanya butuh waktu sendiri kak, dan maaf jika aku mengecewakanmu." ucapnya dengan satu tetes air mata yang jatuh dipipinya.


.


.


Dirumah Niko baru saja sampai dari apartemen kekasihnya.


Niko berjalan masuk untuk mencari kedua orang tuanya yang kebetulan sedang bersantai didepan tv.


"Pah, Mah." Sapa Niko yang menghampiri kedua orangtuanya.


"Tumben kamu sudah pulang Nik?" tanya Raya ibu sambung Niko.


Ibu kandung Niko sudah meninggal dan papanya menikah lagi dengan wanita bernama raya, yang tak lain adalah ibu dari wanita yang bernama Ayana istri dari Nathan Adhitama.


"Ada yang mau Niko omongin sama kalian berdua."


Niko menatap serius kedua orang tuanya. "Tumben, kamu punya masalah?" tanya Mustafa papa Niko.


Niko menghela napas sebelum bicara. "Niko ingin pernikahan kami dipercepat Pah bila perlu Minggu depan."


"Hah...!!"


Mustafa dan Raya terkejut langsung menegakkan tubuhnya.


"Kamu serius?" tanya Mustafa.

__ADS_1


Niko mengaguk. "Niko serius Pah." jawab Niko mantap.


Raya hanya diam, ini urusan anak dan papanya, Raya hanya menjadi pendengar.


"Kenapa? maksudnya ada apa? kenapa buru-buru?" Tanya Mustafa.


Niko menunduk, "Tidak apa-apa Pah, hanya saja Niko tidak mau kehilangan Loli." Jawabnya jujur.


Raya mengusap lengan suaminya, saat mendengar helaian napas berat dari suaminya.


"Ya, sudah jika itu maumu, papa akan persiapkan semua."


Mendengar itu, tentu saja Niko bahagia, "Beneran pah?" Tanya Niko.


"Lah, memangnya kamu bercanda? kalau bercanda ya sudah tidak jadi."


"Ehh, jangan dong Pah, iya jadi Niko senang dan terima kasih." Niko berdiri dan mendekati Raya untuk mencium pipi Raya.


"Eh, anak kurang ajar. main cium istri orang." Kesal Mustafa menatap tajam Niko.


"istri orang itu mamaku juga Papa." Niko hanya tertawa sambil melenggang pergi menuju luar rumah.


"Tapi mah, kira-kira kenapa nih kau meminta menikahi Loli secara mendadak seperti ini? apakah terjadi sesuatu dengan mereka berdua?" tanya Mustafa pada Raya karena Niko meminta menikahi Loli buru-buru.


Raya menghela nafas dan mengusap lengan suaminya. "Tidak usah berpikiran buruk Mas, mungkin saja Niko memang tidak ingin kehilangan Loli karena memang Niko mencintai Loli."


Mustafa hanya mengangguk saja, "ya mungkin kamu benar Mah."


Mendapati permintaannya yang dituruti oleh sang papa, Niko jelas begitu senang dengan senyum yang terus mengembang, dirinya kembali mengemudikan mobilnya menuju apartemen di mana tempat tinggal kekasihnya selama ini. padahal dirinya baru saja pulang dari apartemen tapi sudah tidak sabar untuk memberitahu Loli jika minggu depan mereka akan menikah.


"Setelah ini kamu akan menjadi milikku selamanya Loli."


Niko tidak bisa menghilangkan bayangan percintaan mereka tadi, di mana dirinya begitu bersemangat dan bergairah untuk membuat Loli menjerit dan mendesahh di bawah tubuhnya. Niko hanya tidak ingin Loli hamil diluar nikah, maka dari itu dirinya ingin cepat-cepat menikahi Loli. besar kemungkinan jika kecebong yang dia tanam di rahim Loli bisa jadi akan menjadi buah cintanya.


Tak lama mobilnya sampai di basement apartemen yang Loli tempati, Niko langsung keluar dari mobil dan menuju lift untuk naik ke flat tempat Loli berada. pria itu tidak memikirkan hal lain selain ingin memberitahu jika mereka akan segera menikah, bahkan senyum Niko tidak pudar sedari tadi Karena rasa bahagianya.

__ADS_1


Menekan kode password, Niko segera masuk setelah pintu bisa terbuka.


"Loli..!! sayang!" Niko masuk dan memanggil oli dengan tergesa-gesa, pria itu berjalan menuju kamar Loli, karena Niko yakin jikalau libur ada di dalam kamar pasti wanita itu sedang tidur.


Brak


Suara pintu yang dibuka kasar, Niko tidak melihat Loli berada di atas ranjang ataupun di dalam kamarnya.


"Loli..!! sayang..!"


Wajah Niko mulai berubah panik, saat dirinya tidak mendapati Loli di dalam kamar dan Niko berjalan menuju kamar mandi tapi tidak juga melihat wanita itu berada di dalamnya.


"Sayang kamu dimana!!" Niko kembali keluar dari kamar dan mencari Loli ke arah dapur ataupun ke bagian laundry. Tapi sama saja hasilnya Niko tidak menemukan keberadaan Loli di dalam apartemen.


Jelas Niko mulai panik dan khawatir jantungnya berdetak cepat memikirkan kemungkinan apa yang sedang Loli lakukan.


"Tidak, kamu akan meninggalkan aku Loli." rasanya hatinya begitu tersayat memikirkan jika Loli benar-benar pergi meninggalkannya, Niko mengusap wajahnya kasar dan kembali berjalan masuk ke dalam kamar.


Sampainya di kamar Niko langsung menuju lemari pakaian Loli. dan betapa terkejutnya Niko saat ia membuka pintu lemari itu, pakaian di dalamnya sudah tidak ada lagi. padahal tadi saat dirinya selesai membersihkan diri pakaian Loli masih berada di dalamnya tersusun rapi dan sekarang lemari itu kosong tidak ada apapun di dalamnya.


"Tidak." Niko menggeleng. "Tidak, kamu tidak mungkin melakukan itu padaku Loli, tidak kamu tidak akan pergi." Niko benar-benar merasakan sakit di hatinya mengingat ngat baru tadi siang dirinya begitu bahagia, Tapi kenyataannya sekarang dirinya malah sebaliknya sedih kecewa marah dan juga hancur, Kenapa Loli meninggalkannya.


Untuk kedua kalinya Niko merasa hancur dan juga kecewa dengan takdir yang diam jalani. ditinggalkan dua orang yang dia cintai bahkan ikut tidak tahu kemana dirinya akan mencari Loli sekarang ini.


Tidak ingin Loli pergi jauh, Niko berlari keluar apartemen, tujuannya untuk mencari Loli. pasti wanita itu belum jauh dari apartemen apalagi di malam hari mau ke mana Loli pergi sedangkan orang tuanya saja jarang dia kunjungi dan Niko yakin jika Loli tidak akan pergi ke rumah kedua orang tuanya.


Jangan ditanya betapa hancurnya Niko sekarang, dirinya tidak menyangka jika takdir hidupnya akan seperti ini. tidak bisakah dirinya merasa bahagia dengan orang yang dia cintai. Kenapa juga Loli tega meninggalkannya dalam keadaan seperti ini, setelah dirinya merenggut sesuatu yang berharga dalam diri Loli kini wanita itu malah pergi meninggalkannya, semakin membuat Niko merasa bersalah.


"Tidak, kamu tidak akan bisa pergi dari hidupku."


Niko mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan pria itu tidak mempedulikan keselamatannya di jalan raya, tujuan Niko hanya satu bandara. Niko tahu jika Loli suka travelling ataupun liburan, pasti wanita itu memilih liburan untuk menenangkan pikirannya, tapi bukan seperti ini caranya, di mana dirinya ditinggal begitu saja dan tidak tahu kemana Loli pergi setidaknya Niko tahu ke mana wanitanya pergi dan kemana tujuan Loli saat ini.


"Kamu marah, maafkan aku Loli aku minta maaf


" Hanya kata-kata itu yang bisa Niko ucapkan, karena hatinya merasa teriris dan sesak.

__ADS_1


.


Semangat nya ayang...ayo dong kasih semangat 💪💪


__ADS_2