
"Sepuluh menit lagi." Ando mengetatkan pelukannya pada gadis yang sudah satu jam dia dekap.
Menghirup aroma strawberry rambut Olive membuat Ando betah memeluk gadis kelebihan daging itu dari belakang.
"Sudah malam kak, aku mau pulang." Ucap Olive sambil mengigit bibir bawahnya.
Jemari Ando kembali bergerak lembut diatas kelembutannya yang terbuka.
Siapa lagi jika bukan ulah pria tua seperti Ando, yang berani membuat Olive tak berdaya dengan sentuhan yang melenakan.
"Ck, nanti saja aku masih ingin begini." Ucap Ando dibelakang tengkuk Olive.
Hangat dan nyaman itulah yang Ando rasakan, entah kenapa dirinya tidak rela jika waktunya berlalu begitu cepat.
"Nanti Mama marah kak, dan menghukum ku." Ucapan Olive sontak membuat Ando melonggarkan rangkulannya, dan menaikkan kepalanya untuk menatap wajah Olive.
"Menghukum? kenapa?" Tanya Ando yang menyangga kepalanya dengan satu tangan, dan tangan satunya tetap melingkar diperut Olive.
Olive berganti posisi terlentang, tangannya menarik selimut hingga sampai leher. "Karena pulang telat Mama suka menyuruhku melakukan treadmill selama tiga puluh menit." Olive menghela napas dalam, yakin jika pulang nanti dirinya akan berkerja keras.
Ando tergelak keras, pria itu menertawai ucapan Olive.
Bugh
"Nyebelin." Kesal Olive karena ditertawakan.
"Bagus dong, itu berarti Mama kamu ingin anak nya yang semok ini kurus."
"Ah kak." Leguh Olive saat Ando menyentuh kelembutannya.
Bibir Ando tersenyum. "Aku lebih suka seperti ini, empuk dan menggemaskan."
__ADS_1
Plak
.
.
"Ayoo Olive, sepuluh menit lagi." Ucap Susi sambil melihat timer waktu yang dia pengang.
Olive sudah bercucuran keringat dengan wajah yang lelah, benar katanya jika Mamanya akan menghukumnya dengan olah raga treadmill selama tiga puluh menit.
"Sudah mah, Olive capek." Napasnya sudah memburu, peluh membasahi keningnya.
"Jangan lelet, target bulan ini harus turun lima kilo."
Gubrak
Olive yang sudah lelah pun pasrah dan tubuhnya yang lemas merosot ke bawah dengan alat yang terus berjalan.
Olive bersadar di dinding dengan wajah menyedihkan, gadis itu benar-benar lelah.
"Ada apa?" Tanya Ando saat pintu apartemen Sofi terbuka.
"Masuklah, aku sudah memasak banyak." Sofi menarik tangan Ando untuk masuk, wanita itu begitu senang karena Ando mau datang.
Ando menatap meja makan yang minimalis yang tersedia banyak makanan. "Kamu yang memasak?" Tanya Ando dengan menatap wajah Sofi yang menggaguk dan mengembangkan senyum.
"Hu'um, terima kasih sudah memberikan aku pekerjaan."
Cup
Sofi mencium pipi Ando sebagai ucapan terima kasih.
__ADS_1
Ando terseyum, "Apa pekerjaan itu cocok untukmu?" Tanya Ando sambil menarik kursi untuk tempatnya duduk.
"Hm, aku nyaman kerja disana." Jawab Sofi dengan antusias.
Ando merekomendasikan Sofi pada rekanya yang membutuhkan jasa desain interior.
Keahlian Sofi yang pintar mendesain ternayata sangat dibutuhkan di kota. Hanya saja saat dikota M, Sofi tidak memiliki kenalan atau relasi, dan wanita itu memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang.
"Baguslah kalau kamu betah." Ando menyunggingkan senyum tipis, membuat bibir Sofi mengembang sempurna.
"Makanlah, ini sebagai bentuk ucapan terima kasih ku." Ucap Sofi sambil mengambilkan makanan untuk pria didepanya ini.
Ando menyuapkan makanan kedalam mulutnya. "Bagaimana? enak tidak?" Tanya Sofi penasaran dengan jawaban Ando, dirinya sengaja memasak sendiri.
"Em, lumayan. Selain pintar diranjang kamu juga pintar memasak." Puji Ando dengan tatapan mata menggoda.
Sofi terseyum malu, wajahnya merona menadapat pujian dari pria tampan dan panas didepanya.
"Jadi apa setelah ini ada hidangan penutup." Ando menyeka bibirnya dengan menggunakan tisu, tapi matanya tak lepas menatap Sofi yang sendang mengunyah makanan.
"Ma-makanan penutup?" Tanya Sofi yang bingung, karena dia tidak sempat membuatkan hidangan penutup untuk Ando.
"Ya, aku butuh hidangan penutup darimu." Ando terseyum menyeringai saat melihat reaksi Sofi yang membulatkan kedua matanya.
.
.
Sebentar lagi Bestie, si sendal jepit bakalan frustasi 🤣🤣🤣
Olive Sujita Nareswari
__ADS_1