
Setelah mendapatkan pesanan sang Istri yang meminta minuman rasa caramel, Ando pulang dengan membawa dua kantung kresek, yang terdapat tulisan nama minimarket.
"Kamu bawa apa nak?" tanya Faisal yang sedang duduk diteras dengan santai.
"Oh, ini cemilan Pah." Ando mengangkat dua kantung di kedua tangannya.
"Cemilan?" Ucap Faisal membuat Ando mengaguk.
"Untuk semua yang mau." Lanjut Ando membuat Faisal Tersenyum senang.
"Kebetulan papa lagi butuh teman untuk minum kopi." Faisal meraih kantung kresek yang Ando bawa, dan melihat isinya.
"Ini saja, cocok buat sambil ngopi." Faisal mengambil Snack satu. "Sudah sana Olive pasti menunggu." Usirnya setelah mendapat makanan.
Ando hanya mengangguk, dan kembali masuk untuk memberikan pesanan sang Istri.
Sampainya di ruang tengah, Ando kembali bertemu dengan Susi, ibu mertuanya yang melotot tajam.
"Kenapa Mah?" Tanya Ando yang melihat Susi berkacak pinggang dengan mata tajam seperti silet, bukan lagi laser. Sedikit saja menggores habislah leher Ando.
"Kau bilang Olive ngidam?" Tanya Susi masih dengan tatapan yang sama.
Glek
Ando sepertinya menyadari kesalahan saat dirinya bicara tadi.
"T-tidak." Jawab Ando terbata.
Susi memincingkan matanya. "Lalu untuk apa kau membelikan minuman yang Olive inginkan." Cecar Susi lagi yang merasa kesal.
Kesal karena Ando seperti mengeprank dirinya. Apalagi keduanya sama-sama tergagap saat menjawab, membuat Susi berpikir jika keduanya melakukan sesuatu sebelum menikah.
"Karena?" Ando nampak berpikir, jawaban apa yang pas untuk dia lontarkan. Jangan sampai jawabnya malah membuat bumerang bagi dirinya.
"Karena Olive ingin minuman kesukaannya mah, jadi Ando belikan. Mana mungkin Olive ngidam, sedangkan kami baru menikah dua hari."
Susi menurunkan kedua tangannya dari pinggang. "Awas aja kalau Olive bunting duluan." Ancam Susi.
Meskipun sudah menjadi istri, tapi Susi tidak rela jika putrinya hamil lebih dulu.
"Ck, Apa Mama tidak tahu, jika aku sampai saat ini belum menyentuhnya." Decak Ando kesal.
Susi malah tertawa, membuat Ando mengernyit bingung. Tadi saja sudah seperti ingin makan orang, sekarang malah tertawa.
"Bagus dong, Olive kan butuh pemulihan. Lagian kamu juga sedang masa pemulihan jadi wajar jika kalian belum_" Susi memperagakan kedua tangannya yang menguncup dan saling berpatukkan. "Ahhh itulah pokonya." Ucap Susi langsung melenggang pergi dan tertawa.
Ando menatap kepergian Mama mertuanya dengan senyum miring. "Mertua edan."
__ADS_1
Setelah mendapat rintangan dijalan dua kali, jangan sampai diatas ada ketiga kali, Ando ingin segera menemui Ndut nya untuk bermanja-manja ria.
Ceklek
"Sayang.." Ando terseyum senang, saat Olive masih duduk diatas ranjang sambil bersandar di bahu ranjang.
"Lihat aku bawa pesanan kamu, dan ini aku belikan juga makanan untuk menemanimu minum." Ucap Ando dengan senyum mengembang.
Olive yang melihat banyak cemilan tentu saja bahagia, dirinya rindu ngemil.
"Makasih kak, tau aja kalau aku pengen ngemil." Ucap Olive senang.
Melihat wanitanya senang tentu saja membuat Ando juga merasa senang. "Mana bisa aku lupa jika kamu suka ngemil." Ucap Ando sambil membuka Snack yang Olive sodorkan.
Olive nyengir. "Masih inget aja."
Ando mengusap kepala Olive lembut. "Istirahat, besok kita pulang ke Jakarta. Aku tidak mau melihat mu kelelahan."
Olive yang sedang menyesap minumannya hanya mengaguk.
"Aku mau ditemani kak." Ucap Olive dengan senyum malu-malu.
Ando terkekeh. "Ya sudah aku taruh makanan yang lain dibawah dulu." Ando hendak berdiri tapi tangan Olive mencegahnya.
"Sekalian titip ini." Olive menyodokkan minumanya. "Mau aku minum nanti saja." Olive tersenyum, memperlihatkan jejeran giginya yang putih.
"Dasar.." Ando menarik hidung Olive gemas.
"Uluh.. uluh.. sakit yaa yank." Ucap Ando sambil mendekatkannya wajahnya.
"Hu'um." Olive mengaguk, dengan bibir cemberut.
"Sini aku sembihin."
Cup
"Kak ihhh modus..!!" Pekik Olive saat Ando malah mencium bibirnya, Ia pikir Ando akan meniup hidungnya, tapi lihat pria tengil itu malah mencuri kesempatan.
Ando tertawa dan langsung kabur sebelum wanitanya mengeluarkan tanduk.
"Awas aja aku kerjain kamu." Olive tersenyum menyeringai.
Otaknya mulai berpikir untuk mengerjai suaminya. Olive bangun dan membuka lemarinya, mencari sesuatu yang pas untuk dia gunakan sebagai senjata.
"Nah ketemu." Senyum Olive semakin mengembang, dirinya buru-buru mengunakan barang yang dia temukan.
Setelah lima belas menit akhirnya pintu kamarnya kembali terbuka, Ando masuk sambil bersiul senang.
__ADS_1
Melihat istirnya yang sudah tertutup dibawah selimut membuat siulan Ando berhenti takut jika menganggu. Ando ingin Olive segera cepat pulih. Dirinya tidak tega melihat Olive yang belum bisa bergerak leluasa, meskipun alasan pertama karena belalai gajahnya yang belum pecah telor, tapi Ando mencoba untuk menahan hasratnya agar tidak terpancing dan harus kembali bersolo karir saat sudah memiliki Istri seperti ini.
"Gumuss." Ucap Ando sambil mencium pipi Olive.
Karena juga sudah lelah, Ando ikut membaringkan tubuhnya disamping Olive dan meraih selimut untuk dirinya juga.
"Astaga Ndut..!" pekik Ando langsung kembali duduk, padahal tadi Ando sudah siap berbaring.
Olive hanya pura-pura memejamkan matanya, dengan tidur miring dan memunggungi suaminya, bibir Olive terseyum.
Bagaimana tidak terkejut saat membuka selimut dirinya melihat pungung Olive yang putih mulus, apalagi Olive hanya mengunakan atasan kemben, jelas saja membuat Casanova cap sendal Ando panas dingin.
"Sayang." Panggil Ando sambil menyentuh bahu Olive dan menggoyangnya pelan.
"Engh, nagatuk kak." Ucap Olive dengan suara yang dibuat serak. Olive menggeliat sambil merubah posisinya menjadi terlentang.
"Ya ampun." Ando langsung mengusap wajahnya kasar.
Olive yang melirik ingin sekali tertawa, melihat wajah Ando yang sudah sangat frustasi.
"Sayang apakah malam ini malam Jumat?" Tanya Ando dengan wajah yang sepeti menahan buang air.
Olive yang matanya pura-pura terpejam mencoba membuka. "Bukan kak, kenapa?" Tanya Olive balik.
"Katanya kalau malam Jumat itu malam nikmat, tapi kenapa kamu menyiksaku sayang." Ucap Ando dengan wajah memelas.
Olive benar-benar ingin tertawa, tapi tetap dia tahan.
"Memangnya kenapa?" Olive pura-pura bingung.
"Masih tanya mengapa?!" Kesal Ando.
"Ya kenapa? aku gerah kak makanya pakai ini." Jawab Olive yang beralasan.
"Lihat ini." Ando tanpa rasa malu menurunkan celana yang dia pakai, dan menyembulah belalainya yang sudah dalam tegangan.
"Kak ihhh, malu." Olive yang kaget langsung menutup wajahnya.
"Ayolah sayang, jangan bikin aku mati penasaran malam ini." Ucap Ando merengek.
Olive masih menutup matanya. "Ngak mau, itu hukuman untuk kamu yang sudah bicara aneh-aneh sama Mama."
"Aneh-aneh apa?" Tanya Ando yang tidak mengerti. "Kenapa kamu bawa Mama segala sih, aku hanya mau bawa belalaiku ke goa mu."
Plak
bugh
__ADS_1
"Ndut.. nanti dia loyo."
"Bairin, syukurin."