Love Is Back

Love Is Back
Kebahagiaan


__ADS_3

seperti saran dari dokter, Ando memeriksakan istrinya ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter ahli kandungan, dokter yang akan memberitahunya jika memang di rahim sang istri tumbuh benih cintanya yang selama ini dia harapkan.


di saat lama menunggu kini giliran nama Olive yang dipanggil untuk masuk ke dalam, Ando begitu senang menggandeng tangan Olive untuk menemaninya di dalam.


"selamat siang tuan dan nyonya, silakan duduk sebelum kita melakukan pemeriksaan."


dokter itu pun melakukan beberapa pertanyaan untuk Alif seputar gejala-gejala yang oli rasakan ataupun terakhir di mana Olive mendapatkan masa periodenya.


Olive pun menjawab dengan lancar dan anda yang mendengarnya hanya diam karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Baiklah untuk Nyonya Olive silahkan berbaring di atas ranjang suster yang akan membantu anda."


Olive pun menurut dan berjalan menuju ranjang bahkan Ando membantunya melepaskan alas kaki yang Olive pakai. "Terima kasih Kak." Olive tersenyum tulus kepada suaminya.


"Sama-sama sayang."


Dokter dan suster yang melihat interaksi keduanya tersenyum melihat pasangan yang harmonis membuat mereka juga ikut merasa senang.


"Baiklah kita periksa untuk kehamilan ibu Olive, dari sini nanti kita bisa tahu berapa usia kandungan ibu Olive ini."


Suster mengoleskan sebuah jadi permukaan perut Olive yang masih rata, dan dokter itu pun menggerakkan alat transcunder untuk melihat janin di dalam perut Olive.


Di layar monitor tampak terlihat bulatan yang masih sangat kecil di kantung rahim Olive, dokter itu pun terus mengarahkan alat untuk memperjelas ukuran dan berapa usia kandungan Olive sekarang, Ando yang mendengarkan penjelasan sang dokter pun menatap takjub pada layar monitor yang menampilkan bulatan kecil seperti biji kacang, itukah benih kecebongnya yang hidup di rahim sang istri. sungguh betapa harunya perasaannya melihat sesuatu keajaiban yang Tuhan berikan untuk dirinya.


Setelah bertanya dan konsultasi beberapa yang tidak Olive mengerti kini keduanya sudah selesai dan kembali ke parkiran untuk menuju mobil mereka di sana.


"Sayang kata Mama jika wanita hamil pasti menginginkan sesuatu yang aneh-aneh, apa kamu menginginkannya juga?" Tanya Ando yang merasa penasaran, dirinya ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya di saat masa-masa kehamilannya yang masih muda ini titik mengingat sahabatnya Nathan pernah bercerita tentang ngidam istrinya membuat Ando meledek pria itu tidak masuk akal, tapi sepertinya ucapannya kini akan berbanding balik dengan dirinya.


Olive nampak berpikir dengan ucapan suaminya barusan, ngidam, menginginkan sesuatu titik sepertinya oli belum menginginkan sesuatu apapun dari kehamilannya sekarang.


Tapi tiba-tiba terbesit dalam hatinya dirinya menginginkan sesuatu yang mungkin mustahil, tapi yang namanya wanita hamil dan mengidam tidak ada yang mustahil jika ibu hamil menginginkannya.


"Kak Apa aku boleh meminta sesuatu?"

__ADS_1


Olive menggigit bibir bawahnya ketika mengatakannya, keduanya kini sudah duduk di dalam mobil tapi Ando belum menjalankan mobilnya.


"Sesuatu apa sayang? jika aku bisa memberikannya pasti akan aku berikan."


Olive menatap suaminya ragu-ragu, Apakah permintaannya akan dituruti.


"Aku ingin ke Ando memakai_"


Ando menatap dirinya dari pantulan cermin dengan wajah masa menahan malu, bagaimana bisa istrinya menyuruhnya untuk memakai lingerie yang pernah dirinya belikan untuknya saat hukuman 3 minggu berlalu.


kini Ando menyesal telah mengatakan akan menuruti apapun yang istrinya inginkan, tapi jika tidak dituruti pasti ibu hamil itu akan merajuk 7 hari 7 malam.


"Tidak usah senyum-senyum seperti itu, Kamu membuatku malu saja Aku ini seorang laki-laki yang akan menjadi seorang ayah tapi sepertinya harga diriku jatuh begitu saja hanya karena memakai pakaian laknat ini." ucapan Ando sambil menahan kesal dalam dirinya.


Olive hanya tersenyum menanggapi ocehan suaminya, "ini demi bayi kamu lho sayang."


Ando memancingkan mata mendengar ucapan oleh barusan. "Apa? katakan lagi kamu bilang apa?"


"bukan bukan itu."


"lalu apa, Aku tadi bilang seperti itu."


"Ck, ulangi dengan lengkap."


Olive mengerikan keningnya, "apa aku tidak mengerti?"


"kata-kata minta diulangi."


"ini demi bayi kamu sayang, gitu." Oliva micinkan mata melihat bibir suaminya yang tiba-tiba tersenyum lebar."


"ya katakan lagi kalimat di akhir tadi."


"sayang."

__ADS_1


"lagi."


"Sayang."


"Aaaaa, I love you Olive."


Keduanya berpelukan sambil tertawa, Ando melupakan kekesalannya sebelum mendengar kata sayang dari sang istri, bagaimana tidak kesal jika permintaan pertama istrinya mengatasnamakan bayi yang ada kandungannya dengan dirinya yang harus memakai ligerik ligeri yang pernah dirinya belikan untuk sang istri di saat masa hukuman selama 3 minggu dahulu, dimana selama tiga minggu dirinya bekerja keras untuk mencetak sebuah junior yang Ando inginkan.


Dan usahanya selama 3 minggu tidak sia-sia kerja kerasnya selama siang malam mengeluarkan keringat berbuah menjadi sebuah kebahagiaan yang tidak pernah anda bayangkan. dirinya yang akan menjadi seorang ayah dengan anak-anaknya nanti pasti akan sangat membahagiakan di dalam keluarga kecilnya.


Dan saatnya tiba nanti Ando akan membawa istri dan anaknya untuk tinggal di rumah besar, untuk saat ini istrinya masih ingin menempati di apartemen miliknya yang mereka tinggal di selama ini, dan untuk kuliah Olive sudah menyerahkan semua kepada suaminya apapun yang anda katakan Olive akan menuruti titik itulah janjinya setelah dirinya dinyatakan hamil oleh dokter tadi siang.


Kebahagiaan Olive juga dirasakan oleh sahabatnya Ayana Malika Ifani, wanita itu dinyatakan memiliki dua kantung bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, mereka juga merasakan hal yang sama dengan yang Anda rasakan bahkan dua kali lipat mereka lebih bahagia di saat bersamaan mereka mendapatkan rezeki anak sepasang bayi kembar.


Dan di lain tempat Loli juga merasakan hal yang sama tepatnya kebahagiaan yang mungkin baru akan dirinya dapatkan setelah menerima lamaran dari Niko Abraham, yang ternyata kakak tiri dari seorang Miami yang dulu pernah dirinya bully saat duduk di bangku SMA. Loli tidak menyangka jika dirinya akan bersaudara ipar dengan gadis yang dulu pernah dirinya bully habis-habisan, bahkan sampai hampir mencelakai gadis itu karena dianggap musuh bebuyutan oleh sahabatnya Nesya.


Tapi tapi sekarang kebahagiaan yang dia dapatkan lebih dari apapun, semua berjalan dengan baik bahkan Ami pun menerima keadaannya yang akan menjadi kakak ipar untuknya.


"Aku tidak ingin kamu tinggal di apartemen sendiri lagi, jika kamu masih ingin tinggal sendiri apartemen lebih baik kamu tinggal bersamaku di sini." Loli yang baru saja masuk ke dalam apartemennya menatap Niko tidak percaya.


Baru saja dirinya menerima lamaran dari kekasihnya ini tapi pria itu sudah membuatnya merasa terkekang.


"Tapi Kak sebelumnya kan aku memang sudah tinggal sendiri dan aku tidak apa-apa kan. lalu kenapa sekarang kamu mempermasalahkannya?"


Loli menatap Niko tidak suka, inilah yang dia takutkan jika mengambil keputusan lebih cepat atau menikah muda.


"Ck, sekarang berbeda, kamu sudah menjadi tanggung jawabku ya meskipun belum sepenuhnya, tapi aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon istriku."


"Bukankah yang lebih bahaya itu kamu, jadi lebih baik aku tinggal di sini saja dan kamu bisa pulang aku ingin istirahat Kak." Loli dengan halus mengusir Niko secara tidak langsung.


"kamu mengusirku?"


Niko menatap Loli tidak percaya, bisa-bisanya wanita itu mengusirnya dari apartemen yang dia tinggali. dia itu calon istrinya Jadi wajar jika dirinya takut terjadi sesuatu dengan Loli yang hanya tinggal sendiri di apartemen.

__ADS_1


__ADS_2