
Kedatangan Niko dan Loli dibutik disambut hangat oleh Indira yang memang sengaja menunggu mereka.
Bukankah pria bernama Niko itu juga kerabatnya, mekipun hanya hanya saudara tiri sang menantu tapi tetap saja mereka juga kerabat dekat.
"Kalian sudah sampai." Indira menyambut dengan senyum mengembang.
"Iya Tante, maaf kalau ngerepotin." Ucap Niko yang ikut tersenyum.
"Tidak apa nak, justru Tante senang bisa membantu kalian dalam acara sakral ini." Indira terseyum tulus. "Apalagi saat Nathan dan Ayana menikah, Tante tidak mengaitkan gaun resepsi mereka." Tutur Indira lagi.
Nathan dan Ayana, memang tidak mengadakan resepsi, Ayana sendiri yang tidak mau. Padahal jika mau pasti pesta pernikahan mereka akan sangat mewah.
Loli menatap wanita didepanya dengan takjub, bagiamana bisa teman sekolah yang dia buli dulu memiliki mertua sebaik ini, dan lihat bahkan memiliki butik ternama di kota.
Loli sungguh takjub melihatnya, dirinya juga tidak menyangka akan menjadi kerabat orang-orang kaya seperti mereka, perbuatan baik apa yang dia lakukan dulu hingga menuainya sekarang.
"Ayo Loli kita cobain kebaya untuk akad." Indira mengajak Loli yang masih bengong.
"Sayang.." Panggil Niko sambil menyentuh lengan Loli, yang tidak merespon.
"Eh, apa?" Tanya Loli yang tersentak.
Niko mendelik, sedangkan Loli meringis. dengan mengucapkannya kata maaf tanpa suara, hanya mimik bibirnya yang bergerak.
Indira hanya tersenyum melihat keduanya. "Sudah tidak apa-apa, ayo ikut Tante keruang fitting baju." Ajak Indira.
Loli hanya menurut tanpa bicara, dirinya terlalu sungkan dan canggung.
Dor...
Niko yang masih berdiri mematung terkejut, sampai membuatnya tersentak.
"Astaga, kamu ngagetin aja tau..!" Niko sampai mengusap dadanya yang berdebar kencang karena Ayana mengagetinya tiba-tiba.
"Hehe, kaget ya. Berhasil dong aku." Ucap Ayana tanpa rasa bersalah.
"Lagian kamu nagak takut anak kamu yang malah kaget." Ucap Niko dengan melirik perut Ayana yang sudah terlihat menonjol sangat.
"Dih, parnoan, mana ada kek gitu." Ucap Ayana dengan terseyum.
"Dimana calon kakak ipar?" Tanya Ayana sambil memainkan kedua alisnya menggoda Niko.
"Lagi di ruang ganti sama mama kamu." Jawab Niko. "Kenapa?" Tanya Niko yang melihat wajah Ayana seperti meledeknya.
"Cie, yang mau nikah. Aku curiga ini jangan-jangan Loli sudah Hamidun atau_"
"Sttt, ngomong apa kamu itu m" Potong Niko lebih dulu. "Tidak baik bicara yang tidak-tidak di depan anak dibawah umur." Terang Niko.
__ADS_1
Ayana menolak kesamping kanan kiri. Dirinyalah tidak menemukan anak-anak disana.
"Mana ada anak-anak, ngaco kamu kak." Ledek Ayana lagi.
"Ada, itu didalam perut kamu."
hah..
Seketika otak Ayana ngeblank mendengar ucapan Niko.
Didalam ruangan fiting baju, Loli tersenyum lebar dengan penuh keharuan, dirinya tidak percaya bisa memakai gaun secantik dan semewah ini.
"Kamu cantik nak, pasti nak Niko tidak berkedip saat melihatmu besok." Ucap Indira yang berdiri disamping Loli.
Keduanya berdiri didepan cermin memperlihatkan Loli yang cocok menggunakan gaun akad nikah besok.
"Tante mau kemana?" tanya Loli saat melihat Indira ingin membuka pintu kamar fiting itu.
"Mau memanggil nak Niko, kenapa?" Tanya Indira bingung.
"Em, tidak usah Tante. Aku ingin beri dia kejutan besok saat aku memulainya." Ucap Loli dengan wajah memohon.
Indira menatap sekilas, lalu tersenyum. "Baiklah, kalau begitu kamu sudah pas dengan bajunya."
Loli mengaguk dan tersenyum. "Iya Tante, aku suka. Bahkan tidak menyangka bisa memakai kebaya seindah ini." Ujarnya dengan wajah berbinar.
Indira ikut tersenyum. "Berbahagialah nak, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan." Indira mengusap pipi Loli.
Setelah melepaskan baju yang di coba. Loli dan Indira keluar, dan saat itu juga Niko dan Ayana berada didepan pintu ikut masuk.
"Loh kok udah sayang, aku belum lihat." Ucap Niko seperti protes.
"Kamu kelamaan kak, makanya udahan." Jawab Loli sekenanya.
Dia tidak ingin Niko melihat lantaran, karena kebaya yang di coba karena belahan dadanya yang rendah, tapi saat melihat kebaya itu Loli sudah jatuh cinta, jadi dia tidak ingin Niko tidak sependapat padanya, karena pasti pria itu akan mengganti pilihanya. Dan jika besok saat akad dia memakainya, maka Niko tidak ada pilihan lain dan tidak bisa berkutik.
"Masa sih, perasaan aku cuma sebentar ngobrol sama dia." Tunjuk Ayana yang mendelik kearahnya.
"Mah." Ayana menghampiri ibu mertuanya.
"Hay, kamu sudah datang." Ia Indira langsung menyambut Ayana dengan ciuman di pipi dan pelukan.
Loli hanya tersenyum melihatnya, berharap juga Raya calon mama mertuanya juga begitu.
"Iya Mah, nunggu mas Nathan lama." Keluh Ayana yang kesal karena Nathan lama sekali menjemputnya.
Indira terseyum. " Mungkin dia sibuk sayang, kalau begitu kamu tunggu diruangan Mama, disana pasti kamu akan senang, Mama sudah menyiapkan sesuatu untuk menantu dan cucu mama." Indira mengelus perut Ayana.
__ADS_1
Mendengar itu, kedua mata Ayana berbinar senang. "Okelah, kalau begini tidak boleh ditunda." Jawab Ayana semangat.
"Kak Niko, dan calon kakak ipar." Ayana menaik turunkan alisnya menatap keduanya. "Pasti kalian sudah tidak sabar untuk besok, jadi lebih baik, habiskan waktu kalian hari ini, karena aku yakin kakak ini Loli." Ayana menepuk bahu Niko. "Sudah banyak ide untuk_"
"Apa? tidak usah bicara macam-macam sana pergi." Usir Niko lebih dulu karena Ayana pasti akan meledeknya.
"Dih, ngusir. Yang ada sana kamu pergi." Usir Ayana balik.
Indira hanya tersenyum, dan Loli hanya bisa geleng kepala.
"Ponakan aunty, baik-baik ya. Jangan kaya om mu ini yang pemaksa." Loli mengusap perut Ayana.
Niko pun akhirnya pergi setelah berpamitan dengan Indira, keduanya berjalan keluar dari butik dan menuju mobil Niko kembali.
"Sayang Aku penasaran dengan gaun yang kamu coba tadi Komang Kenapa tidak menungguku sih." Kesal Niko masih membalas gaun yang Loli coba tadi.
"Memangnya kenapa Kak, besok kan kamu juga melihat aku memakainya. lagian aku juga menyukai gaunnya kok pasti kamu juga suka." Loli tersenyum lebar.
Dirinya benar-benar menyukai kebaya yang dia coba tadi. Dan Loli tidak ingin Niko menggagalkan dirinya yang memakai kebaya itu titik karena Loli tahu pria yang duduk di balik kemudi di sampingnya ini adalah pria posesif yang pasti niku tidak rela jika dirinya memakai kebaya itu dengan model belahan dada yang rendah.
"Iya, Tapi kan aku ingin melihat langsung pasti kamu cantik memakainya sayang."
"Uluuh.. so sweetnya." Loli mengusap pipi Niko dengan tangannya. "Aku yakin Kak Niko suka, Jadi tidak perlu khawatir pasti aku akan terlihat cantik besok untuk siapa lagi jika bukan untuk calon suamiku."
Mendengar itu bibir Niko tersenyum lebar, tidak menyangka jika esok dirinya akan menikah dengan wanita yang dia cintai sekarang. apalagi yang rencananya pernikahan mereka masih beberapa bulan ke depan tapi besok dirinya akan segera menghalalkan wanita di sampingnya ini meskipun mereka sudah melakukan kesalahan, tapi Niko tetap saja menunggu momen yang sakral seperti besok.
"Aku tidak sabar untuk menunggu hari esok." Ucap Niko sambil menggenggam tangan Loli.
"Heem gombal. Pasti ada sesuatu dibalik kata tidak sabar itu." Ucap Loli.
Niko tertawa mendengar ucapan calon istrinya itu. "Hm, kamu sudah mengerti apa yang aku pikirkan, jadi kamu harus tahu dong apa yang aku mau." Ucap Niko sambil menaik turunkan alisnya.
"Yang ada di kepalamu hanya soal ranjang kak, apalagi." Kesal Loli dengan wajah masam.
Niko semakin tertawa, yang dikatakan Loli memang benar. Entah kenapa rasanya dia ingin merasakan sensasi yang sudah tersusun rapi dikepalanya saat mereka bercinta setelah menikah. Bahkan Niko sudah berencana untuk mengurung Loli hingga dirinya puas.
Gila memang kalau soal anu..
Di kantor Ando sudah bersiap untuk pergi bertemu Klien yang akan melakukan kerja sama, sebenarnya dirinya enggan untuk bertemu Klien ini. Tapi mengingat ini Klein cukup penting membuat Ando mau tidak mau harus bertemu. Ini sudah tangung jawabnya selain itu dia juga harus profesional untuk bekerja.
"Nat, gue duluan." Ando masuk keruangan Nathan yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Iya deh, gue belum selesai. Mana bini gue minta jemput, pasti dia ngambek." Keluh Nathan malah ngadu.
"Dih, itu sih derita elu." Jawab Ando meninggalkan Nathan yang sudah misuh-misuh karena ucapan asistennya itu.
.
__ADS_1
.
Next masih otw.. ayoo semangat untuk author 😍😍