Love Is Back

Love Is Back
Ingin menikah


__ADS_3

Niko masuk keaparteman Loli, karena dia memang mengetahui password apartemen wanitanya, didalam Niko mencari keberadaan Loli, tapi nihil tidak katemu.


"Jangan bilang dia pergi lagi." Niko menjambak rambutnya kasar, segera berlari keluar untuk mencari keberadaan Loli, sejak tadi dirinya melupakan ponselnya dimobil.


"Kenapa suka sekali kabur sih, kamu ngak tau bagaimana perasaan ku Lol," Gumam Niko dengan wajah yang sudah lelah.


Entah apa mau nya Loli, dirinya tidak mengerti dengan cara berpikir Wanita itu, jika wanita lain akan senang hati untuk menikah tapi kenapa Loli tidak, Wanita itu seperti selalu menghindar dari pernikahannya. Jika belum mau Niko juga tidak bisa memaksa, tapi setidaknya beri dia alasan untuk itu.


Niko mengendarai mobilnya, entah kemana. Pria itu melihat ponselnya yang berdering dengan tampilan nama Mama Raya.


"Halo mah.."


"Nik, kamu dimana? ini Loli kenapa datang dan nangis-nangis." Ucap Raya diseberang sana.


Deg


Niko merasa lega, meskipun juga kahawatir dengan Loli yang katanya menangis.


"Iya Mah, Niko pulang sekarang."


"Yasudah Mama tunggu." Raya mematikan sambungan teleponnya.


Pria itu langsung bergegas menginjak pedal gasnya semakin dalam untuk segera sampai rumahnya.


"Bisa-bisanya kamu sampai rumah dan menangis, pasti Mama bakalan jewer kuping ku." Ucap Niko bergeridik membayangkan akan mendapat jeweran ditelinganya lagi.


Sampainya dikediaman kedua orang tuanya, Niko langsung keluar dari dalam mobil, dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk menemui Loli dan juga pasti ada mamanya yang menunggunya.


"Sayang.." Niko memanggil Loli yang masih duduk menunduk dengan mamanya yang duduk di sampingnya.


"Heh, kau apakan calon menantu Mama sampai menangis seperti ini hah.!"

__ADS_1


Raya langsung berdiri dan mendekati Niko, benar sebelum Niko menghindar Raya sudah meraih telinganya untuk di jewer.


"Ahh, Mah sakit." Niko Mama kami telinganya yang terasa panas karena tarikan tangan dari Raya.


"Biar biar kamu tahu, lihat calon menantu Mama menangis seperti itu." Raya melepaskan tangannya yang menjewer telinga Niko.


Loli hanya diam melihat ibu dan anak yang sedang berdebat, melihat Niko kesakitan Loli juga merasa kasihan.


"Udah ah, sana Mama masuk kasihan papa sudah kedinginan." Ucap Niko menatap Raya dengan tatapan menilai.


Raya yang sadar dengan tatapan putra sambungnya itu langsung berbalik." Awas ya kalau sampai bikin Loli nangis lagi, Mama akan potong telingamu." Ancam Raya menatap Niko tajam.


Niko hanya mencebik, "Bilang sama Papa, jangan lama-lama mah, ntar encok."


"Hiss kau itu." Raya kembali berjalan dengan kesal dengan ucapan Niko yang menyindirnya.


Penampilan Raya memang menunjukan jika ibu hamil itu sendang dalam keadaan yang mungkin akan melakukan hubungan suami istri, karena Raya hanya memakai gaun malam dan luaran yang diikat talinya.


"Loli, kenapa kamu bisa disini?" Tanya Niko yang sadar dengan keberadaan Loli.


"Aku_" Loli bingung ingin mulai dari mana.


Dirinya hanya mengikuti hatinya hingga sampai di sini, entah kenapa setelah kepergian Niko tadi dirinya merasakan hal yang tidak bisa dia jelaskan, rasanya sesak dan tidak ingin dijauhi pria itu.


"Hey, Kenapa?" tanya Niko lagi yang melihat wajah Loli yang bingung.


Loli menatap Niko yang juga sedang menatapnya, tangan Niko yang berada diwajahnya, dia sentuh dengan lembut.


"Kak aku mau menikah." Ucapan Loli membuat Niko menatapnya bingung.


"Tapi kenapa mendadak sayang aku_"

__ADS_1


Loli menatap sendu Niko, dan melepaskan tangannya yang menyentuh tangan Niko.


"Kenapa? apa sudah tidak mau lagi menikah dengan ku." Ucap Loli lirih.


Dadanya terasa sesak saat pria yang tadinya semangat untuk memilihnya kini malah terlihat begitu berat.


Melihat wajah Loli yang berubah sendu, Niko semakin bingung.


"Kenapa mendadak, kita kan rencana Minggu depan, Kalau malam-malam seperti ini mau cari penghulu dimana sayang." Ucap Niko dengan wajah masih bingung.


Niko tidak bisa berpikir jika mendadak seperti ini, dia sendiri bingung ingin melakukan apa.


Loli membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Niko yang mengira ingin menikah malam ini juga.


"Bukan begitu kak, aku tidak meminta malam ini. Tapi aku tidak ingin menundanya dari Minggu depan." Tutur Loli.


Mendengar ucapan Loli, membuat Niko menghela napas lega, tidak jadi spaneng memikirkan menikah mendadak malam ini, yang pasti akan bikin geger isi rumah.


"Aku pikir kamu minta malam ini," ucap Niko.


"Dih, maunya." Loli mencebik.


"Lagian ngapain malam-malam sampai sini, aku saja tadi keaparteman dan kamu tidak ada. Aku pikir kamu kabur lagi." Ucap Niko sambil merebahkan kepalanya di sandaran kursi.


"Kak Niko balik ke apartemen?" Tanya Loli tak percaya.


"Hu'um, tapi kamu malah disini." Ucapnya sambil menoleh pada Loli.


"Aku salah sudah bicara seperti itu padamu dan aku ingin minta maaf, jadi aku kembali keaparteman. Maaf Loli aku egois." Tangan Niko mengusap pipi chubby Loli.


"Em, aku juga kak maafkan aku." Loli tersenyum dan merapat untuk masuk ke dalam pelukan Niko.

__ADS_1


"Jangan ulangi lagi, aku sudah trauma saat kamu pergi."


Tidak berbohong Niko memang trauma dengan perpisahan dengan orang yang dia cintai.


__ADS_2