Love Is Back

Love Is Back
Keinginan Ando


__ADS_3

"Kak kita mau kemana?" Tanya Olive saat suaminya mengajaknya keluar dijam malam seperti ini.


"Kamu pasti bosan kan, dirumah seharian. Maaf sayang aku tidak bisa menemanimu akhir-akhir ini." Ucap Ando yang mengecup tangan Olive.


Keduanya berada didalam mobil, entah kemana tujuan Ando, Olive tidak tahu. Apalagi tidak biasanya pria itu mengajaknya keluar malam seperti ini.


"Jadi hanya karena itu kamu mengajakku keluar?" Tanya Olive lagi dengan menatap suaminya.


"Ya, tidak juga." Ando bingung harus menjawab apa, entah mengapa dirinya tiba-tiba ingin keluar rumah dan mencari sesuatu yang dia inginkan.


"Lalu?" Cecar Olive lagi yang merasa jika suaminya menyembunyikan sesuatu.


Ando tampak berpikir, tapi dirinya juga tidak bisa menyembunyikannya dari sang istri.


"Sayang, sebenarnya aku sudah lama tidak datang ketempat itu, tapi entah kenapa malam ini aku ingin kesana." Tutur Ando hati-hati.


"Jadi tempat apa yang kamu inginkan kak, jangan buat aku penasaran." Olive menatap suaminya serius.


"Emm, ke club." Cicit Ando dengan wajah memelas. "Jangan marah aku sendiri tidak tahu kenapa rasanya ingin sekali kesana." Ucap Ando lebih dulu sebelum istrinya mengamuk.


"Terus kenapa nagajakin aku kesana, kakak tau kan aku ini sendang hamil!" Kesal Olive dengan membuang wajah.


Ando mengehela napas, dirinya sendiri tidak tahu dengan keinginannya yang menggebu-gebu.


"Aku tidak ingin meninggalkan mu sendiri dan aku juga tidak berniat mabuk-mabukan, hanya saja entah kenapa aku ingin kesana, plis sayang jangan marah." Ando membujuk wanitanya yang sepetinya marah.


Olive mendengus, saat keadaan hamil seperti ini dirinya tidak bisa mengalahkan keinginan suaminya, karena bisa saja sekarang Ando sedang mengidap Couvade Syndrome.


"Sayang.." Panggil Ando lagi dengan menggenggam tangan Olive.


Tak lama mobilnya sampai diparkiran club yang dulu tempat favorit Ando, pria itu memang sudah lama tidak mendatangai club itu, sejak Olive pergi dengan membawa gairahnya yang hilang.


Olive masih diam wanita itu tidak bergerak sama sekali saat Ando membukakan pintu mobil untuknya.


"Sayang." panggil Ando menunggu Olive menyambut tangannya.


"Aku tidak mau, kak Ando sendiri saja." Ucap Olive yang enggan untuk turun.


"Tapi sayang nanti kamu akan_"


"Sudahlah sana, aku tunggu disini saja." Olive mendorong suaminya agar pergi.

__ADS_1


"Tapi sayang_"


"Kalau tidak mau yasudah ayo pulang!"


Ando tidak bisa lagi berkata, pria itu merasa dilema dengan harinya sendiri.


Entah kenapa dirinya tidak bisa menolak keinginannya yang satu ini, tidak biasanya dirinya menginginkan hal sampai seperti ini.


"Udah sana, nanti kalau tidak kamu turuti anak kita bisa ngeces."


"Hah, apa hubungannya?" Tanya Ando yang tidak percaya dan bingung.


Olive hanya mendelik, dan_


Blam


Manutup pintu mobil membuat Ando kaget.


"Olive, Ndut kok ditutup sih, aku kan mau ajak kamu." Ando mengetuk kaca mobil tapi tidak dihiraukan oleh Olive yang duduk didalam.


"Ahh, sial..! kalau didalam ketemu mereka bisa lupa yang ada."


Karena keinginan yang tidak bisa dikesampingkan akhirnya Ando memilih masuk kedalam club, entah apa yang akan dia lakukan, yang penting keinginannya untuk masuk bisa terwujud.


.


.


.


Niko memakirkan mobilnya, dan keluar dari mobil pria itu berlari untuk masuk ke bandara.


Tidak perduli dirinya mengganggu orang lain, dirinya tetap berlari untuk mencari keberadaan Loli.


Tanyanya terus memegang ponsel yang berada disamping telinganya, tapi sejak tadi nomor Loli tidak bisa dihubungi.


"Ck, Loli kamu dimana." Niko terus mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru bandara, tidak terlalu ramai jadi memudahkannya untuk mencari keberadaan Loli.


Niko berlari menuju tempat informasi, dimana dirinya menanyakan penumpang atas nama Lolita.


"Maaf pak tidak ada nama penumpang atas nama Lolita." Jawab petugas informasi.

__ADS_1


Niko tampak frustasi, dirinya lari kesana kemari hanya untuk mencari keberadaan Loli, dia yakin jika Loli akan pergi kendara.


Tak lama suara petugas bandara memberitahukan jadwal keberangkatan pesawat menuju Bali, dan Niko yang mendengarnya langsung berlari menuju gerbang A, untuk melihat apakah Loli ada disana.


bugh


"Maaf saya tidak sengaja." Karena tidak melihat jalan Niko sampai menabrak seseorang.


"Maaf Mbak." Ucap Niko lagi yang melihat seorang wanita menggunakan hodie dengan kacamata hitam dan menggunakan masker.


Wanita itu hanya mengakat tangannya saja, sebagai balasan untuk Niko.


Niko hanya tersenyum dan mengangguk, dan Wanita itu pergi.


Saat melewatinya, hidung Niko seperti mencium aroma parfum yang tidak asing. Dan saat dirinya tersadar Niko membuatkan kedua matanya.


"Loli.." Niko berbalik dan melihat wanita itu berjalan cepat untuk sampai dipengecekan tiket, dan sebelum itu terjadi Niko segera berlari agar Loli tidak meninggalnya, karena setelah pengecekan orang yang bukan penumpang tidak boleh masuk.


"Loli, tunggu."


Grep


"Aaaa!!"


Loli yang memang ingin segera pergi ternyata sebuah tangan berhasil mencekalnya, dan menariknya kuat hingga kedua orang itu sampai jatuh kelantai.


"Lepas..!" Loli berontak dan berdiri ingin pergi, tapi lagi-lagi tangannya kembali dicekal oleh Niko kuat.


"Jangan pergi." Ucap Niko yang langsung ikut berdiri.


Aksi keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di bandara.


"Loli jangan pergi." Ucap Niko lagi dengan menarik wanitanya kedalam pelukannya.


"Kak lepas..!" Loli tetap berontak, dirinya tidak ingin keinginannya goyah hanya karena melihat Niko.


"Aku minta maaf, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku." Niko memeluk erat tubuh Loli, "Kamu boleh marah dan membenciku, tapi ku mohon jangan tinggalkan aku." Suara Niko terdengar serak, bahkan Loli bisa merasakan basah dilehernya.


Loli terpaku, dirinya tidak membalas pelukan erat Niko ditubuhnya.


"Aku mohon, jangan pergi."

__ADS_1


Perasaan Loli campur aduk, dirinya tidak menyangka jika pria yang dia anggap egois kini menangis hanya karena tidak ingin ditinggalkan.


"Maafkan Aku." Lagi-lagi kata itu yang keluar dari bibir Niko.


__ADS_2