Love Is Back

Love Is Back
Episode 180 Mimpi


__ADS_3

Kegiatan itu terhenti tidak di lanjutkan. Ayana pun berbaringbdi sebelah Kevin, rasa canggung itu masih ada, perasaan yang belum terbiasa dengan hadirnya orang baru di kehidupan nya dan akan mewarnai hari-harinya. Kevin menghadap kearah Ayana menatap lamar wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu senyum simpul itu terbit dari bibir tipisnya.


'' Kaaak... Jangan gitu liatnya, aku jadi salting tau. '' ucap Ayana sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Kevin pun tertawa kecil karna merasa lucuk dengan sikap Ayana.


'' Kamu ini, udah bobok gih udah malam, sini kakak peluk. '' Ucap Kevin lalu menempatkan kepala Ayana di lengan Kevin,


Rasa nyaman itu ada, sperti ini ternyata rasanya punya suami. Masih sperti mimpi. Batin Ayana terus saja mengobrol, dengan tatapan mata yang terus melihat keleher suaminya masih belum juga terpejam dia masih belum percaya dengan statusnya hari ini.


''Tidur sayang, besok lagi ngobrol nya, '' ucap Kevin


Kenapa bisa tau kalo belum tidur, batin Ayana, Ayana pun mendongak melihat sang suami. '' Kenapa kakak tau aku belum tidur? '' Tanya Ayana yang penasaran


'' Karna deru nafas kamu belum beraturan, masih terasa dan terdengar dengan jelas. '' jelas kebin dalam pejamnya dan


'' Ok, aku tidur. '' Balas Ayana yang langsung memejamkan matanya.


Kedua mata itu saling tatap dan tatapan itu Sama-sama saling mengunci, entah dapat keberanian dari mana Ayana memulai duluan menc*um Kevin dengan l*matan yang begitu lembut dan berani.


Rasa yang di timbulkan dari gerakan Ayana membuat Kevin terpacu untuk melakukan lebih. Ayana yang sudah di penuhi b*rah* pun menerimanya dengan sangat panas. Rasa sperti sengatan listrik itu semakin menjalar kemana di area keduanya. Hingga badan dan angan-angan mereka pun menginginkan lebih.


'' Kak, '' Panggil Ayana saat Kevin bergel*ya di bawah sana. Dengan terus menggigit bibir bawahnya Ayana mengeluarkan rintihan kecil.


Naik keatas lagi lalu mel*mat lagi bibir ranum rasa stroberi milih Ayana, deru nafas Kevin pun semakin terpacu.


'' Sekarang kak. Ayok, aku udah gak tahan, '' rengek Ayana

__ADS_1


Kevin pun tersenyum lalu membuka celana dan menurunkan nya di sana terlihat sebuah bentuk yang mana Ayana belum pernah melihat itu sebelum nya, berbetuk tegak dan panjang, ukuran nya lumayan besar hingga membuat Ayana berkali-kali menelan ludah nya.


'' Siap-siap ya, sedikit sakit di awal. '' Bisik Kevin Ayana pun mengangguk lalu Kevin kembali mel*mat bibir itu untuk mengurangi rasa sakitnya.


Percobaan pertama pun di mulai, di mana masih begitu sulit karna belum bertemu tempat yang pas. Hingga Kevin merasa prustasi mencari dengan cara itu akhirnya lum*tan itu pun dia lepas dan memilih untuk memasukkan nya dengan mencarinya lebih dulu.


'' Pelan-pelan kak, Aku takut. '' rengek Ayana yang merasa takut akan sakit itu tiba-tiba saja ada yang masuk dan menusuk yang membuat Ayana begitu histeris karna belum siap sepenuhnya.


'' Aaaa....!! '' Ayana berteriak sekuat tenaganya.


'' Sayang, bangun! Kamu kenapa hei? Bangun-bangun, '' ucap Kevin yang mendapati Ayana sedang berteriak dalam tidurnya.


Ayana pun langsung tersadar dan bangun ketika badan nya di guncang oleh Kevin. Ayana di bantu duduk dan di berikan air minum oleh Kevin dia meminumnya hingga setengah, lalu mengatur nafasnya lagi supaya lebih tenang.


Setelah mendingan, Kevin pun mulai menanyai Ayana, '' Kamu mimpi buruk? '' tanya Kevin


'' Ngilu? Kenapa? Kamu mimpi apa? '' Tanya Kevin yang begitu penasaran


Ayana geleng-geleng, '' Nggak mau cerita, aku malu, '' Ucapnya lalu menunduk dan menutup wajahnya lagi dengan kedua telapak tangannya


'' Apa, cerita lah. Gak papa kita kan udah menikah, gak ada yang boleh di rahasiakan sekalipun itu mimpi sayang, '' ucap Kevin


'' Aku mimpi MP sama kakak! '' ucap Ayana cepat.


Kevin pun menahan tawanya agar Ayana tidak tersinggung, belum selesai bicara saja Kevin sudah terbayang betapa lucunya Ayana saat bermimpi tadi. Pantas saja di teriak sperti tadi batin Kevin.


'' Kamu ini gak lagi mimpi sayang, emang kita kan lagi malam pertama tidur berdua, Udah-udah. Kakak itu gak akan maksa kamu selagi kamu belum siap, jadi gak usah takut ya? Kita bobok lagi yuk, sini kakak peluk biar nggak mimpi buruk. '' ucao Kevin

__ADS_1


'' Emang rasanya gitu ya kak? Ngilu-ngilu gitu, '' tanya Ayana lagi dengan polosnya


'' Besok kita praktekin ya, biar kamu gak penasaran lagi. '' Balas Kevin


'' Ha! '' Balas ayaan tertegun lalu menutup wajahnya dengan selimut. Mimpi aja rasanya kaya nyata apa lagi kenyataan pasti lebih sakit. Pikir nya.


***


Suasana angin malam yang begitu dingin itu menyusuk kedalam pori-pori dan tulang, Laki-laki berusia 23 tahunan itu sedang berjalan menyusuri sebuah gang dan jalanan kota kecil di bagian gang dan komplek di mana dia di sewa oleh slaah seorang untuk menjadi intel yang tidak di ijinkan memperlihatkan identitas nya.


Mengenakan jaket dan celana serba hitam dengan topi hitam pula, dia terus berjalan mengikuti langkah kaki seorang gadis yang di yakini habis pulang dari hiburan malam. Terlihat dari jalanya yang sedikit sempoyongan. Terlihat dari kejauhan ada sekumpulan pemuda yang sedang asyik kumpul sambil menikmati minuman haram yang ada di hadapan mereka dengan sesekali memainkan alat musik gitar nya dan ada lagi yang bernyayi. Di pinggiran perkampungan yang padat penduduk. Mungkin di sana di biasakan untuk berjaga-jaga namun sperti nya mereka salah dalam mengartikannya, mereka malah menghabiskan malam dengan pesta minuman. Sperti yang di lihat kali ini.


Olivia berjalan semakin mendekat, entah tujuannya mau kemana, sperti nya Olivia itu nyasar, tidak tahu jalan karna dalam kondisi m*buk.


Sejak bertengkar nya dia dengan kedua orang tuanya Olivia pun memilih pergi dari rumah. Dan kedua orang tuanya itu pun membiarkan saja keputusan dari Olivia yang menginginkan hidup bebas sperti dia waktu berada di luar negeri. Namun kedua orang tua Olivia tidak setega itu meskipun Olivia mereka biarkan semaunya namun masih tetap di awasi oleh seseorang khusus yang di sewa oleh keluarga Olivia. Sperti malam ini.


'' Hay neng! Malam-malam gini kok masih keluyuran? Baru pulang ng*w* ya?'' ucap salah satu bandot di sana seseorang yang perawakan bapak-bapak namun terlihat begitu m*s*m


'' Br*ngs*k! '' Umpat Olivia yang merasa risih dan tidak suka.


'' Wuiiihhh! Sangar juga ya, gas yok bro, '' ajak bandot itu kepada Teman-teman nya yang mana mereka pun sudah dalam pengaruh minuman.


Olivia pun berlari menuju perkampungan, namun sialnya Olivia tidak menemukan jalan lain melainkan dia masuk kedalam jalan buntu. Di land kebingungan Olivia pun hanya bisa menyandarkan badanya di ujung tembok. Kali ini matanya melek sempurna walaupun kepala nya masih sedikit pusing.


Keempat pria itu semakin mendekat dengan racauan-racauan mereka yang tidak jelas. Dengan sedikit tenaga yang di miliki Olivia dia pun tidak bisa apa-apa hanya bisa pasrah tak bisa melawan saat jarak diantara mereka hanya tinggal sekitar 1 meter Olivia terduduk dan menutupi badanya dengan kedua tangan dan tas yang dia bawa berharap itu bisa melindunginya.


Dan dari arah belakang laki-laki yang tadi membuntuti Olivia pun langsung menyerang keempatnya tanpa henti hingga memebuat mereka tersungkur kejalan semua. Dengan cepat laki-laki itu pun membawa Olivia lari dari sana karna Olivia yang sulit berjalan akhirnya dia pun menggendong nya menuju mobil yang sengaja dia parkir tidak jauh dari sana.

__ADS_1



__ADS_2