Love Is Back

Love Is Back
Wanita penggoda


__ADS_3

Kata siapa operasi kecil membuat seorang Ando biasa saja, buktinya Olive dibuat kesal sekaligus gemas dengan tingkah suaminya.


Hari ini hari kedua setelah Ando operasi dan hari ini suami Casanovanya itu begitu manja ini itu minta dilayani, bukanya tidak mau, tapi kadang permintaan Ando yang tidak masuk akan membuat Olive kesal.


"Sayang tolong garukin paha ku rasanya gatal sekali."


Olive mendelik, yang sakit itu belalainya kenapa hanya untuk menggaruk saja dirinya tidak bisa, apa tangannya juga ikut sakit.


"Ndut sayang aku mau kekaamar mandi mau pipis." Ucapanya lagi dengan wajah menyebalkan.


Olive hanya pasrah, tanpa membatah. biar saja nanti kalau sudah sembuh dirinya yang akan membuatnya merasakan apa yang dia rasakan.


Lihat saja akan dia balas.


Waktu begitu cepat berlalu, kini Ando sudah sembuh tapi masih butuh pemulihan, selama 2minggu tidak boleh melakukan hubungan intim. Dan saat itu juga Olive membalas apa yang suaminya lalukan dirumah sakit.


Enak saja mau ngerjain dia sendiri, dirinyapun juga bisa.


"Kak lagi apa?" Olive membuka pintu ruang kerja suaminya dengan mengintip kepalanya lebih dulu.


"Ada apa Hm?" Tanya Ando yang melihat Olive mengintip dibalik pintu.


"Boleh masuk?" tanya Olive lagi sambil mengigit bibir bawahnya.


"Ck, jangan pasang wajah seperti itu, kamu tahu aku puasa ngadon selama dua Minggu." Kesal Ando karena tidak bisa tahan melihat ekpresi Olive yang mengigit bibir bawahnya.


Olive menyengir, suaminya itu belum tahu saja apa yang akan di persembahkan.


"Ya udah deh aku tunggu dikamar aja, takut ganggu." Ucap Olive sambil tersenyum. "Semangat suamiku, jangan lama-lama ya." Olive mengedipkan matanya sebelah genit.


Ando yang melihatnya menahan kesal, dirinya tidak akan mudah terpancing, sebisa mungkin tidak. karena terpancing pun dirinya tidak akan mendapatkan apa-apa.


"Nasib, kenapa baru sekarang aku melakukanya." Ucapnya dengan nada menyesal.


Coba saja dari dulu saat belalainya masih mencari jodoh digoa Olive, pasti sekarang tidak ada yang namanya puasa dua minggu.


Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, dan sekarang dirinya menyesalinya.


Cukup lama berkutat dengan pekerjaan, Ando memilih menyudahinya karena tidak ingin Olive menunggu lama didalam kamar sendiri.


Meskipun tidak bisa mantap-mantap setidaknya dirinya bisa memeluk dan mencicipi pucuk gunung yang bisa dia nikmati.


Sebelum masuk kamar, Ando pergi ke dapur untuk mengambil minum, biasanya tengah malam Olive akan bangun hanya untuk mengambil minum.


Terbiasa sejak tinggal satu atap hampir sebulan, Ando sudah memahaminya apa kebiasaan Istrinya.


Contohnya tidak akan bisa tidur sebelum ngemil makanan ringan.


Dan benar saja saat dirinya membuka pintu kamar, Ando melihat Istrinya yang duduk disofa sambil menatap layar datar segi empat.


Tapi bukan itu yang membuat Ando menelan ludah kasar, melainkan penampilan Istrinya yang begitu menggoda iman.

__ADS_1


"Kak ngapain berdiri disitu, sini." Olive menginterupsi Ando untuk masuk, karena melihat pria itu hanya berdiri di depan pintu saja.


"K-kenapa kamu pakai jaring ikan begitu?" Ucap Ando dengan susah payah.


Suaranya tercekat dengan kedua mata yang tak lepas menatap Olive yang duduk di sofa.


Karena tidak tahan dengan langkah kaki suaminya yang seperti kura-kura Olive berdiri dan langsung menarik tangan Ando untuk segera mendekat.


"Lihat drakornya bagus." ucap Olive yang sudah mengajak suaminya duduk disampingnya.


Ando melirik lenganya yang menyentuh bulatan daging tanpa tulang terasa kenyal dan padat.


Sungguh belahan dada Olive membuat Ando menelan ludah.


"S-sayang, kenapa kamu berpakaian seperti ini, apa kamu kehabisan pakaian?" Tanya Ando lagi yang tadi tidak mendapat jawaban.


Olive yang sedang memasukkan cemilan kedalam mulutnya menatap dirinya sendiri.


"Memangnya kenapa? ada yang salah?" Olive bergantian menatap suaminya.


"Ya...ya tidak, tapi kamu membuatku yang tidak biasa." Ucap Ando sedikit frustasi.


Dalam hati Olive mengulum senyum, meskipun begitu dirinya tidak merasa kasihan melihat belalai suaminya yang sudah mengeliat dibalik sarangnya.


"Aku hanya ingin mencobanya, bagaimana bagus tidak." Olive tersenyum menatap suaminya untuk meminta pendapat.


"Apakah ini ujian untuk Lai, yang belum bisa produksi kecebong, Oh Tuhan kenapa kau kirimkan wanita penggoda ini." Ucap Ando yang sudah frustasi.


"Ya memang penggoda." Jawab Ando spontan.


Olive membulatkan kedua matanya. "Penggoda iman suamimu yang lemah ini." Lanjut Ando dengan suara memelas.


Olive mengehela napas. "Memangnya kenapa, masih pakai baju saja kamu udah terpancing apalagi aku tidak memakainya sama sekali." Ucap Olive dengan tersenyum tipis. Senyum yang tidak bisa Ando lihat.


"Ck, kau tidak merasakan jadi aku." Ando menghela napas kasar.


"Kak sejak tadi kau bicara terus, aku jadi terlewatkan filmnya." Olive kembali mengulang drakor yang dia tonton tadi.


"Tidak boleh berisik, diam dan fokus." Ucap Olive lagi yang sudah memposisikan duduknya.


"Kalau kamu memancingku seperti ini, bagaimana aku bisa diam, kamu lihat belalai gajah dibawah sudah meronta-ronta." Ando menatap wajah Olive memelas.


"Tidak masalah, karena seminggu kedepan belalai akan aman disarangnya."


Ando mendengus kesal dan mengambil snack yang Olive taruh di atas meja.


"Ehh kok filmnya kayak gini." Olive menelan ludah saat melihat adegan pria dan wanita yang sedang memandu kasih membuat matanya sedikit panas.


Ando tersenyum meryeringai. "Senjata makan tuan." Ucap Ando dalam hati.


Film drakor yang Olive lihat salah satu film trending saat pertama kali muncul Now we are breaking Up.

__ADS_1


Adalah film yang sedang Olive tonton. Dimana seorang desainer wanita yang sedang menghadiri acara gala fashion dan merayakan hasil rancangannya yang terbaik.


Dimana wanita itu menghabiskan satu malam dengan seorang pria yang sama sekali tidak dia kenal, bahkan tidak tahu latar belakang pria itu.


Olive menelan ludah saat suara merdu keduanya saling bersahutan di kamar hotel yang mereka tempati.


"Udah ah, jelek." Olive buru-buru menutup layar laptop yang masih memutar film, tapi karena melihat adegan plus-plus membuatnya tidak jadi melanjutkan, takut dirinya ikut terpancing dan malah suaminya yang untung.


"Kenapa ditutup belum selesai." Ucap Ando yang ingin membuka laptopnya kembali, tapi ditahan oleh Olive.


"Udah ngak usah, nanti kamu malah pengen." Jawab Olive ketus untuk menutupi rasa gugupnya.


"Terpancing apa, buktinya kamu yang nyata didepan mata saja aku biasa saja." Jawab Ando ngeles, meskipun dalam hati sekuat tenaga mengontrol dirinya agar bisa meredam miliknya yang sudah berinfak.


"Biasa saja itu di mulutmu, tapi tidak dengan senjatamu."


Glek


Ando tertegun, kenapa istrinya sudah pintar membuatnya diam tak berkutik.


"Sudahlah aku mau tidur." Olive hendak berdiri tapi tangannya di cekal oleh Ando.


"Apa?" Tanya Olive yang melihat tatapan sulit diartikan suaminya.


"Mau vitamin D, dan B."


Jawaban Ando membuat Olive mengernyit bingung.


"Vitamin apa D dan B?" Tanya Olive sempat berpikir.


"Dada dan bibir." Ando menyengir ketika mengatakannya.


"Dasar.." Olive menghempaskan tanganya yang dicekal Ando, tapi pria itu tidak melepaskan.


"Kak ahh!"


Sekali tarik, tubuh Olive langsung jatuh di atas pangkuan suaminya.


Kedua tatapan mereka bertemu, menatap satu sama kain.


"Belalai puasa boleh, tapi tidak dengan mulutku ini."


"Emph..."


Bibir keduanya menyatu dengan sempurna, Olive mengalungkan tangannya dileher suaminya.


pangutan keduanya cukup lama dan membangkitkan gairah ditubuh Olive, apalagi tangan Ando yang terlalu aktif hingga membuat sekujur tubuhnya meremang.


.


.

__ADS_1


Kembang kopi.. Otor mau carzy ini🤣🤣


__ADS_2