
"Olive sebenarnya ada hubungan apa kamu dan kak Bisma?" tanya Fani, saat keduanya berada didalam toilet.
Olive dan Fani berdiri berdampingan dengan tubuh menghadap cermin besar yang ada di dalamnya.
Olive mematikan kran air dan mengeringkan tangannya, gadis itu belum menjawab pertanyaan Fani. Membuat Fani penasaran dibuatnya.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Olive menutupi status mereka.
"Tapi panggilan kak Bisma ke kamu seperti sepasang kekasih." Ucap Fani lagi yang belum percaya dengan jawaban Olive.
"Memangnya kami seperti orang pacaran?" Tanya Olive menatap Fani dengan kening mengkerut.
"Ya, ya tidak sih. Tapi panggilan kak Bisma tadi bikin gagal fokus." Ucap fani sambil menggaruk kepalanya.
Olive hanya tertawa, dirinya sengaja menutupi statusnya yang sudah bertunangan dengan Bisma, karena Olive tidak ingin kena bully oleh wanita yang mengaku-ngaku hamil anak Bisma. Olive hanya ingin sekolah dengan benar karena untuk sukses Olive butuh kerja keras dan tidak ingin beasiswa nya dicabut gara-gara masalah sepele.
Cukup saat di SMA dirinya dibully dan karena sahabatnya Ami dirinya lepas dari pembulian.
Sedangkan di rumah nenek Olive, Susi dan Faisal tercengang melihat benda yang bertengger didepan rumahnya, bukan hanya mereka berdua nenek Olive Rasti pun sama halnya terkejut melihatnya.
"Nak Ando ini untuk siapa?" Tanya Susi dengan keadaan yang sudah waras lebih dulu, karena Faisal dan Rasti masih terbengong melihatnya.
"Sebenarnya saya mau minta maaf Tante." Ucap Ando yang merasa bersalah. "Motor Olive diambil polisi, kami tadi kena tilang."
Hah..!!
Ketiganya kembali syok dengan yang Ando katakan. Ando meringis melihat reaksi keluarga Olive.
"Dan dari itu saya ingin mengganti kendaraan yang ditahan polisi dengan ini." Ando melirik benda yang bertengger di sampingnya.
"Tapi nak, motor Olive itu sudah tu_ auwss Bu sakit." Susi mengelus lenganya yang digeplak Rasti.
Rasti mendelik menatap Susi dan beralih menatap Ando. "Karena kamu sudah membuat warisan suami saya ditahan polisi, jadi kamu wajib menggantinya." Rasti menatap Ando dengan wajah galak.
Faisal dan Susi saling tatap. "Tapi Bu motor itukan_"
"Diam kamu Faisal, ini rumahku jadi semua atas kendaliku." Ucap Rasti menatap putranya tajam.
Faisal hanya menghela napas, sifat ibunya memang tidak pernah berubah, karena watak sampai kapanpun tidak akan berubah sampai dibawa mati.
"Lalu yang satu lagi untuk apa nak Ando?" Tanya Faisal.
Ando melirik benda yang dia pilih sepenuh hati. "Yang ini." Ando menunjuk kendaraan itu. "Untuk Olive, dan yang satunya untuk mengantikan Motor nenek yang saya hilangkan."
Jawaban Ando sontak membuat Faisal dan Susi semakin terkejut, sedangkan Rasti tersenyum lebar mendengarnya.
"Wahh kamu memang pria yang baik dan pengertian, kalau begini saya tidak rugi kehilangan motor butut itu." Ucap Rasti sambil mendekati kendaraan roda dua itu.
"Eh, nek yang ini khusus untuk Olive." Ucap Ando yang melarang nenek Olive menyentuh motor yang dia hadiahkan untuk Olive.
"Pernikahan Olive masih lama, kenapa kamu memberikan hadiahnya sekarang." Ucap Rasti sambil tersenyum. "Tapi tidak apa-apa Olive pasti senang bisa boncengan berduaan dengan Bisma.
__ADS_1
Seketika wajah Ando berubah masam mendengar ucapan nenek Olive.
"Nak Ando masuk dulu Tante masak untuk kita makan siang." Susi menyenggol lengan suaminya memberi kode, agar Faisal mengajak Ando masuk.
"Iya nak, sayang tadi Mama Olive udah masak banyak." ucap Faisal sambil tersenyum.
Ando pun tidak menolak dia ikut masuk demi menghormati, tapi tidak dengan nenek Olive yang masih kegirangan mendapatkan motor baru.
Ando membelikan dua kendaraan berbeda, dan dibawa ke rumah nenek Olive.
Meskipun begitu Ando berniat baik untuk menukar kendaraan yang sudah disita polisi, dan satu lagi Ando sengaja menghadiahkan untuk Olive.
.
.
Hampir seharian dikampus mengikuti ospek membuat Olive dan mahasiswa yang mengikuti ospek begitu lelah.
Kini mereka bernapas lega karena jam pulang telah tiba. Olive melihat jam ditanganya, sudah menunjuk tiga sore.
"Liv pulang bareng gue." Bisma tiba-tiba muncul dengan mobilnya.
Olive melirik kedalam mobil Bisma dan disana dia melihat wanita yang tadi pagi diajak ekting oleh Bisma.
"Ngak lah, nanti aku ganggu akting kalian." Ucap Olive sarkastik membuat Bisma mati kutu.
Wanita itu melirik Bisma. "Siapa dia sayang, kenapa kamu menawarinya tumpangan." Tanya Sandra pada Bisma.
"Oh itu dia_"
"Sayang kamu sudah pulang." Ando tiba-tiba datang dan merangkul Olive, bukan hanya itu, Ando langsung mendaratkan kecupan dipipi Olive.
Jelas saja perbuatan Ando menjadi pusat tontonan bagi para mahasiswa yang masih berkerumun diarea kampus, Olive sendiri merasa terkejut.
"Kak." Olive mendelik menatap Ando tajam.
Sedangkan Bisma menatap Ando nyalang dengan penuh kemarahan.
"Sialan..!!"
Brak
Bisma keluar dan membanting pintu mobil keras, membuat Sandra yang didalamnya terlonjak kaget.
"Brengsekk, beraninya kau menyentuh tunanganku."
Bugh
Bisma yang tersulut emosi memukul Ando, karena tidak siap Ando sampai terhuyung kebelakang.
"Kak Ando!!" Pekik Olive terkejut menutup mulutnya.
__ADS_1
Sandra yang juga terkejut ikut keluar dari mobil.
"Heh, kau pikir kau pantas denganya." Ando tersenyum remeh.
Bisma yang dikatai demikian semakin terbakar amarah. "Siapa kau hah..!!" Bisma menujuk wajah Ando. "Pria tidak tahu diri." Ucap Bisma dengan menggebu-gebu.
Ando berdecak, dirinya tidak level melawan Bisma anak ingusan.
"Bisma ada apa ini?" Sandra menatap Bisma bingung, karena tiba-tiba kekasihnya itu berantem.
"Olive ayo pulang." Ando menarik tangan Olive, tapi Bisma dengan cepat menahanya.
"Dia pulang sama gue." Ucap Bisma dengan tatapan tajam.
Ando kembali berdecih kesal. "Lepas atau kau_"
"Apa? pria pecundang."
Mendengar itu membuat Ando terpancing emosi.
Bugh
Bugh
"Aaa Bisma!!" Sandra berteriak melihat Bisma tergeletak di bawah.
Sedangkan Olive menarik tangan Ando yang ingin kembali menyerang Bisma.
"Kak sudah, malu dilihat banyak orang." Ucap Olive yang merasa khawatir.
Sandra membantu Bisma yang kesakitan berdiri, pria itu bukan lah lawannya, dan Bisma terkena imbasnya.
"Kau tidak akan aku lepaskan." Ucap Bisma mengancam Ando.
"Gue ngak takut bisul."
Tantang Ando dengan menatap Bisma tajam. "Urusi gundik mu itu selagi kau bisa menikmatinya."
Ucapan Ando seketika membuat Bisma membuatkan matanya.
Ando tersenyum sinis, dan pergi membawa Olive masuk kedalam mobilnya.
"Bisma apa yang dia maksud gundik?" Tanya Sandra dengan bingung.
"Sial jangan sampai dia tahu." Ucap Bisma yang sudah ketakutan.
"Bisma jawab aku?" Ucap Sandra menuntut jawaban.
"Diamlah!!" Bentak Bisma pada Sandra.
"Bisma gue butuh penjelasan, Bisma!!" Sandra menggedor-gedor kaca mobil Bisma yang sudah tertutup, dan perlahan mobil Bisma meninggalkan Sandra yang berteriak seperti orang gila.
__ADS_1
"Bisma sialan..!!"