Love Is Back

Love Is Back
episode 169 Trauma kedua


__ADS_3

Suasana kembali mencekam Arga yang terus mendekat dan mengancam Ayana begitu panik dan rasa takut itu tidak bisa dia hindari dalam hatinya terus saja berdoa untuk bisa mendapatkan pertolongan dari siapapun yang dia harap bisa mendengar suara jeritanya.


'' Tollloong! Tolong! Tolongin aku Tuhan! '' jerit Ayana dengan isak tangis nya.


Di balik pintu Andini berdiri menjaga pintu sesuai keinginan Arga, dia terus saja mendengar suara jeritan itu yang terasa begitu menyayat di hatinya. Namun apa dayanya yang kini dia sedang di pihak Arga yang mana bisa di bilang dia adalah bos yang sudah membayar banyak untuk dirinya. Hingga rasa kasihan itu tumbuh menjadi bulir bening yang begitu saja turun dari mata Andini. Dia tidak bisa berbuat apa-apa, bukan tidak bisa hanya saja takut. Takut akan melawan, bukankah peliharaan harus menurut dengan majikan.


Apa Andini bisa di sebut peliharaan, spertinya tidak. Tangan Andini terus saja meremas ingin sekali dia menggagalkan perbuatan bejat dari Arga yang entah sedang apa di dalam, 'Cukup aku aja jangan gadis baik itu. Cukup aku aja yang dia rusak jangan gadis itu. Cukup aku aja. ' Hatinya terus saja bergumam.


Hingga tiba-tiba sperti ada cahaya putih lewat di depan hadapan nya dan dia sangat mengenali siapa dia.


'' Ibu! Bu, ini ibu kah? '' Ucapnya lirih yang hanya dia saja yang mendengar


'' Bantulah nak, jangan siksa dia dengan pengetahuan mu. Dia sama sperti mu. '' ucap Ibu dari Andini


Andini terdiam dengan ucapan itu dan dia pun mengedipkan matanya sesaat Ayana berteriak cukup keras, dan sketika sinaaran putih itu pun hilang. dengan keberanian yang begitu besar Andini pun langsung membuka pintu itu tanpa aba-aba. Hal itu membuat Arga yang sudah hampir telanj*ng pun di buat panik.


Ayana yang sudah koyak bajunya karna di buka paksa oleh Arga pun hanya bisa duduk di sudut ruangan dengan kedua tangan menyilang di bagian lutut untuk berusaha menutupi bagian badanya yang terlihat.


'' Apa maksud lo! Udah bosen hidup lo ha! Siapa yang nyuruh lo buka ini pintu! Siapa! '' Teriak Arga dengan satu tangan mencekam dagu Andini pancaran aura kemarahan dari Arga begitu terlihat. Namun Andini mencoba menghalau ketakutan nya itu, ini semua demi ibu dan demi gadis baik itu biarkan aku yang mati ataupun terluka asalkan jangan orang-orang baik itu. Hanya itu yang ada di benak Andini saat ini.


Sehingga umpatan yang di lontarkan Arga pun tidak satupun dia menjawabnya. Hanya bulir-bulir bening yang terus jatuh dari kedua mata itu karna menahan takut. Yang mana malah membuat Arga bertambah marah. '' Dasar perempuan gak tau trimakasih! Wanita pel*cur! '' umpat Arga dengan satu tangan menampar pipi itu dengan keras.


Karna merasa bersalah Andini pun hanya mampu menerima tanpa ingin melawan. Entahlah bagaimana posisi nya sekarang ini, ada di bagian yang salah atau benar. Dia menuruti Arga namun ada kehormatan wanita yang harus di jaga dan jika dia membiarkan itu semua pasti dia akan merasakan bersalah seumur hidupnya. Karna membiarkan laki-laki brengs*k itu melukai gadis yang tidak bersalah.


Tidak berhenti di situ Arga pun kembali membangun kan Andini yang kini sudah terluka di bagian mulut sebelah kanannya akibat kerasnya tamparan yang di Layangkan oleh Arga. Namun saat Arga akan kembali menampar Andini terdengar suara gemuruh orang yang masuk kedalam rumah itu.

__ADS_1


'' Brengs*k! '' Umpatnya dengan satu jari menuding kearah Andini '' Siapa lagi yang lo panggil ha! '' Belum sempat menghajar kembali Arga pun buru-buru kabur dari sana namun karna geraknya kurang cepat menjadikan Arga sudah lebih dulu tertangkap oleh Roy yang berjaga di bagian luar.


'' Mau lari kemana lo b*jing*n! '' Tahan Roy yang kini sudah menahan Arga dengan kedua tangan yang dia genggam dengan posisi terbalik. Dan di bantuboleh Teman-teman Randy yang ikut menggerebek tempat itu


Randy masuk kedalam di temani oleh Lisa yang sempat menghubungi nya saat dalam perjalanan tadi dan Lisa pun langsung ikut menyusul Randy tanpa bercerita kesiapapun termasuk Velly sesuai perjanjian antara dia dan juga Randy.


'' Ayana! '' Teriak Lisa yang melihat kondisi saudara nya itu terlihat begitu melas dan menyakitkan.


Lisa langsung memeluk Ayana terlihat sekali jika Ayana begitu trauma dengan kejadian ini. Dia tidak menanggapi apapun ketakutan itu begitu mengguncang jiwanya. Dan hanya satu nama yang dia ucapkan 'Kevin'. Seakan ikut merasakan kesakitan itu Lisa sampai tidak mampu berkata-kata lagi.


Randy menghampiri Andini yang kini terkulai tak berdaya, dia menangis dalam duduknya. Diapun merasakan ketakutan yang sama namun Andini mencoba kuat dia pun bangkit namun Randy menahannya Randy memberikan nya sebotol minuman yang sudah dia siapkan untuk nanti jika di butuhkan.


'' Jangan dulu berdiri, lo masih keliatan lemes. Minum dulu, '' titah Randy di mana Andini pun menurut dan meminum air itu.


'' Iya, lo bawa aja duluan. Nanti kita nyusul. '' jawab Randy.


Mereka pun lebih dulu pergi untuk membawa Arga ke kantor yang berwajib tanpa lebih dulu menghakimi karna mereka pun tau hukum. Satu kali saja menyentuh itu bisa bertahun-tahun hukumannya.


Kini Ayana sudah lebih tenang tidak sperti tadi, dia di berikan jaket yang di pakai oleh Randy untuk menutupi bajunya yang robek tadi. Lisa tidka pergi jauh dari Ayana dia terus merangkul saudara nya itu. Dan Randy pun masih duduk di dekat Andini. Dia berharap ada informasi yang bisa dia dapat dari Andini.


''Sorry, gue mau tanya sama lo. Sebelum nya kenalin namna gue Randy ini pacar gue Lisa dan ini Ayana. Lo udah siap belum, kalo belum juga gak papa kita tungguin sampe lo siap. '' ujar Randy lembut


Andini masih terdiam belum bisa menjawabnya, dia masih mengolah pikir nya agar bisa menjawab pertanyaan itu dengan baik.


'' Aku Andini. Kalian mau tanya apa? '' jawabnya lemas

__ADS_1


'' Lo tau tadi itu siapa? Atau lo juga korban sama kaya Ayana? '' tanya Randy yang ingin memastikan karna di situ hanya ada ketiga orang itu. Sebelum di tanyai oleh pihak berwajib Randy harus tau dulu yang sebenarnya terjadi.


'' Sebelumnya aku mau minta maaf, tapi jika memang aku salah aku siap di hukum apapun. Tapi aku minta kalian jangan salah faham sebelum mendengar semuanya. '' ucap Andini mencoba untuk mengurangi kegugupan nya


'' Lo cerita aja dulu. Kita dengerin, '' jawab Randy


'' Sebenarnya, aku itu orang suruhan dari Arga. Dia udah ngebayar aku dan kami udah kerja sama dan aku juga gak tau jika aku harus ngelakuin hal kaya gini. Dan yang harus kalian tau aku ngelakuin ini karna uang dan uang itu aku gunain untuk berobat ibuku yang sakit, dan kini ibuku udah gak ada, '' Andini pun terisak di sana setelah nya dia melanjutkan lagi


'' Dan saat ibu ku pergi cuma Arga yang ada di samping ku, dia yang mengurusi semuanya, dan aku hutang budi banyak banget sama dia, bahkan bukan cuma budi tapi juga uang. Makanya aku mau aja di suruh sama dia untuk ngelakuin ini. Untuk kakaknya, maafin aku, karna aku udah jahat sama kakak. Sbenarnya aku gak tega ngunciin kakak dari luar tapi aku udah terlanjur setuju dengan perjanjian kerja ini.'' Ucap Andini yang berpusat pada Ayana. Dia begitu merasa bersalah


Ke-tiga nya begitu geram saat mendengar penjelasan Andini namun mereka mencoba menahan amarah itu.


'' Terus kenapa kamu bukain pintu itu, '' ucap Ayana yang sedari tadi hanya diam namun penjelasan itu membuat hatinya begitu terenyuh


'' Aku akan merasa begitu bersalah seumur hidupku jika aku membiarkan kakak di lecehkan oleh nya. Dan dengan keberanian aku mencoba melawan nya. Meskipun aku tau konsekuensi nya gimana. '' jawab Andini dan jawaban itu terlihat begitu jujur


'' Kalo gitu, lo harus siap jadi saksi di kantor nanti. '' Ucap Randy


'' Iya, aku siap. '' jawab Andini tanpa ragu


'' Ya udah kita keluar dari sini. Kita langsung kekantor aja. Yank, kamu kasih tau mama sama papa ya.'' Ucap Randy Lisa pun mengangguk dan menggandeng Ayana.


Ayana terus saja melihati Andini dari belakang dia merasa begitu iba dengan Andini, meskipun dia sudah jahat padanya namun Ayana tidak sedendam itu pada seseorang.


__ADS_1


__ADS_2