Love Is Back

Love Is Back
Ando yang usil 2


__ADS_3

Tak lama ada sebuah motor yang berhenti didepanya, seorang pengendara yang memakai jaket kebangsaan berwarna hijau, dengan helm berwarna sama, pengendara itu menggunakan masker.


"Mbak butuh ojek?" Tanya pengendara yang tak lain kang ojol yang memakai jaket hijau.


Olive mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba ada kang ojol yang mampir, padahal dia belum pesan.


"I-iya sih bang, tapi saya belum pesan pake aplikasi." Ucap Olive yang memang belum pesan ojol.


"Tidak apa mbak, kebetulan saya arah pulang, mungkin alamat rumah mbak searah sama saya."


Olive berdiri dari duduknya, dan mendekati kang ojol yang masih nangkring di atas motor.


"Memangnya Abang pulang kemana?" Tanya Olive menatap kang ojol yang memakai masker itu.


"Ke jalan malati mbak." Jawaban kang ojol seketika membuat Olive tersenyum lebar.


"Kalau begitu searah bang." Olive pun senang, dan menerima helm yang kang ojol berikan.


"Peganggan Mbak takut ketinggalan."


Plak


"Abang mah ada-ada aja."Olive memukul pundak kang ojol membuat kang ojol tertawa.


"Ya, siapa tahu si mbak, ketinggalan digondol_"


"Udah deh Bang, jangan ngomongin hal goib." Kesal Olive sambil menoleh kebelakang.

__ADS_1


Kendaraan roda dua itu sudah berjalan membelah jalan kota yang ramai dimalam hari, Olive tersenyum melihat keramaian kota dimalam hari.


"Mbak saya lapar, boleh mampir ketenda sana tidak!" Tanya kang ojol dengan suara yang sedikit keras, karena berkendara diatas motor dan suara angin malam yang berisik kang ojol sedikit berteriak.


"Boleh bang, kebetulan saya juga lapar belum makan." Jawab Olive yang juga sedikit berteriak.


Kang ojol pun memakirkan kendaraan yang mereka tumpangi, dekat dengan tenda yang menyediakan menu dadakan.


Olive melepaskan helm yang dia pakai. "Mbak masuk aja dulu pesan, saya mau terima telpon dulu." Ucap kang ojol yang langsung diangguki Olive.


"Ck apa Nat!" Kesal Ando yang mendapat telepon dari bosnya Nathan.


"...."


"Bawel, iya gue pulang besok lu udah liat gue dikantor." Kesal Ando.


Tut


Ando mematikan panggilanya sepihak, dirinya kesal karena Nathan selalu menerornya untuk segera pulang.


Ando pun melepas jaket hijau yang sejak tadi melekat pada tubuhnya, dan melepas masker yang dia pakai.


"Duh, mimpi apa gue jadi kang ojol." Gumamnya yang menaruh jaketnya di bagian depan motor. "Demi si Endut yang udah lingsang gue rela nyamar jadi kang ojol." Ucap Ando yang tersenyum sendiri.


Ando sengaja menghentikan ojol dan memberi sejumlah uang untuk ia pinjam motornya, dan Ando akan mengembalikan kehotel setelah jam nya habis dan akan terbang ke Jakarta.


Ando cukup merogoh kantongnya ketikan menyewa kendaraan itu, karena pemilik kendaraan itu takut jika motornya tidak kembali, dan uang yang Ando berikan sebagai jaminan.

__ADS_1


Tidak cukup satu kali Ando mengerjai Olive, bahkan dalam sewaktu Ando melakukanya dua kali.


Pria dengan kemeja putih bagian kancing atasnya terbuka dua, terlihat dadanya yang bidang, dan rambutnya yang ikal terlihat berantakan, pria itu adalah Ando yang berjalan masuk ketenda untuk menghampiri sang pujaan hati yang ada dalam.


"Ternyata kak Joe tidak segalak seperti saat ospek tadi." Ucap Olive yang sedang bicara pada pria yang duduk didepannya.


"Jadi aku galak ya." Ucap Joe sambil tertawa.


Ando yang melihat Olive berbincang dengan pria mengepalkan tangannya kuat, baru duduk sebentar Olive sudah didekati pria ingusan.


"Ck, kenapa banyak buaya yang mendekatinya sih." Kesal Ando yang mengingat Olive sekarang banyak yang mendekati, terutama seorang pria.


Ando akui jika perubahan Olive membuatnya was-was, gadisnya yang semakin cantik dengan tubuh yang ideal, apalagi sifat Olive yang baik dan sopan, terkadang akan menjadi Boomerang sendiri untuk Olive, jika bertemu dengan orang yang salah.


Ando pun berjalan melewati keduanya, posisi Olive yang duduk membelakanginya, tidak membuat Olive tahu jika dirinya berada disana.


"Pak pesan Mbak yang sana sudah?" Tanya Ando pada penjual yang akan mengantarkan makanan pesanan Olive.


"Ini Mas, mau saya antar."


"Bungkus saja pak, tidak usah diantar dan ini saya bayar." Ando memeberikan dua lembar uang.


"Tapi mas_


"Dia pacar saya pak, saya kesal dia ngobrol sama cowok lain, dan saya dilupakan." Ucap Ando dramatis.


Kadal buaya sendang melancarkan aksinya, dirinya tidak terima merasa kalah dengan pria-pria ingusan yang mengejar-ngejar Olive, karena pria mapan dan matang tetap menjadi incaran gadis remaja.

__ADS_1


Dih Sendal jepit percaya diri sekali 🤧


__ADS_2