Love Is Back

Love Is Back
episode 201 pulangnya Arga


__ADS_3

Acara pertunangan berjalan dengan lancar. Tidak di sangka jika Adam dan keluarga besarnya berasal dari keluarga kaya. Sungguh di liat dugaan para keluarga Olivia. Dua sejoli itu terlihat begitu bahagia setelah menyematkan cincin di jari manis keduanya, suara rouh tepuk tangan dari para tamu undangan membuat seisi ruangan itu riuh.


Sahabat dan keluarga besar Adam pun masih tidak percaya saat mereka menyaksikan acara pertunangan itu. Terutama Dandi dan juga Kevin. Bagaimana tidak undangan itu tiba pagi hari dan acara di mulai di malam hari.


Seperti mimpi yang menjadi nyata, sahabat nya sewaktu kuliah di luar negri dulu dan sempat menaruh rasa padanya kini menjadi istri sahabat dari istrinya.


'' Selamat ya, gak nyangka lo kalo kalian ternyata punya hubungan. '' Ucap Kevin ketika adam dan Olivia menyalami seluruh tamu undangan.


Olivia hanya nyengir kuda sambil terus menggandeng tangan Adam. Terlihat begitu serasi mereka berdua.


'' Trimakasih, do'a kan kami langgeng ya. '' Ucap Adam


'' Pasti. '' Balas Kevin


Tak lupa Ayana dan yang lain pun mengucapkan selamat dan saling berganti memeluk. Bahagia nya mereka menjadi bahagia nya para sahabat dan keluarganya.


Velly terlihat begitu menikmati me time nya. Karna Ganes sedang di asuh oleh oma nya, Sarah meminta Ganes di taruh di rumahnya karna mereka tidak mendapat undangan pertunangan. Sebenarnya Budi dan Lastri menyayangkannya. Dan mereka ingin mengajak cucu mereka namun karna usia Ganes yang masih terlalu kecil Budi pun memaklumi nya.


'' Mas nyangka nggak kalo Adam bakalan punya pacar secepat ini? '' Tanya Velly yang sejak tadi menatap Adam bahkan pandanganya tidak berpaling


'' Gak nyangka nya kok dia bisa dapet turunan bule. Udah sih itu aja. '' Jawab Dandi


'' Ish! Cantik ya? '' Tanya Velly


'' Masih cantik istri Mas, kalo cantiknya perempuan lain itu emang dasarnya mereka perempuan. Kalo ganteng ya gak mungkin kecuali Laura. '' Jawab Dandi


'' Apaan sih Mas, ga jelas deh. ''


'' Udah kita makan abis itu pulang. Kasihan Ganes nanti nangis minta mimim.'' Ucap Dandi


'' Iya. '' Jawab Velly sedikit kesel.


****


Keringat sudah bercucuran, rasa tidak nyaman di perut semakin terasa. Andini tidak bisa berbuat apa-apa selain merasakan nya sendirian, dia ingin sekali ke dokter untuk memeriksakan kandungan nya lagi namun spertinya dia merasa jika ini belum waktunya.


Tapi yang dia rasakan begitu sangat, hingga tertidur pun sulit. Andini berjalan kesana kemari untuk meringankan sakitnya. Tidak lama kemudian rasa sakit itu berkurang. Dan setelah di tunggu beberapa menit ternyata tidak lagi muncul.


'' Ibu, temani aku di setiap langkahku, temani aku di setiap geraku. Karna saat ini aku tidak punya siapa-siapa selain ibu. Meski ibu sudah tenang di syurga nya Allah. Tapi Andini yakin jika ibu selalu ada di sini. Menemani Andini selalu. Maafkan Andini ya bu, yang tidak bisa membahagiakanmu semenjak kepergian mu, hidupku berantakan. Tapi ibu harus tau bahwa aku bisa melewatinya sendiri. '' Derai tetesan airmata itu menetes. Tidak di pungkiri kesedihan nya begitu dalam hanya saja dia mencoba kuat menjalani nya.


Di tinggal kan oleh seseorang yang kita sayang bukanlah hal yang mudah. Menerima itu mungkin tapi menjalani nya itu yang sulit. Frame yang berisikan foto keduanya itu di peluk erat oleh Andini. Rasanya kepergian ibunya adalah sebuah mimpi buruk yang menjadi nyata.

__ADS_1


Sayup-sayup mata Andini sudah mulai mengantuk karna kelelahan menangis, dia yang duduk di sofa pun sudah mulai menyandarkan Kepala nya. Sambil memeluk foto yang sedari tadi dia ajak bicara.


Pertengahan malam, samar-samar Andini merasa jika ada pergerakan seseorang yang memindahkan posisi tidurnya tadi hingga ada selimut yang menghangatkan badanya. Namun itu sperti mimpi hingga Andini enggan untuk membuka mata. Dia masih menikmati tidurnya.


Pagi hari, sinaran mentari menyinari menyusup masuk lewat ventilasi jendela kamarnya. Mata Andini mengerjap berkali-kali untuk menetralkan ngantuknya. Dia pun duduk dan membenarkan posisinya agar nyaman.


Namun Andini terkejut dengan bantal dan selimut yang ada pada badanya.


'' Siapa yang melakukan ini? Bukannya semalem aku hanya mimpi. '' Ucap Andini sambil terlihat tidak percaya dan begitu penasaran dengan siapa yang sudah melakukannya, apa mungkin ibunya?


Saat Andini teringat dengan ibunya, buru-buru dia mencari frame yang semalam dia peluk. Namun frame itu sudah tidak ada. Andini pun bingung mencarinya, dia terlihat menyibak selimut dan juga bantal. Mencari di mana frame itu berada.


'' Pagi, kamu udah bangun? ''


Andini pun berdiri tegak seketika. Sat mendengar sapaan itu, perlahan dia menoleh memastikan siapa dia,


'' Kakak! '' Teriak Andini ketika melihat sosok di hadapannya.


Andini pun langsung berlari memeluk Arga. Bahkan sarapan yang di bawanya hampir tumpah karna reaksi Andini.


'' Tunggu dulu geh, kakak taroh dulu ini sarapannya. '' Ucap Arga yang kedua tangannya meregang namun badanya sudah di peluk oleh Andini.


Andini pun melepaskan pelukan itu dan Arga pun meletakkan nampan dan juga air putih di tanganya. Kemudian Arga membuka kembali kedua tangannya agar Andini bisa memeluk nya kembali.


Andini pun langsung lari kepelukan itu. Dia menangis di sana. Tangis bahagia karna akhirnya dia bisa kembali jumpa dengan sosok harapan hidupnya.


'' Kok ngeganjel ya sayang, Ada apa sih ini? '' ucap Arga karna Andini tidak rapat memeluk nya.


'' Kakak, aku kan lagi hamil. Jelas ngeganjel dong, kan ada anak kamu di sini. '' Ucap Andini. yang tadinya melo jadi pingin ketawa


'' Oh iya. Maafkan papa ya sayang, papa lupa kalo ada kamu di dalam perut mama. '' Jawab Arga sambil mengusap perut Andini yang kini sudah semakin besar.


Andini tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya. Mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut Arga membuat Andini merasa begitu bahgia hingga buliran bening itu tak berhenti menetes.


'' Udah dong sayang. Kakak pulang bukan buat lihat kamu nangis. Udah ya, '' Ucap Arga sambil mengusap air mata itu


'' Kita duduk dulu. '' Ajak Arga lalu membawa Andini duduk kembali di sofa.


'' Kamu sarapan dulu, kakak udah masak buat kamu. Tapi gak tau ini enak atau nggak. Cuman yang jelas ini spesial buat kamu. '' Ucap Arga yang sudah memegang satu piring nasi goreng lengkap dengan telur dadar


Andini mengangguk. Lalu ingin mengambil sendok yang ada di piring itu. Namun Arga menahanya.

__ADS_1


'' Kali ini, biar kakak yang suapin ya. '' Ucapnya


Andini pun kembali mengangguk dan tersenyum. Suapan demi suapan pun masuk kedalam mulut Andini.


Terkadang perubahan seseorang itu memang harus di buat susah dan sedih dulu untuk bisa jadi lebih baik.


***


Suasana sarapan di kediaman Kevin. Pagi ini Ayana sudah tidak lagi mual dan muntah sperti pagi-pagi sebelum nya.


Suasana sarapan itu terasa begitu nikmat.


'' Arga sudah bebas, dia keluar semalam. '' Ucap Kevin


Seketika dua perempuan itu langsung menatap kearah Kevin.


'' Siapa yang membebaskan? '' Tanya dewi dan juga Ayana bersmaan


'' Aku. '' Jawab Kevin singkat lalu memakan lagi sarapan nya


'' Kevin. Kenapa? Kok bisa sih kamu ngebebasin dia? '' Tanya Dewi tak percaya sekaligus tidak suka.


'' Kasihan kekasihnya yang sedang hamil tua. Apalagi dia hidup sendirian tanpa siapapun. Makanya aku mencabut tuntutan nya. '' Jawab Kevin


'' Secepat itu nurani kamu tergerak vin. Bunda gak nyangka lo, '' Ucap Dewi yang terdengar begitu kecewa


'' Kamu tahu Vin. Yang namanya ular akan tetap jadi ular. Dan itu tidak akan berubah. '' Ucap Dewi


'' Iya bunda, Kevin tau itu. Namun setidaknya rasa kemanusiaan Kevin ada. Jika memang dia akan berbuat sperti itu kembali. Maka kata maaf itu sudah tidak ada lagi. Lagian keputusan Kevin itu bukan semata-mata karna Kevin ambil sendiri. Tapi Kevin juga meminta ijin papa sama mama, Ayana pun tahu tapi tidak sepenuhnya. '' Jelas Kevin


'' Ya sudah, terserah kamu aja. Bunda tau kamu sudah paham dengan apa yang baik untuk kamu. ''


'' Iya bunda. Maaf jika bunda kecewa dengan keputusan Kevin. '' Ucap Kevin


'' Tidak nak. Bunda tidak kecewa, apapun keputusan kamu pasti itu yang terbaik. ''


Ayana hanya terdiam sambil menyimak obrolan keduanya.


'' Untuk anak perempuan mama. Kamu harus hati-hati ya sayang. Pokoknya jangan terlalu dekat dengan mereka. '' Ucap Dewi


'' Iya bunda. Ayana faham. '' Jawab Ayana.

__ADS_1



.


__ADS_2