Love Is Back

Love Is Back
Melupakan keberadaan istri


__ADS_3

Ando mendelik mendengar ucapan Olive yang seakan meledek dirinya yang selalu berpikiran kotor.


"Tidak usah marah memang itukan kenyataanya."


Skakmat Ando tidak lagi membalas ucapan Olive yang seratus persen benar. Dirinya tidak ingin membuat wanitanya ngambek dan berakhir belalainya yang tidak mendapatkan jatah buka segel.


Sampainya diaparteman keduanya segera menuju lift yang akan membawa mereka keflat, tempat tinggal Ando yang kini menjadi tempat tinggal keduanya.


"Apa kita akan tinggal diaparteman terus?" tanya Olive yang berdiri di samping Ando yang sedang membuka pintu menggunakan password.


"Memangnya kamu ingin tinggal dimana?" Tanya Ando balik yang sudah berhasil membuka pintu dan masuk lebih dulu.


"Ya Dimana aja asal sama suamiku." Jawab Olive santai.


Ando terseyum, menutup pintu dan langsung otomatis terkunci, Ando langsung mendekap tubuh Olive dari belakang.


"Yakin ingin ikut kemanapun aku pergi?" Tanya Ando sambil mencium pipi Olive dari samping.


"Bukanya semua istri akan melakukan hal yang sama, dimana suami berpijak disana juga istri ikut berpijak."


Ando semakin mengeratkan pelukannya. "Hm, untuk sekarang kita tinggal disini, anggap saja kita butuh privasi berdua saja."


Olive menoleh kesamping saat bibir Ando mulai merayap dilehernya.


"Apa aku bisa mendapatkan jacpot hari ini?" Tanya Ando dengan masih melakukan kegiatannya.


"Jacpot?" Olive memundurkan kepalanya, dan terpaksa kegiatan Ando pun terhenti.


"Kamu tidak tahu apa itu jacpot?" Tanya Ando dengan menatap wajah Olive intens.


"Sebuah hadiah besar." Jawab Olive.


"Ya, hadiah besar yang sudah aku tunggu-tunggu." Ando mengecup telinga Olive.


"Emm, hadiah apa? aku tidak punya ahh." Olive tidak bisa melanjutkan ucapanya saat bibir Ando menghisap kuat lehernya.


"Kamu punya segalanya, hadiah yang aku mau hanya ada didalam dirimu."


"Ahh kak." Olive memekik saat tubuhnya tiba-tiba melayang di atas gendongan Ando.


"Turunin kak aku bisa jalan." Ucap Oliva sambil menoleh kebelakang, dimana Ando akan membawanya kedalam kamar.


Ando tidak menggubris dia memilih untuk merebahkan tubuh Olive diatas ranjang milikinya.


Cup


Ando mencium bibir Olive sekilas. "Istrirahat dulu, kamu pasti lelah." Ucap Ando sambil melepaskan sepatu yang masih Olive pakai, dan menaruhnya samping ranjang.

__ADS_1


Olive tertegun, dia pikir suaminya akan meminta haknya saat ini juga, tapi ternyata Olive salah.


"Kamu ingin makan apa? nanti aku pesankan." Tanya Ando yang sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian santai.


"Apa saja kak." Jawab Olive yang masih menatap pergerakan Ando yang sedang menurunkan kaus yang baru saja dia pakai.


"Kalau begitu istirahat agar nanti punya tenaga untuk gulat diatas ranjang." Ucap Ando sambil memainkan matanya genit.


Olive membulatkan kedua matanya. "Dasar mesum." Ucap Olive sambil melempar bantal kearah Ando yang akan keluar dari kamar.


Ando tertawa karena lemparan Olive meleset. "Percayalah nanti malam aku kan memakanmu sampai tak tersisa."


Lagi-lagi ucapan Ando membuat Olive kesal dan malu, wajahnya sudah merona mendengar ucapan Ando yang berbau ranjang.


"Gulat diatas ranjang, bagaimana rasanya." Gumam Olive sambil traveling.


.


.


Ando memasuki ruang kerjanya, dirinya tidak sabar dan merasa gatal ingin menyentuh benda persegi empat yang senantiasa menamainya setiap hari.


Libur panjang membuatnya merindukan aktifitasnya yang padat.


"Kalau kayak gini terus, bisa-bisa gajiku dipangkas habis oleh Nathan." Gumamnya sambil membuka layar persegi diatas meja nya.


"Astaga.." Ando mengusap wajahnya kasar saat melihat banyaknya email yang masuk laptopnya.


'Jika tidak kamu selesaikan dengan cepat, maka tidak ada libur untuk bulan madu, dan kamu akan lembur setiap hari.'


"Bos lacnut, mana bisa tidak ada bulan madu setelah menikah enak saja." Kesal Ando sambil bersungut-sungut.


Dirinya segera berkutat dengan laptop yang menyala, bertekat akan menyelesaikannya pekerjaan yang sudah menunggunya sejak lama.


Baginya sangat mudah,hanya saja butuh ketelitian untuk memeriksa berkas-berkas penting yang sudah masuk.


Dilain tempat Nathan yang melihat email-nya sudah masuk tersenyum menyeringai.


"Rasain emang enak sibuk kerja di saat penganten baru." Ucap Nathan dengan senyum kemenangan.


"Byy, kamu ngapain?" Tanya Ami yang baru saja masuk kedalam ruang kerja Nathan.


Hari ini Nathan memang tidak ke kantor, lantaran Istri tersayangnya ingin ditemani seharian, alhasil Nathan memilih untuk bekerja dari rumah.


"Tidak ngapa-ngapain." Nathan tersenyum, melihat penampilan Ayana yang seharian turus saja membuat matanya panas dan menimbulkan regangan tinggi dibawah sana.


"Apa Olive sudah sampai di Jakarta?" Tanya Ayana yang langsung duduk dipangkuan Nathan.

__ADS_1


"Sudah, kenapa?" Tanya Nathan yang melingkarkan tangannya diperut Ayana yang sudah menonjol.


"Aku ingin bertemu Olive besok, boleh ya.." Ucap Ayana sambil mengelus dada Nathan dari balik kaus tipis yang membalut tubuhnya.


"Nanti kamu menganggu pengantin baru sayang." Ucap Nathan dengan susah payah menelan ludahnya kasar.


"Tidak akan, lagian siang kan pasti kak Ando ke kantor."


"Hm, terserah kamu saja, sekarang kamu harus bertanggung jawab sudah membangkitkan singkong premium dibawah sana." Ucap Nathan yang langsung menyambar bibir tipis istrinya yang sudah membuatnya candu.


Jika kedua pengantin lama sedang beradu bibir menjelang kenikmatan, lain halnya dengan Ando yang meluapkan sesuatu hingga membuat Olive terpaksa berkutat didepan dapur.


"Katanya mau pesenin makanan, mana dasar tulang bokis." Gerutu Olive sambil membalik omlete yang dia buat.


Setelah bangun tidur, perutnya sudah terasa lapar dan juga waktunya dia minum obat. Tapi saat menuju kedapur, diatas meja kosong tidak ada apa-apa yang bisa dimakan.


Bahkan Ando sendiri tidak terlihat batang hidungnya, entah kemana pria itu pergi.


Tidak perduli dimana suaminya, Olive membawa omelette yang dia buat, dan duduk didepan tv, sambil membawa secangkir teh hangat.


"Semoga kenyang wahai kau para cacing-cacing." Ucap Olive sambil mengelus perutnya yang keroncongan.


"Ahh akhirnya sudah berkurang." Ando merentangkan kedua tangannya kedepan, untuk melemaskan otot tanganya.


Punggungnya terasa pegal setelah tiga jam lebih dirinya berkutat dengan bekerja, yang lumayan banyak. Tapi dirinya cukup lega karena sudah sebagian berkas penting selesai dia kerjakan.


Krukk


krukk


krukk


"Eh, cacing ngak ada sopan santun." Ucap Ando yang mendengar perutnya keroncongan.


"Laper nih gue." Dirinya beranjak berdiri setelah membereskan meja kerjanya, Ando keluar sambil memesan makanan secara Online.


Tapi langkah kakinya berhenti saat matanya menangkap sosok seseorang yang sedang duduk sambil menonton tv.


"Astaga." Ando memukul keningnya sendiri. "Sepertinya aku lupa jika sudah punya istri." Gumamnya pelan takut didengar oleh Olive.


Kakinya perlahan membawanya mendekati Olive, Ando berdiri dibelakang Olive yang duduk sambil memangku piring berisikan omelette.


Ando meringis melihat makanan yang Olive makan, dirinya begitu bodoh melupakan Olive yang sudah menjadi Istrinya.


"Sepetinya malam ini tidak ada rayu-rayuan, demi keselamatan bumi yang damai dan tentram." Ucap Ando sambil memikirkan cara agar istrinya tidak marah.


.

__ADS_1


.


Semangat kembang kopinya, vote juga boleh 🤣🤣


__ADS_2