
hari ini tepatnya 2 bulan lebih pernikahan Ando dan Olive, kedua sepasang suami istri yang kadang-kadang tidak bisa akur dan kadang-kadang juga menjengkelkan itu kini sedang berada di rumah sang mertua atau di rumah kedua orang tua Olive.
Hari ini adalah hari weekend.Olive meminta suaminya untuk mengantarkan ke rumah kedua orang tuanya, setelah menikah Olive memang baru dua kali mendatangi rumah masa kecilnya. dirinya merindukan kamar dan juga ocehan sang Mama. meskipun terkadang mamanya menyebalkan tapi bagi Olive kasih sayang mamanya tidak akan pernah tergantikan meskipun dirinya sudah memiliki suami.
Dan hari ini Olive ingin di masakan garang asem oleh sang Mama Susi, dengan senang hati Susi membuatkan permintaan sang Putri. sudah lama putrinya memang tidak datang ke rumah atau menginap lama dan kini keduanya datang membuatnya bahagia.
"Mah, Pah hari ini aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian setelah makan siang, kalian siap-siap nanti kita akan pergi bersama-sama." ucapkan do yang masih duduk di meja makan.
Ketiganya menatap Ando bingung, "Memangnya mau kemana Kak, Apa ada acara di luar? " tanya Olive yang penasaran.
"Tidak ada, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu kepada Mama dan Papa saja, dan kamu juga sayang. setelah ini kita akan pergi bersama-sama oke." Ando tersenyum saat mengatakannya.
Akhir-akhir ini dirinya memang sibuk, sibuk dengan urusan ranjangnya dengan sang istri, sampai-sampai lupa untuk memberikan hadiah kepada mertuanya. bahkan ruko yang pernah dia belikan sudah selesai dari 2 minggu yang lalu, tapi karena Ando yang masih menikmati kebersamaannya dengan sang istri, pria itu mengesampingkan hadiah yang akan dia berikan. dan memilih menghabiskan waktu berdua dengan sang istri, karena jarang-jarang istrinya itu akan menuruti apapun yang dia mau meskipun hanya urusan ranjang, kalau saja mood sang istri tidak baik maka sudah dipastikan belalainya akan terlantarkan.
Dan mulai sekarang Ando akan berhati-hati untuk menghadapi mood istrinya yang terkadang naik turun, bahkan tanpa sebab dan alasan hujan dan angin istrinya tiba-tiba marah kepada dirinya tidak jelas.
"jadi setelah ini kita akan pergi keluar nak Ando?" tanya Faisal memastikan.
"iya Pah, kita berempat akan pergi ke luar bersama-sama."
setelah acara makan siang bersama selesai, Seperti yang anda katakan pria itu membawa kedua mertuanya dan juga istrinya masuk ke dalam mobilnya.
"Sebenarnya kita mau ke mana Kak, Kenapa tujuannya ke arah sini?" tanya Olive yang rasa penasarannya belum dijawab oleh sang suami.
"Nanti kamu juga akan tahu sayang, tunggu saja pasti kalian akan menyukainya." Ando tersenyum menatap istri dan kedua mertuanya dari kaca spion depan dan pria itu kembali fokus menyetir.
Tak lama, mobil yang dikendarai Ando dan membawa kedua ibu bapak mertuanya kini sampai di sebuah parkiran di depan ruko yang terlihat begitu indah. Mereka semua keluar setelah Ando benar-benar mematikan mesin mobilnya, Faisal mengernyitkan kening saat melihat bangunan di depannya, sepertinya bangunan ini yang kemarin dirinya lihat dan sempat mengobrol dengan menantunya ini, tapi kenapa tiba-tiba dirinya dibawa ke sini apakah tempat ini sedang mengadakan acara?
"Kak ini ruko siapa?" Olive menatap bangunan di depannya dan suaminya bergantian.
Ando hanya tersenyum, "mah, lah Apa kalian menyukai bangunan di depan ini?" tanya Ando menatap kedua orang tua dari istrinya dengan senyum yang mengembang.
"Waahh ini mah sudah tidak usah ditanyakan lagi nak Ando, Mama pasti menyukainya. Memangnya ini punya siapa?"
Ando masih dengan senyumnya, "Ini hadiah untuk mama dan papa, karena sudah memberikan putri cantik dan kesayangan mama dan papa kepadaku, memberikan kepercayaan kepadaku untuk menjaga dan membahagiakan Putri mama satu-satunya. dan aku berharap mama dan papa menerima hadiah yang aku berikan, semoga dengan adanya ruko ini usaha mama dan papa akan semakin lebih besar. dan untuk Putri mama aku mencintainya Mah sampai kapanpun aku mencintainya." Ando menatap Olive penuh cinta.
Sedangkan Olive sudah tidak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan tulus dari bibir suaminya, dan Olive pun tidak menyangka jika suaminya memberikan hadiah yang begitu berarti untuk kedua orang tuanya, karena dulu mamanya memiliki keinginan untuk memiliki ruko sendiri yang tempatnya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Pah, Mama tidak mimpi kan, ini beneran hadiah untuk mama Pah." Susi sudah tidak bisa membendung air mata bahagianya mendapatkan kado dari sang menantu.
"Iya mah, Mama tidak Mimpi Ini benar-benar hadiah dari nak Ando untuk kita usaha, semoga hadiah nak Ando dan usaha kita menjadi berkah Mah, papa bahagia memiliki kalian." Faisal memeluk istrinya sedangkan Olive memelik suaminya keduanya saling berpelukan di depan ruko yang dihadiahkan Ando untuk kedua mertuanya.
"Terima kasih Kak, terima kasih sudah membuat kedua orang tuaku bahagia. Terima kasih sudah mencintaiku dengan sepenuh hati, jangan lelah membuatku terus tersenyum meskipun terkadang sifatku yang menyebalkan tapi percayalah kalau cintaku juga sama besarnya pada dirimu." ucapan Olive terdengar begitu tulus di telinga Ando, pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, sampai-sampai pelukannya begitu erat di tubuh sang istri bahkan Ando beberapa kali mencium pucuk kepala istrinya penuh kasih sayang.
"Iya sayang, Aku percaya Jika kamu juga mencintaiku."
Setelah selesai memberikan hadiah kepada kedua orang tuanya kini Ando kembali membawa ketiganya untuk menuju ke suatu tempat. Suatu tempat yang akan menjadi tempat tinggalnya dengan keluarga kecilnya yang akan datang.
"Ini rumah siapa lagi Kak, Kenapa kamu suka sekali mendatangi rumah yang tidak pernah Aku datangi?" ucap Olive menatap suaminya kesal.
Menurutnya hari ini suaminya penuh kejutan, daripada sifat menyebalkannya suaminya itu hari ini lebih menjadi sedikit romantis.
"Kamu kebanyakan bertanya sayang, sudahlah ayo kita masuk ke dalam. Aku ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian semua."
__ADS_1
Meskipun dengan perasaan bingung, ketiganya mengikuti kemana langkah kaki Ando melangkah. Olive berjalan di samping suaminya dengan kedua orang tuanya di belakang, mereka begitu takjub hanya melihat bagian depan bangunan mewah itu, mereka belum tahu bagaimana dalamnya, jika luarnya saja terlihat begitu indah apalagi di dalamnya pasti sangat mengejutkan bukan.
"Kak sebenarnya Ini rumah siapa?" tanya Olive yang masih penasaran.
Faisal dan Susi begitu takjub melihat bagaimana desain interior di bagian dalam, banyak barang-barang mewah dan elegan yang tersusun rapi di tempat-tempatnya, jika bagi mereka ini adalah istana Sultan, maka bagi Ando ini adalah sebagian kecil hadiah untuk sang istri.
"Rumah ini rumah masa depan keluarga kecil kita sayang, kita akan menempati rumah ini bersama anak-anak kita nanti. Aku berharap di sini kita akan hidup bahagia dengan keluarga kecil kita yang mungkin saja." tangan Ando turun mengusap perut rata Olive. "di sini sudah hadir buah cinta kita selama ini kita tunggu." Ando tersenyum ketika mengatakannya, dan menatap wajah istrinya yang juga tersenyum menatapnya.
Faisal dan Susi yang melihat anak dan menantunya begitu bahagia, mereka juga terharu, terharu melihat kebahagiaan yang tidak pernah mereka pikirkan Jika putri semata wayangnya akan menikah dengan seorang pria yang benar-benar bertanggung jawab dan mencintai putrinya begitu besar.
Olive sudah menjatuhkan air matanya mendengar ucapan sang suami dirinya merasa begitu diratukan oleh suaminya yang menyebalkan menurutnya.
Ando tersenyum dan mengusap pipi istrinya yang basah pria itu mengecup kening Olive lama meskipun ada kedua mertuanya tapi Ando tidak peduli, mana pernah pria itu memperdulikan sekelilingnya jika dirinya sudah bahagia apalagi bersama sang istri. Dunia serasa milik berdua itulah kata pepatah.
Siapa yang tidak akan senang dan terharu mendapatkan hadiah yang begitu bisa dibilang mahal dari sang suami, Olive tidak menyangka jika dirinya akan mendapat kejutan seperti ini. meskipun pernikahannya tidak diadakan secara besar-besaran dan mengundang banyak orang tapi setidaknya acara inti adalah kebersamaan keluarga dan pernikahannya sah di mata hukum dan agama. meskipun suaminya seringkali menawari untuk mengadakan pesta pernikahan, tidak hanya suaminya tapi ibu mertuanya pun sama. m
Mereka sering menawarkan untuk mengadakan resepsi pernikahan tapi Olive tidak mau melakukannya baginya sudah dipersatukan dengan orang yang dia cintai adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan,nwalau begitu Olive tidak pernah melupakan dari mana asal usulnya, di mana saat dirinya dulu menjadi seorang gadis yang sering dibully karena berat badannya, dulu gadis gendut yang terlihat tidak seksi di mata orang-orang, kini gadis gendut itu berubah menjadi gadis yang begitu cantik dan banyak didekati oleh pria, terutama seorang Casanova yang tiba-tiba datang dan membuat hatinya gundah gulana tidak menentu. Olive yang tidak pernah merasakan jatuh cinta pertama kalinya merasakan cinta kepada seseorang pria yang menurutnya sangat baik dan tampan, pria itu memang baik hanya saja, pria itu tidak pernah melihat kebaikannya selama berada di sisinya, di saat Olive berjuang pria itu malah mematahkan perjuangannya, sedangkan di saat Olive berhenti untuk berjuang dan menyerah tiba-tiba pria itu datang dan memperjuangkan apa yang sudah Olive lepaskan.
Sungguh dunia sepertinya adil kepadanya, meskipun saat pertama dirinya begitu putus asa dan tidak ada keinginan untuk memperjuangkan apa yang dirinya inginkan, tapi Olive percaya takdir Tuhan adalah yang menentukan segalanya.
Huwek...huwek..
tiba-tiba Olive terdengar ingin muntah, "sayang kamu kenapa?" Ando begitu panik melihat wajah istrinya yang tiba-tiba pecah dan ingin muntah.
Huwek..
Olive menutup mulutnya dan langsung lari ke belakang mencari toilet yang dekat dengannya, Ando yang melihat istrinya berlari mengikuti ke mana oli pergi dan tujuannya adalah toilet di dekat dapur
Hoek..Hoek..
"Sayang kamu baik-baik saja, kita ke rumah sakit wajah kamu pucat sekali Aku khawatir Sayang."
Wajah Ando terlihat begitu panik dan khawatir pria itu mengu sap keringat yang muncul di kening Olive menggunakan tisu.
Sedangkan di luar Faisal dan Susi saling tatap, "Pah jangan-jangan Putri kita sedang hamil." ucapan Susi pada suaminya dengan senyum yang mengembang.
"Bisa jadi ma, gejalanya sama seperti mama waktu hamil dulu." Faisal menambahkan.
Jika benar putrinya mengandung pasti mereka sangat bahagia dan bersyukur. mereka akan sangat senang bila Olive benar-benar hamil apalagi Olive anak pertama dan akan memberikan cucu pertama untuk mereka, pasti mereka akan begitu senang dengan kehadiran cucu dari Olive dan Ando.
"Kak, perut ku mual." Olive lemas tak berdaya, wanita itu tidak kuat meskipun hanya untuk berdiri.
Ando pun langsung menggendong istrinya untuk dia bawa ke kamar tamu yang lebih dekat daripada kamar utama yang di lantai atas.
"Nak nak Ando sebaiknya kamu panggil dokter, sepertinya dugaan Mama benar." melihat wajah pucat dan lemas Olive membuat sushi yakin jika putrinya benar-benar hamil.
"Dugaan apa mah, apakah Olive memiliki penyakit yang serius? jika iya kenapa Mama dan Papa tidak bilang padaku?" Tanya anda dengan perasaan gelisah.
"Bukan itu nak, Mama menduga jika istrimu sedang hamil muda maka sebaiknya kamu Panggil dokter saja kemari untuk memastikan jika Olive benar-benar hamil."
Ando tercengang mendengar ucapan mamanya, pria itu tidak bisa berpikir dengan jernih tapi kata hamil yang Mama ucapkan membuatnya sedikit menyunggingkan senyum, Jadi benar istrinya sedang hamil anaknya. jika benar Ando adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.
"Baik mah aku akan Panggil dokter sekarang." senyum mengembang tercetak jelas di bibir pria yang berusia 31 tahun itu, pria cassanova yang kini menjadi pria yang bucin kepada sang istri tidak ada yang bisa membuat Ando sebcin ini kecuali hanya Olive Sujita Nareswari.
__ADS_1
Seorang gadis yang dulu dia hina dan dia remehkan, kini menjadi gadis yang dia puja-puja bukan hanya gadis kini Olive sudah menjadi wanitanya seutuhnya bahkan mereka akan dikaruniai seorang anak.
Tak lama dokter yang Ando Panggil datang ke rumahnya untuk memeriksa sang istri yang masih terkulai lemas di atas ranjang, sejak tadi anda tidak beranjak jadi samping Olive, pria itu terus menggenggam dengan senyum di bibir yang mengembang tidak pernah pudar bahkan Olive sendiri sampai heran melihat bibir suaminya yang tidak lelah untuk tersenyum.
"Kak apa bibirmu tidak kram?"
"Memangnya kenapa sayang."
"Sejak kamu mendengar aku hamil bibirmu tidak pernah berhenti untuk tersenyum, apa kamu begitu bahagia mendengar kehamilanku?" Olive menatap suaminya dengan senyum tipis, meskipun dia tahu kabar yang dinanti-nanti mereka selama ini mudah-mudahan terkabul.
Ando tidak menjawab melainkan menatap dokter yang baru saja selesai memeriksa istrinya. "Bagaimana Dok, apakah istri saya benar-benar hamil?"
Anda yang tidak sabaran memberondong dokter itu dengan beberapa pertanyaan.
"Dari hasil yang saya periksa, kemungkinan istri anda sedang hamil muda, tapi untuk memastikan lebih jelas berapa usia kehamilan istri anda, lebih baik anda ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan istri anda dengan dokter ahli kandungan." jelas sang dokter yang langsung diangkutin oleh Ando dan kedua orang tua Olive.
"Sayang kamu dengarkan, Kamu benar-benar hamil. jadi usahaku selama 3 minggu berturut-turut membuahkan hasil oh my god aku sungguh senang sayang, aku sungguh senang." anda tidak bisa mengekspresikan bagaimana kebahagiaan dirinya saat ini dirinya benar-benar bahagia mendapatkan kabar jika istrinya hamil.
Faisal dan Susi hanya geleng kepala melihat ulah menantunya yang begitu bahagia mendengar kehamilan sang istri, mereka juga bahagia melihat putrinya juga bahagia.
Susi mendekati Olive dan tersenyum lembut kepada putrinya, "sayang selamat ya sebentar lagi kamu akan menjadi ibu, dan mama akan menjadi seorang nenek." Susi tak kuasa menahan senyum harunya, wanita paruh baya itu begitu bersyukur putrinya memiliki suami yang begitu menyayanginya dan kini kebahagiaan sedang menanti kehadiran cucu pertamanya.
"Iya mah, Olive juga senang, Terima kasih Mama sudah memberikan kasih sayang kepadaku selama ini. Terima kasih mah, terima kasih." keduanya saling berpelukan menumpahkan rasa bahagia dan harum menjadi satu.
Bahkan Ando langsung menghubungi Nathan, memberitahu jika istrinya sedang mengandung dan dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang Papa seperti Nathan. Sahabat sekaligus bosnya di kantor itu.
Nathan dan istrinya yang mendengar di seberang sana juga ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Ando, mereka juga mengucapkan selamat kepada Olive sahabat Ami yang sama-sama sedang mengandung.
Sungguh ini adalah kabar yang membahagiakan untuk Ando dirinya tidak berhenti mengucap syukur dan mencium istrinya berulang kali mengucapkan terima kasih.
Olive juga bersyukur merasa bersyukur, merasa bahagia dengan keadaannya sekarang.
.
.
"Kak Apa kamu tidak bercanda?" Loli menatap Niko dengan serius, pria itu hanya berdiri santai menatapnya intens.
"Aku tidak pernah bercanda tentang hubungan kita Loli! Aku benar-benar ingin serius dengan kamu, lusa orang tuaku akan datang untuk melamarmu jadi persiapkan dirimu. sebelumnya aku sudah menemui kedua orang tuamu dan mereka menyerahkan semua kepadamu Jadi aku minta kamu tidak akan mengecewakan aku dan keluargaku jika mendatangi kami mendatangi rumahmu.
Loli yang mendengarnya semakin tercengang, sejak kapan aku kasihnya itu tahu di mana tempat tinggal kedua orang tuanya, bahkan selama berhubungan menjalin kasih Loli tidak pernah memberitahu siapa dan di mana kedua orang tuanya tinggal. tapi sekarang pria di depannya ini benar-benar membuatnya terkejut.
"Tapi kak aku belum bisa_"
"Apa kamu tidak?" potong Niko lebih dulu.
Niko maju beberapa langkah untuk mendekat pada Loli jarak mereka hanya satu langkah kini kau bisa melihat wajah Loli yang terasa kasar dan bingung.
"katakan apa kamu tidak mencintaiku kamu tidak ingin menjadi istriku." Niko berkata tegas di depan Loli pria itu tidak melepaskan tatapannya kepada wanita yang terlihat gusar.
"Bu-bukan begitu Kak, hanya saja aku belum siap untuk_"
"Menikah, apa kamu belum siap untuk menikah denganku?"
__ADS_1
Loli menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, bukan ini yang dia mau dirinya ingin menikah dengan Niko tapi dirinya juga belum siap untuk menjalin tali pernikahan di usianya yang masih muda, Loli masih ingin bersenang-senang tanpa ada ikatan suci di antara mereka, tapi cintanya kepada Niko tidak bisa untuk dirubah hanya saja untuk menikah Olive masih membutuhkan waktu. tapi melihat wajah Niko yang menunggu jawabannya Olive tidak tega untuk menolak lamaran pria itu.