Love Is Back

Love Is Back
Hadiah malam pertama Niko


__ADS_3

Dua hari lagi acara pernikahannya dengan sang kekasih, Niko masih aktif dengan kegiatan kampusnya, pria itu masih masuk kampus hingga besok. Karena memang acara pernikahan mereka tidak ada pesta, hanya keluarga inti saja.


Karena rencananya mereka juga akan mengadakan resepsi, tapi nanti. Yang terpenting bagi Niko dirinya sah dulu dimata hukum dan agama.


"Sayang kamu dimana?" Tanya Niko lewat sambungan telepon.


Pria itu mengedarkan pandangannya kesekitar taman kampus, tapi Loli tidak ada, padahal katanya sedang ada di taman.


"Masa sih, aku ada taman kak. Kamu dimana?" tanya Loli sambil tersenyum.


"Udah deh, jangan bikin aku bikin berita kehilangan di rumah informasi, buruan kamu dimana?" tanya Niko yang sudah kesal untuk mencari Loli.


Loli hanya tersenyum, tanpa memutus sambungan telepon gadis itu langsung memeluk Niko dari belakang.


Grep


"Nyariin yak." Ucapnya sambil memeluk Niko dari belakang, tapi hanya sebentar karena Loli sadar mereka berada di kampus.


"Kau itu." Niko mengacak-acak rambut Loli.


"Ihh, berantakan tau." Loli memanyunkan bibirnya cemberut.


tangannya membenarkan rambutnya yang diacak-acak Niko.


Niko malah tertawa, tapi tangannya terulur untuk membantu Loli.


Perbuatan Niko terlihat begitu manis dan romantis bagi mereka yang sejak tadi memperhatikan.

__ADS_1


"Duh, Loli beruntung banget sih dapetin ketua senat Niko." Ucap beberapa mahasiswa yang melihat keduanya sering kepergok adegan manis.


"Iya, padahal si Niko kan susah move on dari mantanya dulu, tapi si Loli bisa membuat Niko melupakan masa lalunya itu." Ucap rekanya lagi.


Dibelakang mereka seorang wanita menatap sinis apa yang dilakukan Niko dan Loli.


Wanita itu tidak suka melihat Niko yang sekarang lebih perhatian dengan seorang wanita, padahal dulu pria itu cuek dan masa bodo.


"Cih, apa bagusnya coba, norak." Ucapanya dengan kesal.


"Sudah selesai kelas?" Tanya Niko yang sudah membantu merapikan rambut Loli.


"Sudah, jadi kita kebutik?" Tanya Loli.


"Jadi dong, Tante Indira sudah menunggu kita. Tadi Ayana kirim pesan katanya Mama mertuanya sudah menyiapkan gaun untuk kamu." Ucap Niko.


Dan rencana siang ini keduanya sudah membuat janji akan kesana.


"Ya udah ayo kesana, aku sudah tidak sabar untuk mencobanya." Ucap Loli yang memang bersemangat.


"Kamu sudah tidak sabaran?" Tanya Niko sambil berjalan disamping Loli yang merangkul lenganya.


"Hu' UM sebenarnya aku gugup sih, tapi entah mengapa aku juga penasaran." Jawab Loli sambil menyengir.


Keduanya berjalan menuju parkiran, dimana ada mobil Niko disana.


"Masa? kok aku biasa saja yaa." Tutur Niko dengan wajah santai.

__ADS_1


Niko memang belum mengalami kegugupan saat akan menikah, mungkin besok pria itu baru merasakannya, karena akan melakukan ijab kabul.


"Belum, coba aja besok. Kau yakin deh kamu bakal nervous." Ledek Loli sambil menunjuk wajah Niko.


"Bisa jadi sih, tapi kalau ngak. Aku mau hadiah." Tutur Niko dengan senyum. Senyum yang memiliki arti.


"Hadiah apa? aku tidak punya uang banyak untuk memberikanmu hadiah." Jawab Loli yang terlalu polos.


Niko semakin terseyum menyeringai.


"Tidak perlu pakai uang, dan apapun yang penting kamu bersedia." Ucap Niko lagi yang memberikan bahasa ambigu.


"Serah deh, apapun yang kamu mau." Jawab Loli, yang tidak mau memikirkan ucapan Niko.


"Ok, deal." Niko menyalami tangan Loli paksa.


"Ihh apaan sih." Loli menepis tangan Niko.


"Bercocok tanam sampai pagi, dan tidak ada penolakan di malam pertama saat kita menikah."


Glek


Loli menelan ludah seperti menelan bongkahan batu. Sungguh otak Niko kini hanya otak mesum, yang bekerja.


.


.

__ADS_1


HALOO..MALAM SAYANG, MAAF BANGET HARI INI OTOR NGAK SEMPET UP, KARENA SIBUK DI RL. JANGAN LUPA JEJAK KALIAN.. BESOK OTOR GANTI CRAZY UP..SE YOU 💋💋💋💋


__ADS_2