Love Is Back

Love Is Back
episode 190 Tangisan Olivia


__ADS_3

Setelah mendengar cerita bahwa Arga masuk bui Adam pun kepikiran ingin membesuk nya. Dan pagi ini dia berbuat untuk kesana. Dan lagi-lagi Olivia menghubungi nya. Namun Adam tidak mengangkatnya dan membiarkan saja.


Diamnya Adam bukan tanpa alasan. Tapi dia sedang menjaga jarak agar tidak terlalu dekat. Pasalnya Olivia sudah menaruh rasa pada Adam. Dan Adam menjaga itu agar tidak terjadi karna kedua orang tua Olivia tidak mengijinkan nya. Meski Adam sempat menaruh rasa namun karna belum terlalu dalam Adam pun menghalangi nya dengan caranya sendiri.


Keinginan Olivia itu semakin tinggi ketika orang tua Olivia melarangnya untuk dekat dengan ada. Alih-alih menyetujui persyaratan Olivia untuk tidak menuntut hal lebih dan membebaskan semua kemauan Olivia namun kenyataan nya di balik Olivia kedua orang tuanya masih melarang nya untuk berhubungan dengan Adam. Yang mana Adam itu sudah bisa mengambil hati Olivia karna saat bersama Adam saja lah Olivia bisa bercerita.


Kenyamanan seseorang itu terletak pada sikap dan prilaku orang itu bagaimana cara-Nya mereka memperlakukan orang itu agar merasa nyaman. Dan Adam berhasil membuat Olivia nyaman dengan sikap nya.


Kini Adam sudah sampai di kantor p*l*s* dengan alamat yang di berikan oleh papa nya. Adam masuk kedalam dan menemui seorang kepala penjaga dan memberitahu jika dia akan menemui sahabat nya dan kebetulan juga masih dalam jam besuk.


Setelah mendapat kan ijin Adam pun masuk dan ternyata di sana sudah ada Andini dan Arga yang sedang makan di suapin oleh Andini.


'' Arga, '' Panggil Adam namun tatapan mata Adam melihat kearah Andini


Arga yang sedang makan pun melihat kearah Adam. Dia pun beranjak dan memeluk sahabat nya itu.


Mereka saling berpelukan lama. Karna begitu lama mereka tidak jumpa. Meski pernah berantem dan tidak tukar sapa namun yang namanya sahabat tetap lah sahabat.


'' Adam. Apa kabar lo? '' Tanya Arga sambil menepuk pundak Adam beberapa kali. Wajahnya sendu dan semakin burik aja.


'' Kabar baik bro. Duduk lah selesaikan makan lo dulu. '' Ucap Adam


Arga pun kembali duduk lalu meminta sendok dan nasi yang tadi di pegang oleh Andini. Tidak enak kan jika di suapin di depan sahabat nya. Sedikit gengsi lah.


'' Kenalin Dam. Ini Andini, '' Andini pun mengulurkan tangannya begitupun Adam


Mereka saling menyebutkan namanya masing-masing.


'' Ini Adam, sahabat nya kakak. '' Jelas Arga pada Andini. Lalu Andini pun mengangguk dan sedikit menunduk tidak mau menatap siapapun


'' Kami jangan malu, Adam ini baik kok. Dia gak bakalan ngomong kamu yang gimana-mana tenang aja. '' Ucap Arga lagi.


'' Ini gimana sih maksudnya? Gue udah lama banget gak tau kabar dari lo. Dan tiba-tiba aja bokap cerita kalo lo di sini, '' Ucap Adam menyela


'' Dam. Nanti lo bisa nggak anterin Andini balik. '' Ucap Arga yang tidak menjawab pertanyaan dari Adam

__ADS_1


'' Iya boleh. '' Jawab Adam yang langsung mengiyakan saja.


'' Nanti kalo lo mau tau yang sebenarnya lo tanya aja sama Andini. Dia tau semuanya kok. Kalo gue yang cerita durasi besuk gak mencukupi. '' Jawab Arga


Adam pun mengangguk paham. Dan tidak lama seorang penjaga pun masuk untuk meminta si Penjenguk untuk pulang.


'' Thanks ya Dam. Ternyata lo masih inget sama gue, gue minta tolong kalo lo ada waktu tolong pantau Andini ya, karna dia lagi ngandung anak gue. '' Bisik Arga lalu melepaskan pelukannya.


Deg!


Jantung Adam tiba-tiba langsung berdegub kencang mendengar kata anak gue. Apa maksudnya ini, Adam butuh penjelasan yang jelas. Tapi waktu tidak bisa menjawabnya. Akhirnya Adam pun hanya mengangguk saja.


Andini keluar lebih dulu saat Arga sedang berpelukan dengan Adam. Rasanya Andini malu dengan dirinya sendiri. Apalagi setelah dia melihat Adam. Tidak tahu kenapa hatinya begitu terasa sakit. Rasanya ingin menangis. Makanya Andini keluar lebih dulu.


Adam mencari keberadaan Andini yang keluar lebih dulu. Setelah dia menoleh ternyata Andini sudah berdiri di pinggir jalan hendak menyetop taksi. Adam yang melihat pun menggagalkan taksi yang sudah di berhentikanya.


'' Kamu kok malah mau naik taksi. Bukannya Arga sudah kasih tau kalo kamu pulang bareng saya. '' Ucap Adam


Andini pun meneteskan air matanya tidak tahu mengapa rasanya dadabya begitu sesak.


Adam pun bingung gimana caranya dia menenangkan Andini apalagi sekarang posisi mereka sedang di pinggiran jalan dan menjadi perhatian orang. Adam pun mendekat dan mengajak Andini untuk masuk kedalam mobilnya.


Mereka sangat dekat hingga sperti sedang berpelukan. Adam membawa Andini masuk dan duduk di kursi samping kemudi dan memasang kan sabuk pengaman itu. Namun Andini masih saja menangis namun pandangan nya di buang kearah jendela.


Kini Adam masuk dan duduk di kursi kemudi lalu membawa Andini pergi dari sana.


***


Olivia kebingungan saat mendapati panggilannya tidak di respon sama sekali oleh Adam. Pikiran nya yang selama ini tenang dan aman ketika Adam memperhatikan nya pun terasa resah kembali karna Adam yang tidak lagi perhatian terhadap nya.


Lama melamun akhirnya Olivia pun memutuskan untuk mengunjungi kediaman orang tuanya. Karna Olivia merasa jika jauhnya Adam itu karna permintaan orang tuanya. Olivia pun bergegas dan bersiap untuk pergi dari sana.


Namun saat Olivia melihat foto Adam yang terpajanh di dinding itu Olivia berhenti. Dia melihat wajah Adam dari atas sampai bawah.


'' Kamu adalah alasan kenapa aku bisa berubah. Dan jika kamu memilih untuk tidak bersama ku maka aku akan cari jalan lain untuk mengakhiri nya. '' Ucap Olivia sendiri lalu menitihkan air matanya

__ADS_1


Kini Olivia menaiki sebuah taksi yang dia pesan lewat online. Mobil itu pun jalan. Sampai di tengah perjalanan Olivia meluhat seseorang laki-laki yang mana perawakannya itu mirip dengan Adam. Karna penasaran Olivia pun meminta Supir itu untuk berhenti sebentar.


Olivia melihat nya dari jarak yang tidak cukup jauh. Dan benar saja itu adalah Adam. Tapi dengan seorang perempuan yang sedang hamil. Apa mungkin itu istri Adam. Apa karna itu dia tidak menghubungi nya lagi? Tapi kenapa mereka adanya di kantor p*l*s* harusnya kan di rumah sakit.


Pikiran Olivia sudah terbang kemana-mana. Dan di tambah lagi Adam mendekat sperti sedang memeluk dan memenangkan perempuan itu. Olivia semakin sakit dia pun meneteskan air matanya. Supir itu pun melihatnya melihat arah mata dari Olivia.


'' Sudah mbak. Yang sabar sudah biasa kalo laki-laki selingkuh itu, '' Ucap supir itu


Olivia pun membuang pandangannya lalu meminta si supir untuk melanjutkan lagi perjalanan nya. Olivia tidak menghiraukan ucapan si supir. Karna dia memang belum tau yang sebenarnya. Namun hatinya terasa begitu sakit saat melihat Adam dekat dengan perempuan tadi.


Meskipun belum ada ikatan apapun tapi Olivia merasa jika Adam menghianati nya. Terkesan egois namun begitulah perasaan mencintai sepihak. Sakit meskipun dia tahu jika yang di sukanya itu tidak suka dengan dia tapi jalan bersama orang lain.


***


Adan membawa Andini kesebuah tempat rindang di mana di sana banyak pepohonan. Adam memberikan sebotol air mineral untuk Andini. Mereka duduk di sebuah kursi kayu di bawah pohon.


'' Jadi gimana ceritanya, saya rasa kamu sudah bisa cerita. '' ucap Adam


Andini pun mengirup nafas panjang Dan menceritakan semua yang dia alami dan Arga alami. Adam begitu mendengarkan sambil sesekali mengangguk.


'' Jadi kamu sama Arga itu udah kenal lama? '' Tanya Adam


Andini pun mengangguk.


'' Iya. Aku gak tau Mas harus gimana. Kandungan aku semakin lama semakin besar. Dan aku selalu sendiri, aku bingung Mas. Terkadang jika malam itu aku Selalu sakit kaki dan aku gak bisa minta tolong siapa-siapa. '' Ucap Andini dan kini kembali menangis.


Adam pun terenyuh di buatnya.


'' Ya udah gak usah terlalu kamu pikirkan. Nanti saya coba bantu kasus yang menimpa Arga siapa tau aja ada kebaikan biar Arga segera bebas. '' Jawab Adam. Karna dia juga bingung mau jawab apa karna Adam paling tidak bisa melihat perempuan menangis di hadapan nya.


'' Ya sudah ayo saya antar pulang. Karna saya masih ada keperluan lain. '' Ucap Adam. Andini pun mengangguk lalu beranjak.


Andini mengekori Adam dari belakang. Dari sana Andini mulai tersenyum. Laki-laki yang begitu baik dan bisa menenangkan tidak banyak bicara namun tegas dalam menjawab. Semoga kamu mendapatkan sosok jodoh yang bisa mengerti kamu ya Mas. Batin Andini.


__ADS_1


__ADS_2