Love Is Back

Love Is Back
Ando yang usil


__ADS_3

Bagun tidur Olive dibuat terkejut saat dirinya sudah berada didalam kamarnya, bahkan dirinya masih menggunakan seragam yang tadi dia pakai untuk kekampus.


Melihat jam sudah hampir jam enam sore, itu berarti dirinya cukup lama tertidur, lalu siapa yang sudah membawanya masuk kedalam kamar.


"Mandi dulu lah." Ucap lah langsung masuk kedalam kamar mandi.


Seharian beraktifitas diluar membuat tubuhnya terasa lelah, bukan hanya tubuh Otaknya juga merasa lelah karena kejadian yang tidak dia duga saat dikampus tadi.


Olive keluar kamar dalam keadaan lebih fresh, lelah ditubuhnya sudah menghilang kini dirinya lebih merasa segar.


"Loh, nenek ngapain?" Tanya Olive yang melihat Rasti sedang mengelus-elus kuda besi diruang tengah. "Nenek beli motor baru?" Tanya Olive lagi yang sudah mengembangkan senyum binar.


"Bagaimana bagus kan?" jawab Rasti dengan bibir yang terus mengembang.


"Bagus Nek, dari pada motor butut yang kemarin dibeli." Jawab Olive lagi dengan wajah yang ikut sumringah.


"Iya dong, ini baru Gress dari dealer, jelas lebih bagus." Ucap Rasti sambil terus mengelus kepala motornya.


Olive ikut menyentuh kendaraan itu, tapi suara diluar membuat Olive penasaran.


"Diluar siapa nek?" Tanya Olive pada Rasti.


"Papa dan mama mu siapa lagi." Jawab Rasti tanpa menoleh pada Olive.


Olive yang penasaran berjalan menuju teras rumah, dirinya sampai didepan pintu dan_


"Ungu jendes!" Pekiknya dengan wajah terkejut.


Ungu jendes adalah julukan warna ungu yang dominan simbol warna janda, dan Olive terkejut melihat motor matic berwarna ungu yang memang bagus, tapi kenapa harus ungu?


"Mah, Pah motor siapa?" Tanya Olive yang kembali bingung saat melihat ada dua kendaraan baru dirumah neneknya.


"Ini hadiah untuk kamu dari Ando." Ucap Susi dengan wajah bahagia.

__ADS_1


.


.


Setelah cukup lama berdiri didepan pintu hotel tempat Ando menginap, Olive memebranikan diri menekan bel.


Dirinya memutuskan untuk menemui Ando, dan berniat untuk mengambilkan apa yang sudah Ando berikan, menurut Olive itu berlebihan dan dirinya tidak bisa menerima kebaikan seseorang begitu saja, Olive hanya takut jika suatu saat kebaikan itu menjadi timbal balik untuk dirinya.


"Kenapa tidak dibuka sih." Ucapan ucapnya yang merasa kesal sudah lama berdiri dan tidak dibuka kan pintu.


"Maaf mbak, cari siapa?" Tanya seorang pria, dan ternyata seorang pegawai housekeeping hotel.


"Cari yang menginap dikamar ini mas." Jawab Olive.


"Pria yang menginap disini sudah cekout tiga puluh menit yang lalu mbak, ini saya mau bersihin kamarnya."


Olive diam, tidak mungkin kan Ando pergi secepat itu.


Olive memilih pergi, niatnya ingin bertemu Ando kini pupus sudah saat ternyata pria itu sudah pergi dari hotel, itu berarti Ando akan kembali ke Jakarta.


"Ck, sial..!" Ando mengumpat saat dirinya melupakan sesuatu, dan karena dirinya yang teledor akhirnya jadwal keberangkatannya diundur sampai tiga jam kedepan.


Turun dari taksi Ando bergegas masuk kedalam lift, dirinya melupakan sesuatu dikamar hotel dan itu benda yang cukup penting baginya.


Ketika pintu lift nya tertutup, pintu lift sampingnya terbuka dan keluarlah Olive yang tidak mendapatkan hasil.


"Maaf mas, barang saya ada yang tertinggal." Ucap Ando pada petugas hotel yang sedang membersihkannya kamar yang tadi dia pakai.


"Oh, iya mas." Pria itu mempersilahkan Ando untuk mengambil barang nya.


Ando meninggalkan flashdisk diatas meja dekat tempat tidur, dirinya lupa jika benda itu sangat penting, alhasil ketika sudah sampai bandara Ando harus kembali untuk mengambil flashdisk itu lagi.


Ketika ingin keluar tiba-tiba pria itu bicara. "Mas tadi ada wanita yang mencari mas kemari." Ucap pegawai itu memberi tahu.

__ADS_1


Ando mengernyit bingung. "Wanita? siapa?" tanya Ando.


"Saya tidak tahu namanya, tapi ciri-cirinya tinggi semampai rambut panjang dan kulitnya putih." Ucap pegawai itu memberi ciri-ciri.


Ando hanya tersenyum dan mengaguk. "Terima kasih Mas." Setelah mengatakan itu Ando pun bergegas untuk turun, dia tahu jika Olive baru saja datang mencarinya.


"Ck, kamu memang tidak bisa jauh dariku." Ucap Ando percaya diri, hatinya tiba-tiba senang jika Olive benar-benar datang mencarinya.


.


.


Olive yang masih menunggu ojol, memilih untuk duduk di depan hotel.


Langit sudah petang, dan kini sudah hampir jam delapan malam.


"Kenapa dia pergi tidak bilang-bilang." ucap Olive pada dirinya sendiri. kakinya memainkan batu kerikil yang berada di bawah.


Ando yang baru saja keluar menoleh ke kiri dan kanan, pria itu tersenyum, saat melihat Olive masih duduk dengan kepala menunduk.


"Eh pak, mau cari siapa?" Ando menghentikan ojol yang akan lewat didepanya, dia yakin jika ojol tersebut adalah orderan Olive.


"Mbak itu mas sepertinya." Ojol itu menunjuk Olive yang duduk.


"Lebih baik dicancel mas, saya bayar ongkosnya." Ucap Ando yang langsung mengeluarkan uang selebar berwarna merah.


Ojol itu menolak, tetapi Ando memaksa dan menambahkan nominal yang dia berikan, dan berhasil akhirnya ojol itu pun pergi.


"Halo pak, kenapa orderan saya ditolak?" Tanya Olive dari seberang telepon.


"Maaf mbak, tiba-tiba perut saya sakit."


"Ish, nyebelin." Ucap Olive yang langsung mematikan sambungan teleponnya, dia tidak tahu jika itu ulah si Kadal buaya sendal jepit yang suka usil.

__ADS_1


__ADS_2