
Seperti kehilangan semangat hidup. Andini toba-yiba saja teringat dengan mendiang ibunya.
'' Andai saja ibu masih ada mungkin aku tidak akan merasa kesepian, apalagi di saat sperti ini. Apa yang aku alami saat ini begitu berat bu, jikalau ibu masih ada pasti ibu akan malu. Tapi Andini tidak cukup kuat untuk ini bu. Hikz. '' Luruhlah seluruh air mata itu.
Pikiran yang kacau bisa menghambat segala nya jangan kan untuk berfikir jernih untuk mengingat perut sudah di isi apa belum puj sudah tidak bisa. Menghadapi masalah sendiri itu sperti di terpa angin kencang di tengah lapangan di mana tidak bisa bergerak selain mengikuti arah gerak angin yang membawanya.
Derai tangisan air mata itu terus menetes hingga tanpa sadar mata itu terpejam saking lelahnya.
***
Mobil Adam sudah sampai di parkiran apartemen nya. Dia pun masuk menuju kamar di mana Olivia berada di sana. Menggunakan lift yang di sediakan tidak cukup lama Adam pun tiba. Tidak mengetuk pintu ataupun membunyikan bel karna Adam membawa kartu akses untuk masuk.
Dari dalam terlihat Olivia sedang duduk di atas kasur sambil menonton TV.
'' Kamu udah pulang? '' Tanya Olivia lalu beranjak dari duduknya. Dan menghampiri Adam
'' Ini, makanlah. '' Beri Adam sate yang tadi di belinya.
'' Apa ini? '' Tanya Olivia sambil membuka bungkusan itu. Namun tiba-tiba saja dia langsung mual dan berlari kekamar mandi.
'' Kenapa dengan dia. Atau jangan-jangan, '' Ucap Adam lalu menghampiri Olivia dan mengetuk pintu toilet itu
'' Kamu baik-baik saja kan? Atau mau aku bawa kerumah sakit? '' Tanya Adam di balik pintu
Olivia pun keluar, '' Maafkan ya. Aku gak bisa makan daging kambing, aku alergi dengan baunya, '' Ucap Olivia menunduk merasa tidak enak. Tiba-tiba dia pun mual lagi.
Adam pun segera menyisihkan sate itu di lain tempat agar Olivia tidak mencium baunya lagi. Padahal tidak terlalu bau baginya. Tapi yang namanya orang alergi ya wajar saja lah. Di maklumi.
'' Sudah saya buang, kamu keluar lah. '' Ucap Adam lalu dia menjauh.
Olivia pun keluar rasanya sedikit lega meski harus mengeluarkan apa yang tadi dia makan hanya karna aroma sate itu.
'' Kamu kenapa jauh sekali duduknya? '' Tanya Olivia
__ADS_1
'' Saya habis makan sate, nanti kamu mual lagi. Ya sudah kamu mau makan apa biar saya pesankan untuk mu. '' Tawar Adam
'' Tidak mau. Aku mau makan mie instan aja tadi aku lihat di kulkas ada banyak mie instan. Boleh kan aku memakannya. '' Ucap Olivia
'' Boleh, asal jangan keseringan gak bagus untuk kesehatan mu. ''
'' Adam, '' Panggil Olivia
'' Hmm. Ada apa? '' Tanya Adam
'' Apakah kamu sudah menemui orang tuaku? '' Ucap Olivia
Adam pun terdiam sejenak. Cerita atau tidak ya. Adam pun sedang menimbang-nimbang pikiran nya.
'' Tidak. Saya hanya mengerjakan pekerjaan saya. Dan saya tidak menemui orang tua mu. Ada apa emang nya? '' Tanya Adam balik
Olivia pun menggeleng.
'' Tidak, hanya tanya saja. Ya sudah aku mau masak mie dulu, kamu mau tidak? '' Tawar Olivia
***
Seharian ini Kevin begitu penat. Karna pekerjaannya yang begitu menumpuk seharusnya dia lembur tapi karna dia sudah memiliki seorang istri. Kevin pun memilih pulang lebih awal dan menyelesaikannya esok pagi.
Padahal dia libur tidak lebih dari satu minggu bahkan tidak ada saking sibuknya dia di kantor. Beruntung Ayana begitu memahaminya dan tidak banyak menuntut lebih.
Ayana baru saja selesai bersih-bersih dan akan tidur sperti biasa Ayana selalu memakai skincare malam yang sering dia pakai sebelum nya. Kevin masih di luar biasanya dia akan mengambil air putih. Karna kebiasaan nya memang sperti itu tidak bisa ketinggalan air putih.
Manfaat air putih kan banyak ya, selain buat jaga imun biar gak dehidrasi air putih juga bisa meningkatkan konsentrasi. Yang lebih penting lagi itu bisa ngilangin haus di kala gerah melanda.
Kevin sudah kembali dia pun menaruh segelas air putih itu di nakas di mana dia tidur di samping nya. Kevin pun mendekat kearah Ayana yang sedang duduk di depan meja riasnya.
Mengalungkan tangannya di perut lalu mendaratkan Kepala nya di ceruk leher sang istri. Merinding bercampur rasa aneh sperti aliran listrik itu pun kembali di rasakan Ayana. Matanya reflek terpejan merasakan getaran nikmat itu.
__ADS_1
Rasa penasaran nya kemarin tentang rasa yang saat ini dia rasakan. Tidak akan di siakan lagi, karna menang ini sudah kewajiban nya. Katanya rasa sakit itu akan berubah nikmat setelah kita melewati nya. Ayana sudah membaca buku dewasa beberapa kali dalam beberapa judul. Meskipun dia merasa ngeri dengan isi ceritanya tapi sperti nya memang itu harus. Jika tidak pasti keharmonisan itu rasanya kurang.
Ayana mencoba membalas perlakuan kevin tak kalah lembut. Kini mereka sedang beradu bibir di mana suara decapan itu kini mulai terdengar. Namun jangan begitu takut karna rumah Kevin aman dari luar karna kedap suara.
Kevin yang merasa jika Ayana menginginkan lebih pun sedikit takut jika Ayana masih belum siap.
'' Kamu yakin? '' Tanya Kevin setelah melepaskan pag*tan itu
Ayana membalas dengan anggukan dan kedipan mata. Lalu tanpa aba-aba lagi kini dia lah yang memimpin. Menikmati permainan sang istri yang lumayan juga. Kevin pun mengimbangi.
'' Kak, aku udah gak bisa nahan, '' Ucap Ayana memelas. Gelenyar yang merasuki tub*h Ayana membuat dia semakin di kuasai dengan rasa itu hingga semakin lama semakin menginginkan lebih.
'' Rasanya cenut-cenut, '' Ucapnya lagi
'' Dimana? '' Tanya Kevin yang mana dia merasa khawatir takut jika Ayana memiliki luka yang dia tidak tahu.
Ayana mengambil tangan Kevin lalu mengarahkan kemiliknya. Kevin pun tertawa setelah nya. Wajah Ayana pun langsung memerah karna malu.
Kevin kembali menc*um istrinya dengan satu tangan nya membuka baju yang kini Ayana pakai sambil mengarahkan Ayana untuk membuka bajunya. Terlihat gundukan kecil di sana satu hal yang baru pertama kali buat Kevin. Masih sedikit kaku tapi dia mencoba menikmatinya.
Kini suasana semakin panas, area itu sudah semakin basah dan tidak ingin berlama-lama lagi. Ayana langsung meminta memimpin namun Kevin melarang nya. Ini pertama kalinya jadi harus dia yang mengawali.
Sedikit masuk, namun Ayana reflek menggigit bibirnya dan memejamkan matanya. Rasanya begitu besar dan menusuk, terasa sedikit sakit. Namun dia mengingat lagi apa yang dia baca. Sedikit sakit namun akan terasa nikmat.
Kevin begitu susah payah memasukan nya meskipun sudah lumayan basah di sana. '' Sayang, tahan ya. '' Ucap Kevin
Ayana pun mengangguk. Dan Kevin terkesan sedikit memaksa agar bisa masuk. Ayana reflek berteriak kecil hingga menitihkan air matanya. Rasa lega itu Kevin rasakan saat bisa masuk. Tapi rasa iba ada di kala dia melihat sang istri menitihkan air mata nya karna merasa sakit. Tiba-tiba cairan hangat itu sperti mengalir di bagian bawah. Kevin pun ikut merasakan nya. Ya ini pertama kalinya untuk keduanya.
Kevin tidak menggerakkan nya sama sekali. Dia masih menenangkan sang istri menunggu rasa sakit itu sedikit reda.
'' Masih sakit nggak? Atau udah dulu, '' Ucap Kevin tapi Ayana menggeleng.
'' Pelan-pelan aja kak, gak papa aku kuat kok. '' Jawab Ayana
__ADS_1
Kevin pun mengangguk, agar Ayana tidak begitu merasakan sakit Kevin pun aktif memainkan squishy dan juga melum*at bibir Ayana dengan terus menggerakkan nya. Kini mereka sudah sama-sama Saling menikmati.