Love Is Back

Love Is Back
Ando vs Niko


__ADS_3

Bugh


Tubuh Niko terhuyung kedepan sampai popcorn yang dipengangnya sedikit tumpah.


"Ups sorry, gue nggak sengaja." Ucap Ando yang tersenyum tanpa rasa bersalah.


Ketika Niko ingin duduk, Ando dengan sengaja sedikit mendorong tubuhnya, dan berakhir dirinya yang duduk disamping Olive, karena tidak ingin keduanya duduk bersebelahan.


Setelah memutuskan untuk menonton film di bioskop, Ando juga tidak mau kalah. Pria itu memutuskan untuk ikut meskipun seperti obat nyamuk yang berjalan dibelakang dua pasangan yang membuatnya cemburu.


"Dasar pria tua labil." Kesal Niko yang melihat kelakuan Ando yang seperti anak kecil, tidak sesuai dengan umur dan tampangnya yang sudah tua.


"Apa kau bilang!"


"Sudah kak, jika ingin berantem lebih baik diluar." Kesal Olive yang pusing sendiri melihat Ando yang terus mencari gara-gara.


Bukannya membuat Olive simpati, malah membuat Olive kesal dan ingin marah.


Niko melengos pria itu lebih baik mencari aman duduk disamping kanan Olive, karena Nathan dan Ami duduk dua bangku dari Olive.


Ando juga ikut duduk, pria itu duduk di samping kiri Olive, dan posisi Olive ditengah-tengah kedua pria beda generasi itu.


"Buka mulutmu." Bisik Ando pada Olive saat film sudah diputar, dan Ando menyodorkan tangannya untuk menyuapi Olive popcorn.

__ADS_1


Olive tidak menggubris hanya diam dengan tatapan lurus kedepan.


Niko yang melihatnya hanya tersenyum culas, pria itu cukup tahu membuat seorang Ando kebakaran jenggot.


"Sayang lihat sini." Ucap Niko berbisik ditelinga Olive, tapi bisikan Niko cukup terdengar di telinga Ando yang memang sedang mengamati gerak-gerik Niko.


Olive menoleh dan_


Cup


Niko mencium pipi Olive dengan beraninya, membuat Olive membulatkan kedua matanya sempurna.


"Kak kau!_"


"Sial! berani sekali dia mencium Olive." Dada Ando bergemuruh, dirinya hanya bisa bicara dalam hati, tanpa bisa berbuat apa-apa.


Jika saja bukan tidak sedang didalam gedung bioskop, Ando pasti sudah mengajar Niko babak belur, tidak peduli jika Niko adalah pacar Olive, yang jelas dia tidak suka miliknya disentuh pria lain.


Aneh? itulah Orlando Jaka Abisatya yang sudah terkena tulahnya.


Setelah hampir dua jam kelima orang duduk di depan layar lebar, kini mereka semua sudah keluar dan berada diparkiran.


Meksipun Olive tidak fokus dengan film yang dia tonton, lantaran ulah kedua pria yang tidak bisa diam dengan aksi saling panas-panasan.

__ADS_1


"Liv gue duluan ya, kamu bisa pulang dengan dua pria itu." Ami tertawa sambil menutup mulutnya, senang bisa melihat Olive yang mati kutu karena dua pria yang terutama Ando.


"Pulang sama gue." Ando menarik tangan Olive untuk mengajaknya masuk kedalam mobil.


Tapi belum sempat berjalan Niko lebih dulu menepis tangannya.


"Dia balik sama gue, lu sapa main tarik-tarik cewek gue." Ucap Niko menatap Ando tajam.


Olive mengehela napas, dirinya cukup diam tanpa ingin menyela keduanya.


"Ck, gue juga berhak dengan keselamatan dia, bukan cuma lu." Tegas Ando dengan penuh peringatan, jika dirinya juga berhak atas Olive.


"Cih, bicara sesuai kenyataan bung, lu Bakan siapa-siapa dan lu tak lebih hanya seorang pria yang sudah menyakiti Olive luar dalam."


Deg


"Lebih baik, lu ngak usah ikut campur dengan urusan Olive, karena lu bukan siapa-siapa."


Setelah mengatakan itu, Niko mengandeng tangan Olive untuk masuk kedalam mobilnya.


Sedangkan Ando hanya diam mematung, yang dikatakan Niko seolah menamparnya dengan kenyataan.


Ternyata dirinya banyak menyakiti gadis itu, dan Ando meluapkan semua itu hanya karena rasa cemburunya, dia lupa jika hati Olive tersakiti begitupun dengan fisiknya.

__ADS_1


__ADS_2