Love Is Back

Love Is Back
Persiapan


__ADS_3

Setelah keluar dari ruang ICU Ando kembali menyusuri lorong rumah sakit untuk kembali bertanya kebagian resepsionis.


"Sudah sedih bahkan keluarin air mata berharga, ngak taunya gue kena prank." Kesal Ando sambil mengusap sisa jejak air matanya.


Dari kejauhan dirinya melihat papanya dan papa Olive, beserta dengan dua orang yang Ando tidak kenal masuk keruangan rawat inap.


Karena melihat papa Olive, jadi Ando berpikir jika mereka masuk kedalam ruangan tempat Olive dirawat.


"Sama siapa sih kok rame-rame." Ucapnya yang penasaran siapa yang dibawa masuk keruangan Olive.


Langkah kakinya semakin cepat saat mengingat ucapan mamanya tadi pagi. "No, itu tidak mungkin." Gumamnya dengan rasa penasaran sekaligus menjadi takut jika apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.


Didalam ruangan Olive sudah nampak begitu ramai, dimana ada dua orang yang diketahui pak penghulu dengan saksi yang dibawa dari luar, sedangkan papa dan Mama Ando berdiri disamping sisi kanan Olive, bersama bapak penghulu yang Bagas dan Faisal bawa.


Disebelah kiri ada kedua orang tua Olive, dan juga Rasti serta Niko yang juga masih disana.


Niko sempat terkejut dan tidak percaya jika hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Olive, jangankan Niko, Olive sendiri sampai syok ketika diberi tahu Mama Ando kesibukan apa yang tengah mereka siapkan.


Olive awalnya tidak percaya, hingga sang nenek menjelaskan bagaimana dirinya sudah mengenal Bagas saat muda, dan sekarang Rasti merestui hubungannya dengan anak dari Bagas yaitu Ando sendiri.

__ADS_1


Kini Olive sudah bersandar di ranjang dengan tumpukan bantal dibelakangnya, agar duduknya terasa nyaman.


Wajahnya sudah memakai polesan, tidak lagi pucat dari sebelumnya, hanya saja pakaiannya masih dengan pakaian rumah sakit.


"Selamat ya nak, ternayata kamu penakluk kadal buaya anak Mama." Ucap Leard pada Olive yang tersenyum.


Olive membalasnya dengan senyum tipis." Terima kasih juga sudah memeberikan Olive kesempatan untuk menjadi mantu Mama." Ucap Olive dengan bersemu malu, melihat reaksi Olive membuat mereka yang melihatnya tertawa.


"Aku nggak nyangka kalau kedatanganku menjadi sebuah momen spesial untukmu." Ucap Niko dengan tersenyum, meskipun dalam hatinya seperti merasakan sakit, tapi Niko membuang jauh-jauh rasa itu. Dia tahu jika cinta Olive tidak akan pernah berpaling, hanya ada pria sendal jepit yang sudah menjepit hatinya dengan kuat.


"Makasih kak, semoga kak Niko juga segera mendapatkan pendamping yang membahagiakan."


Dan saat itu juga seseorang tepat sampai didepan pintu kamar Olive dirawat.


Tubuh Ando diam mematung dengan tatapan lurus kedepan, dimana semua tersenyum bahagia.


"Iya nak, semoga kalian berdua sama-sama bahagia." Ucapan Bagas semakin memperkuat dugaan Ando, dimana dirinya melihat Niko yang berdiri disamping Olive menggunakan jas hitam dan peci diatas kepalanya.


Dada Ando merasa begitu sesak, udara disekelilingnya tiba-tiba saja membuatnya sesak.

__ADS_1


"Olive.." Gumam Ando dengan raut wajah sedih dan juga kecewa berat.


Ando sekuat tenaga mengisi paru-parunya dengan banyak-banyak menghirup oksigen disekitarnya.


"Apa lagi ini Tuhan." Rasanya kakinya lemas seperti jelli yang tidak kuasa menahan bobot tubuhnya meskipun hanya untuk menopang.


Bruk


Tubuh Ando luruh kebawah, seiring terbuka lebarnya pintu rawat Olive, semua orang menatap Ando yang sudah bertumpu dengan lututnya dan wajahnya begitu kecewa dan memperihatinkan.


"Ndut kenapa kamu mau menikah dengan dia." Ucap Ando menujuk Niko.


"Haah..!!"


Semua orang tercengang mendengar ucapan Ando.


.


Jangan lupa kembang kopinya 🤣

__ADS_1


Hari ini Mak otor sibuk karena ada acara keluarga, dan Alhamdulillah Mak otor bisa up walaupun tidak banyak. Maaf jika kurang maksimal..😪


__ADS_2