
Meski usia kandungan Velly sudah menginjak hpl namun Velly tetap memilih tinggal berdua bersama suaminya dia tidak mau tinggal bersama kedua orang tuanya ataupun mertuanya tidak ada alasan yang di utarakan hanya saja tidak mau.
Dandi sebagai seorang suami pun memahami apapun keputusan istrinya itu, toh tinggal di apartemen pun tidak masalah baginya. Yang terpenting mereka saling terbuka dalam segala hal.
Malam ini Velly tidurnya gelisah rasanya tidak enak badan miring salah duduk salah. Sperti ada yang aneh dalam perutnya sesekali hadir sesekali hilang. Velly pun terbangun namun Dandi masih nyenyak tertidur mungkin karna kelelahan sehingga dia tidak menyadari kegelisahan yang di rasakan Velly.
Hampir 2 jam Velly berjalan-jalan di dalam kamarnya hingga rasa sakit itu semakin bertambah dari mulai ringan hingga semakin sering.
'' Mas, bangun Mas. Ini kok sakit sekali ya, '' Ucap Velly membangunkan suaminya sambil menggoyangkan badannya. Dandi menggeliat dia melihat istri nya yang sudah terbangun dalam posisi membungkuk.
'' Sayang, kamu kenapa? Kamu baik-baik aja kan? '' Tanya Dandi yang langsung bangkit.
'' Kayanya aku mau lahiran deh Mas Soalnya rasa mulesnya semakin sering. '' Ucap Velly sambil mengatur nafasnya.
Dandi pun ikut gelisah.
'' Ya udah kita langsung kerumah sakit aja ya, jangan kelamaan Mas takut kamu kenapa-napa. '' Ucap Dandi langsung menuntun sang istri keluar.
'' Mas, ganti baju dulu dong. Masa iya kamu mau pake kolor ke rumah sakit sih. Lagian kan aku mau ngelahirin, kita siapin baju perlengkapan anak kita dulu juga. Biar nanti gak bolak balik kamunya. '' Ucap Velly
'' Kamu serius sayang. Kita Siap-siap dulu, yakin kamu tahan dan kuat? '' Tanya Dandi
''Iya Mas, Lagian ini tu baru 3 jam mules nya palingan sekitar 9 jaman lagi lahirnya. '' Jawab Velly yang sering kali membaca buku pink yang dia punya.
Dandi pun di buat bengong dengan ucapan istri nya. Bisa-bisanya dia bilang begitu dan santai aja. Dia melihat wajah istrinya saja sudah iba sekali. Lah kok malah suruh santai dulu Tapi sepertinya memang benar apa yang di katakan Velly.
Dandi pun segera mengambil tas dan memasukkan semua keperluan istri dan anak nya nanti. Di sela-sela aktifitas nya dia baru teringat bapak ibunya dan juga papa mamanya.
'' Sayang kamu gak tiduran aja, kan sakit. '' Ucap Dandi
'' Mas, kalo mau lahiran itu gak boleh tiduran loh malah di suruh jalan-jalan biar cepet pembukaannya. '' Jawab Velly yang masih mondar-mandir di depan jendela kamarnya
Dandi pun sudah selesai dan menghubungi para orang tuanya.
'' Ibu, Velly mau lahiran. '' Ucap Dandi di balik telpon yang mana terdengar jika sang ibu masih saja melek. Gimana tidak masih jam 3 malam jam-jam di mana masih enaknya tidur.
'' Astaghfirullah, iya-iya ibu segera kesana. '' Jawab Sari sambil dengan nada yang kaget hingga membangun kan Budi
'' Ada apa bu? Kok teriak-teriak sih'' Ucap Budi
__ADS_1
'' Velly pak. Dia mau lahiran. '' Ucap Sari
'' Apa! Ayo kita kesana sekarang. '' Jawab Budi sambil beranjak dan membenahi sarungnya.
'' Ya udah sayang, ibu sama bapak segera kesana. '' Jawab Sari
'' Langsung kerumah sakit aja ya bu, soalnya Dandi mau jalan kerumah sakit. '' Jawab Dandi
'' Iya, ya. '' Jawab Sari
Dandi pun ganti menghubungi Tomy.
'' Iya Dandi. Ada apa malam-malam telpon papa. '' Tanya Tomy yang masih terbaring di atas kasur.
'' Maaf Dandi ganggu ya pa. Ini mau kasih tahu kalo Velly mau lahiran. '' Jawab Dandi
'' Apa! Sekarang di mana biar papa kesana sekarang. '' Jawab Tomy anantusias dan langsung beranjak
'' Papa! Kenapa teriak-teriak sih! Ganggu mama aja. '' Tegur Sarah pada suaminya
'' Mama. Ini Velly mau lahiran, ayo cepet bangun kita segera kesana. '' Ucap Tomy
'' Ya sudah Dandi papa dan mama segera kesana ya. ''
'' Iya pa. Jangan buru-buru, kami mau langsung pergi kerumah sakit pa nanti langsung kesana saja ya, '' Ucap Dandi
'' Siap-siap! ''
Tomy pun segera beranjak dan berganti baju.
Dandi segera menggandeng Velly dan membawanya turun kebawah untuk naik mobil.
***
Kevin terbangun di tengah malam karna mimpi buruk. Dalam mimpinya dia di hampiri seorang wanita sekitar umuran 50 tahunan. Namun wajah wanita itu tidak begitu asing di matanya seperti pernah di lihatnya. Wanita itu datang menghampiri Kevin yang sedang duduk sendiri. Wanita itu menangis meminta Kevin untuk membantunya menolong putri nya. Saat Kevin ingin membantu wanita itu dia terbangun karna bunyi suara burung gagak yang lewat di pinggiran rumahnya. Suara burung itu begitu kuat sehingga mengganggu pendengaran Kevin.
Hingga lewat tengah malam Kevin masih belum bisa tertidur lagi. Dia masih tanda tanya dengan wajah wanita yang menghampiri nya tadi. Apa maksud wanita itu meminta tolong denganya. Siapa sanak keluarga nya yang di mintanya tolong. Tapi dari bentuk dan pakaiannya spertinya wanita itu sudah meninggal.
Ayana terbangun karna mencari suaminya namun tidak dia temukan. Ayana pun bangkit dan mencari Kevin.
__ADS_1
Dan ternyata Kevin sedang duduk sebdiri di balkon luar kamarnya.
'' Kakak. Ngapain kok di sini? '' Tanya Ayana dengan suara seraknya
Kevin pu tersenyum saat mendapati istri nya Menegurnya. '' Sini, '' Panggil Kevin.
Ayana pun mendekat.
'' Kamu kenapa bangun? '' Tanya Kevin yang kini sudah memangku sang istri.
'' Tadi aku mau di peluk, tapi aku cari-cari gak ada. '' Jawab Ayana yang bergelayut manja.
'' Ya udah kita tidur lagi yuk. '' Ajak Kevin sambil memainkan rambut panjang Ayana yang dia selipkan di telinga.
Ayana menggeleng, '' Cerita dulu. Kenapa kakak kebangun, '' Tanya Ayana sambil menatap sang suami
'' Gak papa sayang, tadi kakak cuma mimpi buruk. '' Ucap Kevin
'' Kakak mimpiin hantu ya? '' Tanya Ayana
Kevin menggeleng, '' Nggak, cuma '' Belum selesai bicara burung gagak itu kembali berbunyi yang mana burung itu kini berada di ujung pagar rumah Kevin karna begitu terlihat jelas burung itu berbunyi.
Ayana yang merasa takut pun langsung memeluk suaminya erat. Karna Ayana tahu jika silsilah dari burung gagak adalah burung kematian yang mana kisahnya begitu horor di kalangan masyarakat yang mengetahuinya. Meskipun hanya sebuah mitos namun begitu di percayai oleh umum.
'' Kak. Aku takut, '' ucap Ayana memeluk erat. Namun Kevin malah melihati burung itu hingga beberapa detik dia pun mengalihkan pandangan nya dan mengajak sang istri untuk masuk kedalam karna begitu eratnya pelukan Ayana terhadap nya.
'' Kita masuk yuk. '' Ajak Kevin yang menggendong Ayana sperti menggendong anak kecil saja.
Sampai dalam Kevin pun menutup kembali jendelanya dan menidurkan lagi Ayana sambil memeluk nya. Dalam pelukan itu Ayana mengajak Kevin berbicara.
'' Kak, kok tadi ada burung gagak sih? Kakak tau nggak katanya kalo ada burung gagak itu bakalan ada yang meninggal, '' Ucap Ayana dalam pelukan itu
'' Masa sih? Kakak baru denger malahan. '' Jawab Kevin yang masih saja kepikiran dengan mimpinya apalagi kedatangan burung gagak tadi sperti ada pertanda yang tidak baik.
'' Aku juga gak tau itu nyata atau nggak cuman sering banget aku dengar cerita masyarakat yang bilang kaya gitu. ''
'' Semoga aja kita di jauhkan dari kabar buruk itu ya, ya udah sekarang kita tidur lagi ya, jangan lupa baca doa nya. '' Ucap Kevin.
Ayana mengangguk namun di benaknya merasa akan ada keanehan, dia masih merasa jika akan terjadi sesuatu apalagi dia belum mendengar cerita mimpi buruk dari suaminya.
__ADS_1