Love Is Back

Love Is Back
Berdiri bulu roma


__ADS_3

"Aduh kenapa kamu memukul kepalaku sih." Keluh Ando mengusap kepalanya yang terasa sakit, seperti sesuatu menghantam kepalanya.


"Bangun geh jangan merem terus, tar ku makan pula kau itu." Kesal Ando kerena Olive masih saja menutup mata, dikira dirinya tidak tahu jika yang baru saja memukul kepalanya bukan dia.


"Eh, tapikan emang dua lagi ngak sadar, dan ini_" Ando melihat tangan Olive yang berada digenggaman, dan satunya lagi sedang terpasang selang infus.


"Jangan-jangan." Bulu kuduknya mulai meremang, Ando melirik keseluruhan ruangan dengan perasaan mulai tak tak tenang.


"Duhh gue salah ucap kali ya, bikin merinding gini bulu romaku." Ando berangsur untuk berdiri, "Sayang aku mau pipis sebentar ya, jangan ngilang diem aja di situ."


Ando segera ngacir keluar dari ruangan ICU.


Bruk


"Auwws pak sakit." Suster yang ingin masuk kedalam mengecek keadaan Olive, tertabrak oleh Ando saat pria itu berlari kearah pintu.


"Lagian suster ngapain berdiri di situ, saya mau lewat." ketus Ando yang sudah ketakutan. Setelah mengatakan itu pria itupun pergi dengan ngedumel ngak jelas.


"Lah, ini kan emang pintu, kok dia yang marah-marah bukanya nolongin." Kesal suster itu pula saat Ando pergi tanpa membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


Sampainya di ruangannya mata Ando melotot saat tempat tidurnya, alias ranjang pasien milikinya terdapat dua orang yang tidak bermoral.


"Ya Tuhan mimpi apa gue punya orang tua ngak mikirin anaknya." Ando melihat kedua orang tuanya yang tidur berpelukan diatas ranjang pasien miliknya, tentu saja dirinya kesal karena tidak bisa tidur di atas ranjang melainkan Ando memilih untuk istirahat di sofa.


"Ndut janji deh besok gue temenin lu, yang penting kagak malem ini." Ucapanya sebelum menutup mata untuk pergi ke alam mimpi.


.


.


.


"Bapak kenapa kamu tega sama aku pak, apa salahku." Aminati menangis dengan keras saat bertemu dengan suaminya, yang ternyata berselingkuh dibelakangnya.


Aminati semakin terisak menatap wajah suaminya yang sudah 25 tahun menemaninya, tapi mendengar ucapan Aminoto dirinya merasa sakit hati.


"Lebih baik kamu tidak usah bebas, nikmati saja sisa hidup didalam sel." Teriak Aminati dengan rasa kecewa, suami yang dia hormati selama ini mampu membuat dirinya kecewa dan terluka.


"Dan kamu juga Bisma, kamu juga sama-sama laki-laki bandit seperti bapakmu, kalian pantas mendapatkan semua ini. Kalian sama-sama baji*Ngan."

__ADS_1


"Nati..!! mau kemana kau Nati!! kembali..!!" Aminoto berteriak saat Aminati pergi tanpa mau membantunya, sedangkan Bisma hanya diam dengan rahang mengeras.


"Ini semua karena bapak!! bapak yang menjerumuskan aku sampai seperti ini." Ucap Bisma tentu saja semakin menyulut amarah Aminoto.


"Katakan sekali lagi anak kurang ajar, kau menyalahkan ku." Aminoto mendelik tajam ke arah Bisma. Namun sebelum keributan terjadi kedua polisi sudah melerai keduanya dan kembali membawa mereka masuk kedalam sel yang berbeda.


.


.


"Ndo, bangun.." Leard mengguncang bahu Ando yang tidak mau Bagun, pria itu begitu lelap dalam tidur.


"Tidur kok kaya pingsan." Ucap Leard yang melihat pergerakan Ando dan membuka matanya.


"Ish, Mama ganggu aku tidur aja." Ando berganti posisi dengan menyamping, lengan yang terluka berada diatas, karena sebelumnya tidur Ando dalam posisi terlentang.


"Kamu mau nikah ngak, pak penghulunya udah dateng." Ucap Mama Leard lagi yang merasa gemas.


Ando tidak menggubris, dirinya tetap terlelap.

__ADS_1


"Pah sepertinya pernikahan Ando dan Olive batal, karena_"


"What mom? siapa yang mau menikah..!"


__ADS_2