
Olive menatap layar ponsel Andien dengan menelan ludah, dadanya terasa sesak.
"Nak mama menunggu kalian datang, malam ini kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan." Ucap Leard dari seberang telepon Vidio call.
"I-iya mah Olive akan datang." Jawabnya dengan gagap.
Sedangkan Andien tertawa tanpa suara melihat wajah pias kakak iparnya yang tadi suka ngegas.
Andien sengaja datang karena disuruh Mamanya, padahal Leard menyuruh Andien setelah pulang sekolah, tapi gadis bandel itu malah sengaja datang pagi dan tidak jadi sekolah.
Alasannya malas bertemu dengan guru killer yang sok kecakepan padahal duda. Yaa kira-kira itulah yang membuat Andien malas sekolah jika ada mata pelajaran guru killer itu.
Olive menatap Andien dengan tak percaya. "Jadi kamu adik kak Ando?" Tanya Olive setelah menyudahi panggilan video call tadi yang menggunakan ponsel Andien.
Andien hanya mengagguk, sambil mengigit buah apel di tangannya.
"Kenapa tidak bilang? lagi pula saat aku kerumah Mama kamu tidak ada, dan saat aku menikah_"
"Sttt, kak Olive terlalu banyak bertanya, aku bingung menjawabnya." Potong Andien dengan santai, tanpa rasa bersalah.
Olive menghela napas panjang. Jadi gadis yang sejak tadi dia curigai adalah adik suaminya, tak lain adalah adik iparnya sendiri.
Bagaimana bisa dirinya tidak mengetahui hal itu, bahkan saat dirinya sudah menikah.
"Pertama saat kak Ando membawa kak Olive datang kerumah, aku sendang ada study tour keluar kota. Dan saat kak Olive menikah aku tidak tahu jika Mama dan papa tidak mengajakku dan meninggalkan aku sendiri dirumah, jadi salahkan saja mereka yang tidak mau mengajakku untuk berkenalan dengan kakak ipar." Ucap Andien panjang lebar.
__ADS_1
Gadis itu bicara sambil mengigit buah apel yang sejak tadi dia makan. "Lagi pula kak Olive sepetinya orang baik, buktinya kak Ando sampai klepek-klepek."
Ucapan Andien membuat Olive tertawa, "Klepek-klepek apa?" Tanya Olive yang pura-pura tidak tahu.
"Bucin, kak Ando pasti bucin abis sampai-sampai itu gigitan Ngak ilang-ilang." Andien melirik leher Olive yang banyak kali jejak merah yang sudah mengungu.
Olive reflek menutupi lehernya dengan kedua tangannya. "Ck, kamu masih kecil tidak baik melihat hal yang merusak pikiran." Ucap Olive membela diri.
"Sama-sama masih kecil tidak usah mencela sayang, kecil-kecil gini bisa buat anak kecil
" Ucap Andien dengan tatapan meledek.
.
.
Dirinya memang seorang Aspri, tapi kemampuan Ando tidak bisa diremehkan, kehilangan Ando sama saja akan membuat Nathan kehilangan tangan sebelahnya, keduanya sama-sama diandalkan.
Seharian keduanya hanya bergelut dengan pekerjaan, bahkan untuk makan siang saja keduanya memesan gofood dan makan didalam ruangan.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, dan pria yang sudah berpenampilan tidak rapi itu masih berkutat dengan pekerjaannya, dia sampai melupakan janjinya jika hari mengajak Olive untuk pergi ke dokter.
"Ahhh akhirnya." Ando menghela napas panjang saat otot-otot tubuhnya terasa kaku, setelah seharian lelah bekerja.
"Kerja rodi demi apa coba." Gumamnya sambil memijat keningnya yang terasa sakit.
__ADS_1
Akibat kelamaan libur, beginilah jadinya.
"Setelah ini gue harus minta pijit plus-plus sama si Endut." Ucapnya lagi, sambil membereskan meja kerjanya yang berantakan.
Jam delapan malam dirinya keluar kantor, dan pulang menuju apartemen.
Tubuh dan Otaknya terasa begitu lelah hari ini. Bayangkan saja dalam seharian dirinya menyelesaikan pekerjaan yang tertunda selama beberapa hari kebelakang, meskipun sudah dihandle Nathan, tetap saja dirinya kebagian.
Sampainya di apartemen Ando sama sekali tidak menghidupkan ponselnya pria itu berjalan masuk ke flatnya setelah pintu terbuka.
"Sayang aku pulang.." Panggilnya dengan suara lemas.
Ando menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu dengan mata terpejam.
"Ndut..kamu dimana!!" panggilnya lagi dengan lebih keras.
"Olive Sujita Nareswari, suamimu sudah pulang..!!" Uangnya lagi yang tidak mendapat jawaban.
Ando membuka matanya kembali. "Ck, kemana sih." Decaknya kesal karena tidak melihat batang hidung istrinya mendekat.
Tet...tet....tet..
Suara bel apartemen berbunyi, dengan malas Ando membukakan pintu.
Ceklek
__ADS_1
"Hay..." Sapa seseorang dengan senyum manis.
"Sofi.."