
Setelah melakukan aktifitas yang melelahkan, selain lelah pikiran dan tubuh Ando memeluk istrinya yang sudah terlelap lebih dulu. Tapi sejak tadi matanya tidak mau terpejam, mekipun dirinya mencoba untuk memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa.
Olive yang terganggu dengan pergerakan suaminya membuka mata, wanita hamil itu bergerak untuk membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Ando.
"Ah, sayang maaf aku menganggu tidurmu." Ucap Ando yang melihat Olive terbangun.
Tangan Ando mengusap perut Olive, lembut, merasa bersalah dirinya mengecup bibir Olive sekilas.
"Kenapa belum tidur?" tanya Olive dengan suara serak.
Ando menghela napas kasar dan menggeleng, "Tidak tahu, rasanya susah untuk memejamkan mata." Tuturnya dengan senyum menatap wajah istrinya yang mengantuk, tapi mencoba untuk membuka mata. "Tidur lagi, kamu masih mengantuk." lanjutnya sambil mengusap punggung Olive.
Olive terseyum, dan memajukan wajahnya untuk mengecup sudut bibir Ando. "Katakan apa yang membuatmu tidak bisa tidur."
Olive bergerak bangun, dan menyadarkan punggungnya di bahu ranjang dengan selimut tebal yang melilit tubuhnya sampai dada.
Melihat istrinya bangun, Ando ikut bergerak membuat posisinya sama seperti sang Istri, dan tangannya bergerak memeluk bahu Olive, agar bersandar di dadanya.
Mendapat pelukan hangat tentu saja membuat Olive terseyum. "Tau tidak, jika pelukan kamu membuatku nyaman." Ucap Olive sambil memeluk suaminya.
Ando tersenyum, dengan tangan mengelus lengan Olive. "Karena pelukanku memang hanya untuk kamu." Jawabnya sedikit membuat Olive berdecih.
"Dih, ngak yakin. Sebagai mantan Casanova sudah pasti banyak wanita yang bersandar di bahu ini." Ucap Olive dengan nada dibuat kesal.
"Heh, meskipun aku mantan Casanova tapi tidak untuk main kasih dada ini untuk mereka nikmati." Balas Ando sambil mencubit ujung hidung Olive.
Olive hanya mencebik. "Tapi pernahkan kasih ini." Olive menujuk dada suaminya. "Buat wanita lain."
Ando terseyum. "Pernah." Jawabnya tanpa ada yang ditutupi. "Kamu ingat Mira? Kalau tidak salah pernah bertemu kamu saat_"
"Kamu mengatai fisikku." Olive mendongak dan meregangkan pelukannya, tapi secepatnya Ando kembali memeluk tubuh Istrinya dan Olive kembali berada dipelukan suaminya.
__ADS_1
"Ck, kamu hanya mengingat keburukan ku saja, coba ingat-ingat kebaikanku." Tutur Ando.
"Masalahnya kamu itu memiliki track record sebagai Casanova penjajah gunung dan goa jadi_"
"Sudah jangan bahas itu, nanti kamu malah marah lagi." Potong Ando lebih dulu. "Intinya aku tidak pernah memberikan tubuhku untuk mereka dengan suka rela, karena aku yang memang membutuhkan mereka dan mereka mendapat bayaran yang sesuai." Ucap Ando.
Olive hanya diam mendengarkan, bairkan sajalah dirinya mendengarkan masa lalu suaminya, meskipun tidak suka, tapi setidaknya membuat pikiran Ando tidak lagi frustasi seperti tadi.
"Mira memang pernah menjadi kekasihku, bahkan kami sempat bertunangan, tapi semua itu juga tidak gratis, karena setiap bulan aku juga mengirimkan uang padanya." Ucap Ando yang mengingat dirinya dulu, meksipun tidak ingin mengungkit, tapi Ando memang ingin bercerita.
"Enak dong." Balas Olive spontan.
"Enak apanya?" Tanya Ando.
"Ya enak, udah dapat duit plus enak di anu"
"Kamu ini ya," Ando mencubit kedua pipi Olive. "Emang enak kalau di anu?" tanya Ando ambigu.
Olive berpikir, "Emm, enak tapi kadang juga nyeri, tapi nyerinya itu bikin enak."
Tidak, tahu saja Otaknya sudah traveling mendengar ucapan Olive yang tidak difilter.
"Ehh, terus kenapa kak Ando bisa batal nikah?" Tanya Olive yang juga mengingat saat itu Ando pernah memakai cincin tunangan.
"Em, itu. Karena Mira ada afair dengan bos-nya."
Olive menatap wajah suaminya dari bawah. "Affair?" Tanya Olive.
"Hm, afair main dibelakang aku. Saat aku pergi ke kota M, disana aku tahu Mira melakukan itu."
Olive menatap wajah suaminya seksama, tidak ada kesedihan yang suaminya perlihatkan.
__ADS_1
"Kamu tidak sedih?" tanya Olive menatap suaminya.
Ando bergantian menatap istrinya. "Sedih?"
Olive mengangguk. "Heh, yang benar saja aku sedih hanya karena Mira selingkuh," Ucap Ando dengan wajah biasa saja. "Yang ada aku bersyukur karena wanita itu tidak menjadi istriku, karena aku menginginkan wanita baik-baik untuk mendampingiku dan menjadi ibu untuk anak-anakku kelak, meskipun aku bukan pria baik tapi setidaknya anakku terlahir dari ibu yang baik."
Ando terseyum dengan menatap wajah Olive, sedangkan Olive sudah terharu mendengar ucapan suaminya. "Dan kamu wanita yang pantas mendampingi ku dan menjadi ibu untuk anak-anakku." Tangannya mengusap rambut Olive lebut.
"Ohhh so sweet, aku ngak nyangka pria Casanova dan tengil kayak kamu bisa semanis ini kak."Olive yang gemas mencubit pipi Ando dan menggoyangkannya, sehingga membuat wajah Ando mengikuti tangan Olive yang bergerak.
Ando tertawa, begitu juga dengan Olive. "Tidak semua yang kamu lihat dulu sama dengan seperti sekarang, ada kalanya kita berubah untuk menjadi lebih baik dan itupun dengan orang yang tepat."
"Ahhh hati adek meleleh bang." Lagi-lagi suara Olive merengek manja, membuat Ando semakin tertawa gemas.
Keduanya asik tertawa, dan Ando melupakan apa yang tidak bisa membuatnya tidur lagi. Inilah yang Ando sukai Olive bisa membuat hatinya menjadi senang hanya karena tingkahnya yang menggemaskan.
"Apa sudah tidak lelah lagi?" Tanya Ando dengan ambigu.
"Mataku tidak bisa terpejam lagi." Jawab Olive sambil memeluk tubuh suaminya.
"Apakah junior baik-baik saja?" Tanya Ando sambil mengusap perut buncit istrinya.
"Hm, memangnya kenapa?" jawab Olive sambil menatap suaminya tanpa rasa curiga dengan rentetan pertanyaan yang akan menjerumus.
"Hanya pengen tahu, kalau baik-baik saja berarti papa boleh tengok lagi ronde kedua."
Belum mendapat persetujuan Ando sudah lebih dulu, melumatt bibir Olive lembut, memberi kecupan lembut hingga terdengar suara lenguhan.
Ando kembali membuat istrinya lelah, meskipun begitu dirinya tetap melakukanya dengan perlahan agar tidak menyakiti dedek bayi yang ada didalam kandungan Olive, pria itu menuruti permintaan ibu hamil apapun itu yang terpenting mendapatkan kepuasan.
.
__ADS_1
.
Akhir-akhir ini otor sibuk di RL jadi upnya tidak menentu ðŸ˜