Love Is Back

Love Is Back
Pemandangan layar ponsel


__ADS_3

Ando menatap rumah berlantai dua di depannya sambil bersandar di body mobilnya.


Sudah tiga puluh menit Ando berdiri didepan rumah Olive, sejak tadi pesan dan panggilan telponya tidak diangkat, entah apa yang dilakukan gadis itu padahal ini masih jam sembilan malam, Ando yakin jika Olive belum tidur.


Sedangkan gadis yang ditunggu memang sudah terlelap sejak tadi, setelah lari mengitari lapangan basket, Olive yang kelelahan memilih tidur cepat mengingat besok ada ulangan disekolah dan dirinya harus bangun pagi untuk belajar, karena malam ini dirinya tidak sempat belajar dan memilih tidur.


Ando menghela napas, menginjak putung tembakau yang sisa setengah.


Masuk kembali kedalam mobil Ando memilih pergi dari dari rumah Olive, niatnya ingin menemui Olive sebelum kesibukan yang tidak bisa dia tinggalkan.


"Ck, kenapa juga gue harus mikirin dia." Gumam Ando dengan kesal sendiri.


Padahal dirinya baru pulang dari apartemen Sofi setelah membuat wanita itu terlelap, dan Ando tidak akan pernah tidur sampai pagi dengan Sofi, begitupun dengan Mita dulu. Entahlah rasanya hanya tidak nyaman meskipun kini Sofi wanita yang sudah Ia terima cintanya.


Tin...tin..


Ando membunyikan klakson mobilnya saat sampai didepan gerbang rumah kedua orangtuanya.


"Den Ando." Satpam bernama Juki membukakan pintu gerbang.


"Tutup lagi mang." Ucap Ando yang langsung diangguki Juki.


"Wah den, lama tidak datang kerumah." Ucap Juki saat Ando sudah keluar dari mobil.


"Iya, makanya ini datang." Jawab Ando sambil melempar bungkus rokok pada Juki.


"Wah, lumayan den buat temen ngopi." Ucap Juki senang mendapat satu bungkus rokok dari majikanya.


"Asal jangan meleng mang jaga rumahnya." Ucap Ando sambil tertawa.


"Beres den."

__ADS_1


Ando memasuki rumahnya yang ditempati kedua orangtuanya dan satu adiknya perempuan.


Sudah lama dirinya tidak pulang, lantaran sibuk. Entah sibuk bekerja atau mengerjai seseorang, yang jelas dirinya sibuk.


"Kakak!" Andien berteriak saat melihat Ando baru masuk kedalam rumah.


Brug


Andien langsung menubruk tubuh kakanya.


"Emmm, Andien kangen." Ucap gadis itu sambil memeluk erat Ando.


"Dien lepas! kakak Ngak bisa napas." Ucap Ando sambil melonggarkan pelukan Andien yang begitu erat.


Andien langsung melepaskan pelukannya, gadis itu menampilkan senyum manis.


"Kenapa?" Tanya Ando yang melihat wajah Andien seperti ada udang dibalik batu.


"Udah deh bilang aja mau kamu, ngak usah pasang wajah jelek begitu." Ledek Ando sambil menoyor kening Andien sampai tubuh Andien terhuyung kebelakang.


"Ish, kak." Wajah Andien memberengut. sambil mengikuti Ando dibelakangnya.


"Kak Andien mau study tour bulan depan." Ucap Andien pada akhirnya.


Andien duduk di bangku kelas sebelas dan sekolahnya mengadakan study tour.


"Tinggal daftar." Jawab Ando santai sambil mengambil minuman dingin.


"Isi dulu ATM Andien kak, Kalau nggak ada isi mana bisa Andien daftar." Ucapnya tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


Ando hanya menghela napas, "Nanti kakak transfer."

__ADS_1


"Aaaa, Makasih kakak tersayang akuh." Andien mencium pipi Ando dengan gemas.


"Ck, sudah pergi sana tidur sudah malam."


"Siap bos." Andien terseyum senang, gadis itu berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Ando yang melihat tingkah adiknya geleng kepala.


"Kenapa malah bayangin si Endut sih." Gumamnya dengan mengusak rambutnya kasar.


Melihat Andien yang senang membuat otaknya terlintas dengan Olive yang memang seumuran dengan Andien hanya saja lebih tua Olive yang sudah duduk di bangku kelas 12.


Ting


Ponselnya di saku celananya berbunyi, Ando mengambilnya sambil berjalan menuju kamarnya di lantai bawah.


"Maaf kak aku baru bangun."


Pesan dari Olive membuat Ando mendesah kasar.


Jam menunjukan hampir sebelas malam, jadi dari tadi gadis itu sudah tidur.


Tut..Tut..


Ando yang sudah berada didalam kamar mencoba untuk melakukan panggilan video call, padahal dirinya tidak pernah yang namanya memanggil dengan video call bersama siapapun. Tapi malam ini Ando ingin melihat Olive yang sudah beberapa hari tidak dia lihat, karena itu dirinya merasa rindu.


"Halo kak."


Glek


Ando menelan ludahnya kasar saat melihat pemadaman dilayar ponselnya yang mampu membuat dirinya menegang.

__ADS_1


"Jer, lu kenapa bangun." Gumamnya sambil masih memandangi layar ponselnya.


__ADS_2