Love Is Back

Love Is Back
Operasi


__ADS_3

Hari ini jadwal Ando ke dokter, selain cuti Ando juga tidak ingin diganggu oleh siapapun kecuali Istrinya. Bahkan kedua orang tuanya dan adiknya pun tidak ada yang tahu. Jika tahu pasti akan berabe.


"Sayang jangan tinggalin aku ya." Ucap Ando yang sudah kesekian kali.


Olive hanya menghela napas. "Kamu lebay Kak." Kesal Olive karena mendengar sudah berapa banyak hari ini.


Ando sudah duduk diatas brankar dengan menggunakan baju pasien, tiga puluh menit lagi operasi akan segera di lakukan.


Bukan takut di ruang operasi tapi Ando takut jika operasinya tidak seperti yang diharapkan, wajar saja kan dirinya takut jika terjadi sesuatu, apalagi sekarang dirinya hanya memiliki pawang satu yang bisa memuaskan dirinya.


"Apapun yang terjadi aku akan disamping mu." Lanjut Olive yang melihat raut wajah suaminya terlihat takut.


Ando tersenyum. "Tanpa kamu aku bukan siapa-siapa, karena kamu pelengkap segalanya bagiku." Tangannya menggenggam tangan Olive.


Olive tersenyum. "Dan tanpa aku kamu tidak akan menjadi pria normal."


Seketika senyuman di wajah Ando memudar, Istrinya Selalu saja bicara menyebalkan.


"Kau itu merusak suasana." Gerutunya dengan wajah merajuk.


Olive mengulum senyum, dirinya senang melihat suaminya merajuk seperti itu, terlihat lucu.


Cup


"Sudah jangan cemberut terus, bentar lagi suster masuk." Ucap Olive setelah memberikan kecupan di pipi.


"Mau disini sayang." Ando menunjuk bibirnya. "Buat sangu selama di operasi." Lanjutnya lagi dengan wajah memohon.


Olive mengerucutkan bibirnya. "Alasan."


Ando menyengir, dan memajukan wajahnya langsung melumatt dan menyesap benda kenyal yang menurutnya begitu manis.


Pangutan bibir keduanya melekat cukup lama, hingga suara pintu terbuka membuat keduanya terpaksa melepaskan tautan bibirnya.


"Maaf pak, sudah waktunya." Ucap suster yang baru saja masuk merasa kikuk, karena sempat melihat kegiatan keduanya tadi.


"Baik sus." Jawab Olive yang sudah mengatur napasnya.


Ando menatap suster itu kesal, karena datang tidak tepat waktu. Bahkan menganggu kegiatanya.


Olive berjalan disamping Ando yang duduk dikursi roda, tangannya tidak lepas dari genggaman Ando, dan seorang suster yang mendorong kursi rodanya dari belakang hanya bisa menatap keduanya iri.


"Semua akan baik-baik saja, si belalai juga." Ucap Ando sebelum masuk ruangan operasi.


Olive mendengus kesal, bisa-bisanya masih bisa bercanda dalam keadaan seperti ini.


Sebelum benar-benar masuk Ando mencium kening Olive lebih dulu. "Tunggu aku." Ucapnya dan langsung dibawa suster masuk keruang operasi.


Olive menunggu sambil duduk dikursi yang tersedia. Meskipun katanya operasi kecil, tapi nyatanya dirinya juga khawatir dan cemas akan keadaan suaminya.

__ADS_1


Ditempat berbeda Andien yang sengaja bolos mecoba untuk kabur lewat pagar yang lumayan tinggi dibelakang sekolah, gadis itu nekad karena malas harus berhadapan dengan guru killer di sekolahnya. Bukan hanya killer bahkan guru dengan julukan hot duda itu tidak segan-segan menghukum siswanya yang ketahuan bandel.


"Duh semoga aja ngak ketahuan." Andien sudah siap untuk melompat keluar pagar ketika dirinya sudah sampai atas. Tapi tiba-tiba kepalanya terasa sakit saat merasakan sesuatu yang menghantarkan kepalanya.


"Auwss gila ya, siapa yang bera_" Andien tidak lagi melanjutkan ucapannya saat melihat kebawah dimana seseorang yang memiliki julukan Guru kileer hot widower Berkacak pinggang dibawah sana.


Andien meringis mengusap kepalanya yang terasa nyeri.


"Bapak mau bikin saya geger otak.." Kesal Andien dengan wajah menahan sakit.


"Mau turun sendiri atau saya yang turunkan." Ucap guru killer yang banyak di nyinyir para siswa tapi juga bersamaan dengan pujian.


Hanya Andien sepertinya yang tidak pernah memuji bahkan gadis itu jelas-jelas memperlihatkan ketidak sukaanya.


"Ck, dasar guru kileer." Gerutu Andien dengan suara pelan. Dengan bibir menye-menye.


Aaaa


Bruk


Bok*ong Andien mendarat sempurna saat tas gendong yang dia pakai ditarik dari bawah.


"Auwwss Mama sakit." Rintih Andien sambil memegangi pinggangnya yang sakit.


"Jangan harap bisa lepas dari hukuman."


Sedangkan pria itu hanya menatap datar Andien.


"Berdiri dan jalan atau saya gendong." Pria itu sudah maju ingin menyentuh Andien.


"Stoop...!! jangan coba-coba anda menyentuh saya.!" Ucap Andien dengan tatapan permusuhan yang ketara.


Pria itu hanya menghela napas dalam. Dan pergi begitu saja tanpa melihat kebelakang lagi.


"Saya tunggu diruangan saya."


Andien mendengus kesal, bisa-bisa dirinya ketahuan dan berakhir fatal seperti ini.


"Ck, pantat gue udah ngak semok lagi dah." Ucapnya sambil tertatih mencoba berdiri.


.


.


Hampir 2 jam Olive menunggu lampu diatas pintu operasi padam, tapi sejak tadi menunggu akhirnya sekarang terkabul juga.


Tak lama ruangan terbuka, dan terlihat ranjang rumah sakit yang didorong keluar oleh suster dan diikuti dokter.


"Kak.." Olive tersenyum lega, saat melihat suaminya tersenyum padanya.

__ADS_1


"Operasinya berjalan, lancar dan sekarang mas Ando akan dibawa ke ruang perawatan." Ucap dokter Rega dengan senyum.


"Terima kasih dok." Hanya itu yang bisa Olive sampaikan.


"Sayang kamu tenang saja, dokter Rega sudah ahlinya jadi si Lai tidak akan_"


"Kak stop, jangan bicara mesum." Kesal Olive yang mendengar ucapan Ando.


"Heehe.. ngak ada yang tahu istilah Lai selain kamu dan reader sayang."


Olive malah mendelik tajam.


Karena operasi kecil, jadi dokter membuat sebagian tubuh Ando menggunakan obat bius, dari bagian perut bawah sampai kaki. Bahkan Ando tetap sadar saat operasi berlangsung.


"Sebaiknya Anda istirahat tuan agar segera pulih kembali." Ucap suster yang membantu.


"Iya sus, terima kasih." Ucap Olive.


"Sayang kemari." Ando menepuk samping tubuhnya agar Olive mendekat.


"Butuh sesuatu?" Tanya Olive yang sudah duduk disisi tubuh suaminya, terdapat ruang untuk duduk.


"Hm, aku butuh dimanja kamu." Ucap Ando manja.


Tangannya langsung memeluk pinggang Olive, dan menaruh kepalanya di bahu sang Istri.


"Apa rasanya sakit?" Tanya Olive melirik bagian bawah perut Ando yang tertutup selimut.


"Tidak, mungkin karena efek obatnya masih bekerja."


Olive hanya membulatkan bibirnya tanpa suara.


"Apa mama dan papa tidak dikabari." Tanya Olive yang merasa tidak enak.


"Biarkan saja, lagian kalau mereka tahu aku Operasi apa, otomatis mereka tahu kelakuan buruk anaknya ini." Tutur Ando.


"Tapikan emang kamu yang mau, paling-paling kamu dapat jeweran dari mama."


"Ishh, tidak usah bicarakan mereka. Lebih baik kamu temani tidur aku, mataku sepertinya sudah tidak tahan lagi." Pinta Ando yang sudah membaringkan tubuhnya.


"Mana bisa kamu lagi sakit, aku takut membuatnya terluka dan pasti aku yang rugi nantinya."


Entah apa yang ada dipikiran Istrinya itu, tapi rasanya Ando ingin tertawa.


"Sayang jujur, apa kamu puas dengan belalaiku."


Bugh


"Jauhkan otak mesum mu itu kak."

__ADS_1


__ADS_2