
"Terima kasih." Ucap Olive sebelum keluar dari mobil Niko.
Niko hanya mengaguk. "What's your name?" Niko mencekal tangan Olive sebelum gadis itu keluar dari mobilnya.
Olive mendelik menatap tanganya yang dicekal oleh Niko.
"Ups.. sorry." Niko tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Olive."
Setelah mengatakan namanya, Olive langsung keluar dari mobil Niko.
Diteras sudah ada Mama Olive yang melihat putrinya turun dari mobil yang berbeda dari biasanya.
Jika biasanya berwarna putih, kini mobil yang Olive naiki berwarna merah.
"Pria kaya mana lagi yang mendekati kamu." Ucap Mama Olive dengan mata memincing, sambil memainkan alisnya naik turun.
"Ck, itu hanya kebetulan Mah, dia calon kakak tiri Ami." Jawab Olive sambil berlalu, setelah mencium punggung tangan Mamanya.
"Eh, terus si Om kasep teh kemana, sudah satu minggu lebih Mama tidak melihat dia kemari?" Tanya Mama Olive kepo.
__ADS_1
Olive hanya mengangkat kedua bahunya sambil berlalu kedapur, karena merasa haus. Dirinya juga tidak mau memikirkan pria dewasa itu lagi setelah apa yang tadi dia lihat di lampu merah.
"Ck, Kalau mangsa kelas kakap geh jangan dilepas atuh neng." Goda Mama Olive sambil mengekori putrinya.
Olive duduk di kursi dengan meminum air mineral yang dia ambil digelas.
"Kalau dia negelamar kamu tiba-tiba gimana neng?"
Uhuk...Uhuk..
"Aduh, pelan-pelan Olive, Mama tidak minta." Susi menepuk punggung putrinya yang tersedak air putih.
Olive mengatur napasnya, dada dan hidungnya terasa sangat sakit, karena tersedak.
Huh
Olive me jatuhkan tubuhnya diatas kasur, matanya terpejam tapi sesaat kemudian langsung terbuka ketika bayangan adegan yang dia lihat berputar-putar dikepalanya.
"Ish, nyebelin." Olive menutup wajahnya menggunakan bantal, dan ketika napasnya berat kembali dibuka. "Duh sesek napas gue." Gumamnya dengan menarik napas panjang.
Saat mobil Niko berhenti di lampu merah tadi, Olive tidak sengaja melihat dua orang yang sedang bercumbu didalam mobil, dan jelas mobil yang Olive lihat adalah mobil milik Ando.
__ADS_1
"Ck, Kadal buaya dasar brengsekk.!"
Umpat Olive dengan kesal, karena adegan tadi terus berputar diotaknya membuat jantungnya tidak aman karena berdetak cepat.
Sungguh hatinya masih saja merasa sakit, padahal dirinya berusaha untuk biasa.
"Makasih ya udah mau bantu aku cari apartemen." Ucap seorang wanita yang terseyum didepan pria yang dua kali dia temui.
"It's Oke, lain kali gue akan mampir." Jawab Ando dengan terseyum menggoda.
Wanita yang bernama Sofi itu tersenyum malu. "Baiklah aku tunggu."
Sofi memajukan wajahnya, dan mencium pipi Ando . "See you again."
Ando tersenyum, dan melambaikan tangannya saat Sofi berjalan masuk keaparteman.
Sofi adalah wanita yang Ando pakai saat di kota M, dan tujuan Sofi ke Jakarta untuk mencari kerja seperti yang Ando tawarkan, karena setelah mantap-mantap malam itu, keduanya sempat bertukar nomor karena merasa kasihan dan juga mencari kesempatan otak licik Ando bekerja untuk membantu Sofi.
Sofi menceritakan latar belakang keluarganya, ternyata wanita itu mencari uang cepat untuk biaya pengobatan ibunya, tapi Tuhan sudah berkehendak lain, uang yang Sofi dapatkan tidak mampu membuat ibunya bertahan hidup. Karena tidak ingin tinggal dengan papa tirinya, Sofi meminta tolong pada pria yang dia layani itu untuk membantunya mencari pekerjaan.
"Ck, siapa dia?" Ando kembali melanjutkan mobilnya meninggalkan apartemen yang Sofi tinggali.
__ADS_1
Tujuannya bukan pulang melainkan kesuatu tempat.