
Kegiatan di kampus kembali normal, berita penangkapan dosen bernama Gerry Prasetyo sudah tidak lagi membuat geger seluruh kampus.
kabar beredar jika dosen pembimbing di kampus favorit di kota itu adalah seorang gadis yang memiliki wajah mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal 2 tahun lalu, akibat kecelakaan pesawat yang wanitanya tumpangi. dan dari sana dosen yang bernama Gery itu melihat sosok wanita yang dia cintai datang ke kampus di mana tempat mengajarnya Gery berpikir jika itu adalah Olivia mantan kekasihnya yang sudah hilang selama 2 tahun tapi kenyataannya wanita itu adalah salah satu mahasiswi yang mengabdi di kampus favorit tersebut pihak korban tidak ingin memberikan identitas kedua gadis yang sudah menjadi korban dosen Gerry itu kepada media ataupun mahasiswa di kampus.
Dan kini kasus itu sudah tertutup rapat dan carry pun mendapat hukuman yang sepadan dengan perbuatannya.
Meskipun pria itu telah menyesali perbuatannya tapi dari pihak korban tidak akan mencabut tuntutan yang sudah mereka ajukan, bagi pihak korban tersangka harus merasakan hukuman atas apa yang sudah dia lakukan.
"Loli, kenapa akhir-akhir ini kak Niko sering menemui kamu?" Tanya Olive pada Loli yang baru saja duduk setelah menemui Niko di luar kelas.
"Tidak apa-apa Memangnya kenapa?" Loli malah balik bertanya.
"Ck, tanpa kamu kasih tahu aku yakin jika kalian ada sesuatu hubungan yang belum aku ketahui. coba katakan ada hubungan apa kalian berdua." Cecar Olive dengan tatapan mengintimidasi.
Loli mendengus kesal, "Kau itu selalu bisa membuatku tidak bisa berbohong." Ucap Loli membuat Olive tersenyum.
"Bagus dong, jadi kamu harus jujur padaku ada hubungan apa kalian berdua?" Tanya Olive lagi yang sudah penasaran.
Loli menghela nafas kasar sebelum bicara pada Olive tentang hubungan mereka berdua.
"Dengarkan, tanpa kamu cela sebelum aku selesai bicara." memperingati Olive.
"Baiklah katakan saja aku sudah penasaran." Olive persiap untuk mendengarkan cerita dari Loli.
"Jadi aku dan kak Niko saat itu_"
Loli mulai menceritakan bagaimana saat dirinya pertama kali membuka mata di sebuah kamar apartemen asing yang sama sekali tidak diketahuinya, dari sana awalnya keduanya saling berdebat namun entah keberanian dari mana Niko sampai berbuat hal yang tidak pernah Loli pikirkan. apalagi mereka yang tidak pernah kenal dekat ataupun ngobrol secara langsung. tapi kejadian pagi itu sudah membuat mereka saling menginginkan satu sama lain. selama hampir dua minggu mereka menjalin kasih selama itu juga Loli mulai merasa nyaman dengan kehadiran Niko. ternyata di balik sifat pemaksa seorang Niko Abrahan terdapat sisi kelembutan dan kehangatan yang baru Loli rasakan, dan dari sana Loli menyadari jika hatinya sudah memiliki nama yaitu Niko Abrahan.
Olive yang mendengarnya sampai membelalakkan kedua matanya, bagaimana bisa dua orang yang tidak saling kenal atau mungkin tidak pernah saling menyapa tiba-tiba terlibat satu konflik yang membuat keduanya menjalin kasih, apalagi kak Niko yang dia kenal pria baik dan kalem ternyata jika sudah menginginkan seseorang pria itu menjadi sama seperti suaminya, sama-sama mesum.
"Jadi kalian sudah hampir dua minggu jadian? oh my good Loli kau membuatku terkejut."
Olive sampai tidak bisa berkata-kata lagi, wanita itu cukup syok mendengar cerita Loli yang tidak pernah Olive pikirkan. ternyata cinta seorang Niko Abrahan pria baik yang Olive kenal kini berlabuh pada sahabatnya sendiri yaitu Loli, sungguh Olive tidak menyangka jika Niko sudah move on dari wanita sebelumnya yang sangat dia cintai.
"Loli selamat ya kalau begitu." keduanya saling berpelukan.
"Kak Niko pria yang baik, kamu beruntung bisa memiliki pria hangat dan baik seperti Kak Niko. aku mengenal kak Niko karena sebelumnya kami memang berteman lama, kamu tahu kan kalau kakak tiri Ayana?" tutur Olive dengan senyum mengembang
"What?"
Loli cukup terkejut dengan apa yang Olive katakan, Kenapa bisa Niko bersaudara dengan Ayana gadis sekolah yang terkenal miskin yang pernah dirinya bully bersama Nesya, tapi sekarang gadis itu sudah menjadi istri seorang pengusaha sukses yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan tujuh tanjakan dan 7 tikungan.
__ADS_1
"Astaga, ternyata dunia tidak selebar daun kelor." Loli mengusap keningnya yang terasa pening.
Olive hanya tertawa cekikikan, dia tahu seberapa buruknya hubungan Loli dan sahabatnya Ami saat mereka masih duduk di bangku SMA. Tapi semua itu sudah berlalu dan yang terpenting kedua gadis yang dulu membullynya kini sudah menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan Nesya yang terang-terangan mencelakai Ami waktu di sekolah kini malah wanita itu ditolong oleh Ami dan tinggal di rumah yayasan milik Ami.
Nasib siapa yang tahu gadis miskin yang dulu memiliki hutang dan menjadi pembantu kini menjadi istri kaya raya.
.
.
Di kantor Ando sedang sibuk bekerja menyelesaikan berkas-berkas yang penting untuk Nathan tanda tangani, pria itu akan cepat mengerjakan pekerjaan mengingat di rumah ada sang istri yang selalu menyambutnya dengan memakai baju seksi yang membuat lelahnya seketika hilang, berganti rasa gairah yang tiba-tiba muncul karena melihat kemolekan tubuh sang istri.
Waktu 3 minggu akan berlalu cepat dan sekarang hanya tertinggal sisa 3 hari lagi untuk hukuman Olive yang akan selesai.
"Ndo tolong gantikan saya bertemu klien jam 07.00 malam di restoran xxx." Nathan tiba-tiba muncul di ruangan asistennya.
Ando mendongak dan menatap mata yang masih berdiri di ambang pintu.
" Lu mau ke mana?"
"Gue ada janji sama bini gue mau dinner malam ini, kasihan Nathan junior lagi kepengen diajak jalan-jalan." jawab Nathan dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Sialan Lu." Nathan mengumpat kesal, dan meninggalkan Ando yang tertawa terbahak-bahak melihat wajah Nathan yang kena prank olehnya.
Ando pun mengirim pesan pada istrinya, jika dirinya malam ini pulang terlambat karena ada pertemuan mendadak dengan klien dan Nathan tidak bisa karena menemani istrinya yang sedang hamil.
"iya Kak tidak apa-apa."
Pesan masuk dari Olive sudah membuat Ando tersenyum.
"Jangan lupa pakai baju dinas yang berwarna merah, Aku menyukai warna merah yang cantik Jika kamu pakai."
Di seberang sana Loli membulatkan matanya saat Olive menunjukkan pesan yang Anda kirim.
"Jadi kalian sudah ehem ehem..?" tanya Loli dengan wajah syok, jadi sugar Daddy dan sugar baby sudah memiliki hubungan yang terlalu jauh. lalu apakah sahabatnya ini tidak takut terjadi sesuatu dengan dirinya saat berhubungan dengan seorang pria.
"Hem, bahkan kami melakukannya setiap hari tanpa hari libur." ucap Olive dengan santai, dirinya lupa jika belum memberitahu hubungannya dengan pria yang disebut sugar Daddy oleh Loli itu adalah suaminya sendiri. dan Loli yang mendengarnya pun semakin sok ternganga tidak percaya, gadis lugu seperti Olive bisa melakukan hal yang membuatnya bisa saja terkena serangan jantung.
"Olive you're not kidding right?"
Tanya Loli dengan ekspresi yang masih sama terkejut dan tidak percaya.
__ADS_1
"Yes, I am serious."
Loli sampai menjatuhkan kepalanya di bangku, karena terlalu syok dengan apa yang Olive ceritakan, tentang hubungannya bersama sugar Daddy. Loli pikir Olive hanya bersenang-senang dan tidak lebih dari sekedar ciuman di bibir, tapi nyatanya gadis polos saat SMA itu kini menjadi wanita simpanan seorang sugar daddy.
"Jadi kamu tidak takut jika dihamili sugar Daddy mu itu." Tanya Loli hati-hati, takut jika ada yang mendengarnya.
"Kenapa takut, kami memiliki hubungan yang sah dimata hukum dan agama."
HAH!!!
.
.
.
di dalam kamar apartemen dua sepasang suami istri yang sedang menikmati setiap gerakan yang begitu memabukkan, Olive terus merancau dengan kepala yang menggigit bibir bawahnya saat miliknya terasa diobrak-abrik oleh belalai suaminya yang begitu besar dan berurat.
"oh Kak aku sudah tidak tahan lagi."
Alif terus merancau saat miliknya terasa begitu gatal dan juga berkedut karena gesekan belalai suaminya yang keluar masuk tanpa henti membuatnya merancau dan menjerit nikmat merasakan tusukan yang begitu dalam.
"Ahh ini terlalu nikmat, nikmat Kak nikmat." Olive tak henti-hentinya merantau dengan keadaan yang kacau, tubuh wanita itu sudah bercucuran keringat.
Satu jam lebih keduanya berpacu di atas ranjang yang begitu berantakan, selimut dan bantal sudah tidak ada pada tempatnya. Ando tidak berhenti untuk membuat istrinya terus menjerit setiap saat tubuhnya seperti kembali bugar ketika mendapat asupan nutrisi yang begitu membuatnya kembali bersemangat untuk melakukannya lagi lagi Dan lagi.
Hingga akhirnya leguan panjang kedua insan yang sudah mendapat pelepasan itu memenuhi kamar mereka yang terasa panas, meskipun AC menyala tapi kegiatan keduanya membuat Hawa di seluruh kamar itu terasa panas dan menggelora.
"Ough Olive..!!"
Ando ambruk di atas tubuh Olive, tubuh keduanya yang basah karena keringat hasil kerja keras mereka malam ini. berharap di hari esok akan membuahkan hasil. Hampir 3 minggu Ando tidak pernah absen untuk menjamah sang istri dan malam ini adalah malam terakhir di mana hukuman Olive telah selesai, sungguh rasanya begitu membuat Nando tidak bisa berkata-kata lagi.
"Cepat hadir Junior." Ando mengusap perut rata Olive, Wanita itu sudah tidak berdaya dan terlelap dalam pelukannya.
"Terima kasih sudah membuat hari-hariku menyenangkan, dan terima kasih untuk semuanya I love you my wife."
.
.
End 🥴
__ADS_1