
Pagi hari yang cerah.
Wajah ayu itu tersenyum ketika membuka mata dan ternyata sangat suami masih tertidur. Ayana lun mengingat jika semalam mereka sudah sama-sama melakukan kewajiban mereka. Senyum itu kembali terbit.
Ayana pun berniat bangun lebih dulu karna dia melihat jam yang sudah hampir setengah tujuh. Namun pergerakan nya tertahan karna rasa ngilu yang dia rasakan di bagian intim itu.
Ayana pun mendesis merasakan ngilu bercampur rasa perih. Kevin pun terbangun karna ada pergerakan di kasur itu. Kevin mengerjapkan matanya lalu dia melihat jika sangat istri sedang kesusahan bangun.
'' Masih sakit? '' Tanya Kevin dengan suara khas bangun tidur
'' Sedikit, '' Jawab Ayana
'' Sini kakak bantu. '' Ucap Kevin lalu turun untuk membantu Ayana kekamar mandi
Namun Ayana reflek menutup kedua matanya dengan telapak tangan nya saat melihat ada yang berdiri tegak di bawah sana. Kevin pun langsung mengambil handuk yang ada di balik pintu kamarnya. Lalu dia memakainya untuk menutupi bagian intim nya.
'' Padahal udah lihat dan ngerasain juga. Tapi masih aja malu, '' Ledek Kevin
'' Kakak, '' Jawab Ayana
Kevin pun langsung menggendong Ayana dan membawanya masuk kedalam bathup untuk berendam air hangat.
Setelah nya Kevin mandi di samping nya mengguagah shower pagi ini mereka mandi bersama.
***
Sebelum pergi kekantor johan tiba-tiba saja teringat dengan Arga putranya Yang mana sudah beberapa hari ini dia tidak menjenguknya. Namun saat mengingat Arga, Johan pun teringat dengan Andini gadis yang dia berikan tugas untuk merawat Arga dari jauh.
'' Ke apartemen Arga ya pak. '' Ucao Johan pada supirnya
Menempuh waktu yang tidak lama kini johan sudah tiba di depan pintu apartemen itu. Setelah membunyikan bel akhirnya Andini pun membukakan pintunya.
'' Pak Johan. Mari masuk, '' Ajak Andini
Johan pun masuk, dia melihat sekeliling, ruangan itu sperti baru saja di bersihkan dna sperti nya Andini sedang merasa sedih. Karna terlihat dari matanya yang sembab. Andini pun masuk kedapur untuk mengambil minum dan dia suguhkan untuk Johan.
'' Kamu sudah menemui Arga lagi? '' Tanya Johan yang kini sedang duduk bersama Andini
'' Kemarin lusa saya sudah kesana. Tapi kak Arga meminta saya untuk tidak sering-sering kesana. Dan rencananya hari ini saya akan menjenguknya lagi. Tapi sperti biasa saya akan membawakan nya makanan. '' Ucap Andini lalu tiba-tiba saja perutnya terasa mual. Andini pun meminta ijin untuk mengeluarkan rasa mualnya.
__ADS_1
Johan pun mengangguk namun dia merasa curiga dengan keadaan Andini. Saat Andini berada di toilet Johan pun berkeliling di seluruh ruangan. Dan benar saja saat Johan berjalan menuju dapur dia menemukan buku kehamilan di mana tertera nama Andini di sana.
Johan pun mengambil buku itu. Dia membuka dan membacanya di halaman utama. Dan ternyata usia kandungan nya masih sangat muda. Dalam hati Johan apa mungkin yang di kandung oleh Andini itu adalah calon cucunya? Jika iya sudah di pastikan jika Arga lah ayah biologis nya.
Johan pun mengambil alat tes kehamilan yang masih ada di tengah halaman buku itu. Lalu dia meletakkan buku itu dan mengantongi tespeck itu di saku jasnya.
Johan pun kembali duduk dan meminum teh yang di bawakan Andini tadi.
Andini terlihat keluar dari dalam toilet dia menuju Johan lagi.
'' Kalo kamu masih kurang sehat. Istirahat saja. Biar saya saja yang menjenguknya. '' Ucap Johan lalu beranjak
'' Ini uang belanja bulanan buat pegangan kamu. Jika ada apa-apa hubungi saya, '' Ucap Johan lalu memberikan uang yang dia masukan di amplop kuning.
'' Maaf Pak. Uang yang bapak berikan kemarin masih ada. Belum habis. Uang ini bapak bawa saja. Nanti jika saya butuh saya akan memintanya, '' Jawab Andini
'' Sudah simpan saja, karna saya akan jarang kesini. '' Jawab Johan.
Andini pun menerimanya. '' Trimakasih pak. '' Jawab Andini.
Johan pun pergi dari sana dengan tujuan untuk menjenguk Arga.
***
'' Kondisi bayinya sehat. Semuanya bagus pertumbuhan nya juga bagus. '' Ucap dokter itu sambil menggerakan alat di atas perut Velly
Velly dan juga Dandi sedang melihat pergerakan calon bayi mereka yang mana masih belum sempurna bentuknya namun sudha terlihat jelas.
'' Alhamdulillah, '' Jawab Velly
Dokter itu pun memotret hasil USG nya. Kini proses pemeriksaan pun sudah selesai. Dokter pun menjelaskan dan memberi resep vitamin yang harus di konsumsi oleh Velly. Karna waktu yang masih pagi sehingga antriannya pun banyak. Beruntung Dandi dna Velly sudah mendaftar lebih dulu jadi mereka bisa lebih dulu di tangani.
'' Trimakasih dokter. Kami permisi dulu. '' Pamit Dandi
Kini mereka menuju apotik untuk emnebus vitamin yang di tuliskan oleh dokter.
***
Setelah sarapan pagi, Kevin pun kembali bekerja di kantor nya. Ayana yang mengambil cuti kuliah pun kini kembali masuk, Dewi sperti biasanya dia akan menuju butik dan juga salon yang sudah di bukanya kembali setelah suaminya yang sudah tidak bisa apa-apa.
__ADS_1
'' Jadi beneran kalian udah mutusin untuk nggak honeymoon dulu? '' Tanya Dewi di sela-sela selesai nya sarapan
'' Iya bunda. Kami menunda dulu, mungkin nanti kami atur kembali setelah semester Ayana selesai. Lagian kerjaan kevin juga masih numpuk banget di kantor. '' Jawab Kevin
'' Ya sudah. Bunda hargai keputusan kalian. '' Jawab Dewi
'' Ya sudah bun, kami berangkat duluan. '' Pamit Kevin dan juga Ayana
'' Iya, bunda juga bentar lagi berangkat. Masih nungguin ayah kamu selesai makan dulu '' Jawab Dewi
Kevin pun mengangguk lalu menyalami da mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
***
Sampai di kantor po*isi Johan pun segera turun dan langsung menunu ruang besuk di mana jam nya yang sudah mepet untuk menjenguk.
Tidak banyak basa basi Johan pun segera memberikan hasil tespeck itu kepada Arga sesaat setelah Arga keluar dan duduk di hadapan nya.
'' Apa ini pi? '' Tanya Arga
'' Apa kamu pernah meniduri gadis itu? '' Tanya Johan
Arga pun membuka alat tespeck itu yang di Bungkus plastik putih. Terlihat di sana ada dua garis merah yang satu jelas dan yang satu masih terlihat buram.
'' Pernah. '' Jawab Arga tidak memungkiri nya.
'' Kapan, dan berapa kali? '' Tanya Johan untuk memastikan
'' Sering. '' Jawab Arga dengan pedenya
Johan pun reflek menutup mulut nya rasanya dia tidak percaya jika putranya memiliki kelakuan sebreng*ek ini. Namun bagaimana pun itu tetap putra nya.
'' Dan Papi harus tau, sebenarnya alat tes ini Arga lah yang memintanya agar Andini mau memeriksakan nya ke dokter. Karna saat Arga melihat raut wajah Andini akhir-akhir ini itu terlihat pucat. Dan Arga pun menyadari nya jika Arga pernah melakukannya. Dan Arga yakin sekali jika ini mutlak asli anak Arga. '' Jawab Arga dengan yakinnya
Johan pun sudah tidak bisa berkata-kata lagi saat mendengar penjelasan Arga yang begitu menohok hatinya. Namun yang namanya kenyataan memang harus di nyatakan meskipun sedikit menyakitkan.
Jam besuk pun sudah selesai salah satu petugas itu pun kembali membawa Arga masuk kedalam. Namun Arga meminta waktu 2 menit untuk mengucap kan kata-kata terakhir kepada papi nya.
'' Arga tau papi kecewa. Tapi apapun yang terjadi itu udah gak bisa di ulang lagi. Arga mohon sama papi tolong jagain Andini dan calon anak Arga sampai masa hukuman Arga selesai. Arga mohon, '' Ucap Arga pada Johan lalu Arga pun kembali masuk
__ADS_1
Johan pun hanya bisa terdiam. Di pikirannya masih begitu banyak pertanyaan yang ingin dia pecahkan. Namun tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataan ini. Johan pun merapikan lagi alat tespeck itu lalu kembali membawa nya.