
Pergulatan panas keduanya berlanjut sampai ketiga kali dan berhenti saat sudah dini hari. Ando unggul dengan skor 2 kali membuat istirnya menjerit keras, dan Olive hanya satu kali menaklukkan Casanova kelas buaya itu.
Otomatis hari ini dan selama seminggu kedepan Olive akan menerima hukuman dari suaminya, tapi karena Ando mengingat ingin ke dokter dirinya memilih untuk menunda sampai waktu yang tidak bisa ditentukan, dan hal itu praktis tidak bisa membuat Olive terima, tapi bukan Casanova Casanudin namanya jika tidak bisa membujuk.
Seperti yang Ando katakan pagi jam 10 mereka datang kerumah sakit.
Ando mengandeng tangan istrinya untuk menemui dokter yang dulu menanganinya.
Entah dapat ide dari mana dulu pria itu sampai melakukannya operasi Vasektomi.
"Selamat pagi Dok." Sapa Ando pada seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Pagi Mas Ando." Dokter sekaligus rekan dari sang ayah membuat Ando juga mengenalnya.
"Dokter saya ingin mengembalikan operasi kecil yang pernah saya lakukan." Ucap Ando tho the poin.
Dokter Rega mengernyit bingung, dan melirik wanita yang duduk disamping pasiennya.
Ando yang mengerti langsung memperkenalkan Olive. "Ah ya, kenalkan ini istri saya." Ucap Ando pada dokter Rega.
"Olive dok." Jawab Olive setelah mengeluarkan tanyanya.
"Jadi Mas Ando ingin mengembalikan operasi Vasektomi yang pernah dilakukan?" Tanya dokter Rega untuk memastikan.
"Iya Dok, karena saya sudah memilki istri dan saya ingin menghamili istri saya."
Cuss
"Auwwss sayang sakit." Pekik Ando karena perutnya di cubit Olive sekuat tenaga.
Olive mendelik menatap suaminya, dengan senyum masam.
Bisa-bisa suaminya itu bicara tanpa difilter membuatnya malu saja.
Dokter Rega hanya tersenyum. "Baiklah jika kamu ingin mengembalikan saya jadwalkan dulu waktunya."
Ando mengagguk saja. "Kira-kira setelah operasi kapan saya bisa berhubungan kembali." Tanya Ando dengan jujur.
Lagi-lagi ucapan Ando membuat Olive malu, meksipun sudah suami istri tapi mendengar kata-kata tabu juga masih membuatnya malu karena belum terbiasa.
"Setelah 2 Minggu kalian bisa berhubungan seperti biasa."
Setelah konsultasi sebentar, kini Ando dan Olive sudah berada didalam mobil.
Ando akan mengantar Olive kekampus yang ingin Istrinya tuju.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam saja sih, lagi sariawan?" tanya Ando dengan menoleh sebentar pada Olive, dan kembali fokus menyetir.
Olive tidak menjawab melainkan hanya melirik saja.
Ando menghela napas, jika sudah diam seribu bahasa dirinya menjadi pusing sendiri.
"Kenapa belok kesini?" Tanya Olive yang bingung saat suaminya membawanya ke Mall yang dilewati.
"Mau shoping, kalau kamu tidak Mau yaudah." Jawab Ando cuek.
Dirinya lebih dulu berjalan keluar meninggalkan Olive, mendapat perlakukan seperti itu tentu saja Olive kesal.
"Kak, kamu ninggalin Aku." Ucap Olive saat langkah kaki keduanya sejajar, bahkan Olive sedikit harus berlari untuk mengejar suaminya itu.
"Aku pikir kamu tidak mau turun karena marah." Cibir Ando dengan merangkul bahu Olive.
"Ish, kamu nyebelin." Olive memukul dada Ando pelan.
Ando tersenyum, istrinya terkadang menyebalkan tapi juga menggemaskan bersamaan.
"Ehhh kok masuk kesini." Olive ingin berhenti tapi Ando lebih dulu menyeretnya untuk masuk.
"Hukuman mu selama 7 hari, jadi selama hukuman aku ingin kamu memakai lingerie yang aku pilihkan."
Hah
"Kak kamu gila!" Pekik Olive tertahan saat sadar jika mereka ditempat umum.
Ando membawa Olive ketoko khusus lingerie ternama, dan Ando ingin menghukum Olive setelah dirinya lewat dari masa pemulihan.
"Baru tahu kalau suamimu ini gila? tergila-gila sama kamu hm." Jawab Ando dengan senyum menyebalkan bagi Olive.
"Mbak bungkus yang ini semua." Ando hanya menunjuk barang yang dimanekin yang menurutnya cocok untuk Olive, semua yang dia ambil berbeda warna dan model.
"Baik tuan, silahkan ke kasir untuk membayar." ucap petugas toko.
Olive hanya bisa terdiam syok melihat suaminya yang mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli pakaian dinas malam itu.
Padahal yang Ami belikan kemari masih ada sisa dari yang Ando robek, padahal itu harganya juga tidak murah.
"Semua total xx juta tuan."
Ando memeberikan kartun yang dia punya, dirinya hanya memegang satu, selebihnya sudah dia berikan untuk Olive.
"Sudah tidak asing usah melamun, ayo kita keluar." Ucap Ando yang kembali menggandeng tangan Olive.
__ADS_1
"Mau makan Dimana?" Tanya Ando yang melihat ada country food ala Jepang.
"Diluar saja aku ingin makan bebek goreng pinggir jalan." Ucap Olive tanpa berpikir, karena yang ada di otaknya saat ditanya makan itulah jawabannya.
"Sayang jam segini mana ada yang buka di pinggir jalan." Ucap Ando dengan heran.
Kini keduanya sampai di samping mobil Ando. Pria itu membukakan pintu untuk Olive, tapi wanitanya masih berdiri diam.
"Emmm apa saja deh kalau gitu." Putus Olive setelah berpikir yang dikatakan suaminya benar juga.
"Sayang apa kamu punya keinginan untuk memiliki sesuatu?" Tanya Ando yang sudah duduk dibalik kursi kemudi, dengan Olive yang duduk disampingnya.
"Keinginan apa?" Tanya Olive bingung.
"Yaa apa saja, seperti Ayana yang memiliki yayasan rumah baca."
Olive berpikir sejenak, sebenarnya dirinya ingin membuat toko atau outlet khusus pakaian, jika butik itu Sepertinya tidak mungkin. Karena selain produk berkelas butik juga butuh kemampuan ahli di bidang desainer. Seperti mertua sahabatnya yang memiliki butik terbesar di kota.
"Tidak ada sih, hanya saja aku ingin membuatkan Mama toko, agar tidak perlu datang kepasar." Tutur Olive yang mengingat Mamanya.
Ando hanya mengaguk saja.
"Kamu yakin ingin kuliah disini?" tanya Ando dengan menatap wajah Olive dari samping.
"Iya kak, karena Ami nanti juga akan kuliah disini setelah melahirkan." Jawab Olive dengan senyum mengembang.
"Yasudah, sebelum kamu Hamil kamu boleh kuliah. Tapi jika sudah hamil kamu harus ambil cuti." Ucap Ando tanpa bisa dibantah.
Sebelumnya mereka memang sudah membicarakan hal ini, dan Olive Menyetujuinya.
Ando lebih dulu keluar, dan setelah itu Olive. Dirinya membantu Olive untuk menemui dekan fakultas yang akan Olive ambil.
Semua berjalan lancar dan sesuai rencana, hingga saat keduanya hendak kembali suara seseorang membuat keduanya berhenti.
"Olive kamu kuliah disini?" Tanya pria yang tersenyum melihat Olive.
Pria itu lupa jika ada pria yang berdiri disamping Olive sedang menatapnya tajam.
"Kak Niko." Jawab Olive tidak percaya jika bertemu Niko di kampus.
Awalnya Niko tidak percaya jika wanita yang dia lihat adalah Olive sahabatnya.
"Wahhh asik dong kalau kami kuliah disini, jadi kita bakalan sering_"
"Mau cari mati kau hah..!" Ucap Ando kesal dengan tatapan tajam ingin menelan Niko hidup-hidup.
__ADS_1
.
Dikopiin biar ngak ngantuk, mau crazy malam iniðŸ˜