Love Is Back

Love Is Back
maaf


__ADS_3

Olive yang menyadari tatapan Ando, menuduk dan baru menyadari jika dirinya belum memakai baju, dan hanya menggunakan tangtop crop saja.


Blep


Olive langsung memutuskan sambungan Vidio call dari Ando.


"Bodoh." Olive memukul kepalanya berulang kali, dirinya lupa jika ada buaya kadal yang pasti kelaparan melihatnya tidak memakai pakaian tertutup.


"Eh, kok mati." Ando kembali melakukan panggilan ulang tapi tak kunjung diangkat oleh Olive, dan membuatnya kesal.


"Angkat Ndut, kamu membuat jeri tengang." Gerutunya kesal karena Olive tak kunjung mengangkat panggilanya.


Sepuluh kali Ando melakukan panggilan hingga membuat Olive diseberang sana kesal.


"Hal_"


"Kenapa matikan!" Pekik Ando saat panggilan sudah terhubung, dan kini Ando semakin kesal karena Olive sudah memakai pakaian.


"Ndut kena_"


"Stop kak! tidak kenapa-kenapa." Jawab Olive ketus, karena ucapan Ando.


Ando menghela napas, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pria itu benar-benar frustasi.

__ADS_1


Olive hanya diam memperhatikan kekakuan Ando yang seperti cacing kepanasan.


"Kak."


"Ndut."


Keduanya saling menatap satu sama lain dari layar ponsel masing-masing.


"Bisakah kita bertemu."


Dan disinilah mereka berada, Ando meminta Olive menunggunya datang kerumah.


"Ada apa?" Tanya Olive sambil merapatkan tangannya memeluk tubuhnya sendiri, saat angin malam menerpa tubuhnya yang sudah memakai switer untuk menghalau rasa dingin, tapi karena sudah malam dan tidak terbiasa Olive merasa kedinginan.


"Tidak ada." Tangan Ando terulur untuk menyelipkan anak rambut Olive kebelakang telinga.


Mata Olive memincing, "Lalu?" Tanya Olive lagi.


Ando mengehela napas, kembali menarik tangannya dan memasukkan kedalam saku celana. "Hanya ingin melihatmu, beberapa hari aku sibuk jadi_"


"Em, yaa aku tau kak Ando orang sibuk." Ucap Olive memotong ucapan Ando. Ada makna tersirat dari ucapan Olive. Tapi Ando tidak mengerti.


"Ya, terimakasih." Ando tersenyum tipis.

__ADS_1


"Untuk apa?" Ucap Olive.


"Mungkin beberapa hari kebelakang aku tidak bisa menemuimu, dan_"


"Tidak apa-apa lagian kita kan bukan siapa-siapa, jadi untuk apa menjelaskan." Potong Olive lagi, seketika membuat Ando terdiam.


Tatapan mata keduanya bertemu, hanya saja tatapan mata Olive memancarkan kesedihan menatap wajah Ando yang berada didepannya. Olive yang tidak sengaja melihat Ando makan disebuah kafe dengan seorang wanita yang Olive tidak kenal, tapi jika dilihat wanita itu selalu perhatian dan menempel pada Ando, dan Ando pun tidak menolaknya itu berarti mereka memiliki hubungan spesial.


"Bukan begitu aku_"


"Sudah lah kak, sudah malam aku mau masuk." Badan Olive berbalik, tapi sedetik kemudian tubuh Olive menegang saat Ando memeluknya dari belakang.


"Maaf, aku mungkin saat ini aku masih nyaman dekat denganmu seperti ini." Ucap Ando sambil mencium kepala Olive dari belakang.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, karena aku_"


"Ssstt," Ando semakin mengeratkan pelukannya, sepetinya dia melakukan kesalahan dan membuat Olive marah, tapi kesalahan apa yang dia perbuat Ando tidak mengerti.


Berpacaran dengan gadis sekolah itu tidak mungkin, karena Ando adalah pria dewasa yang membutuhkan partner untuk mengimbanginya. Meskipun merasakan hal berbeda dengan Olive tapi Ando membuang jauh-jauh perasaan itu, karena dirinya hanya membutuhkan pasangan yang mengerti kekurangan dan kebutuhan untuk menyalurkan sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan pada Olive. Dan Ando yang memiliki jiwa Casanova tinggi tidak ingin melakukan perbuatan yang semakin jauh pada Olive, lebih baik dirinya bersama wanita lain yang bisa melayaninya.


"Maaf."


Entah ucapan maaf untuk apa?

__ADS_1


Apakah dirinya merasa bersalah atau merasa hatinya sudah berlabuh pada gadis Endut diperlukannya ini.


__ADS_2