
"Untuk saat ini cukup Lai, kalau kamu gempur pasti besok kamu akan ternistakan tidak dapat jatah." Ucap Ando sambil mengusap belaiannya yang sudah mengerut seperti terong rebus.
Tangan satunya memeluk tubuh polos Olive yang sudah terlelap, wanitanya langsung tertidur saat kegiatan panas selesai.
"Ternyata begini kalau punya istri." ucap Ando sambil mengecup kening Olive. "Kenapa ngak dari dulu kawin, kalau enak begini rasanya." Lanjutnya lagi sambil mesam mesem. "Ehh tapi kan kalau kawin udah dari dulu aku lakuin. Ck kau itu memang pantas disebut Casanova." Setelah bicara tidak jelas sendiri, Ando memilih untuk menyusul istrinya kedalam mimpi, berharap dimimpi pun dirinya akan melakukan ***-***.
Pagi-pagi bunyi alarm diatas nakas berbunyi, Olive yang merasa telinganya terganggu lebih dulu membuka mata.
Saat matanya terbuka pemandangan pertama yang dia lihat adalah dada bidang suaminya yang terekpos.
Melihat itu Olive jadi mengingat kegiatan mereka tadi malam, dan tiba-tiba saja wajahnya terasa panas. "Ternyata malam pertama pengantin seperti ini rasanya." Ucapnya begitu pelan.
Meskipun keduanya sudah melakukan hal yang terbilang jauh dan berbau dewasa, tapi Olive masih bersyukur setidaknya dirinya memeberikan barang berharga miliknya setelah mereka menikah. Dan keberuntungan itu jatuh pada Ando pria yang dia cintai.
Jemari Olive mengusap rahang Ando yang masih terlelap, ada getaran aneh yang tiba-tiba menyeruak dalam dirinya.
Jika saja pria yang tidur sambil memeluknya tidak datang saat pernikahannya dengan Bisma berlangsung mungkin saja dirinya sudah tidak bisa melihat matahari terbit.
"Kak." Bisik Olive dengan suara serak, dirinya ingin bangun tapi lengan Ando begitu erat memeluknya membuatnya kesusahan.
"Ahh sshh." Olive yang mencoba mengerakkan kakinya untuk menyingkirkan tangan suaminya tiba-tiba area Intinya terasa perih.
Mendengar suara rintihan membuat kedua mata Ando terbuka.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" Ando menatap Olive khawatir dan panik.
"Kenapa? apa yang sakit?" tanya Ando lagi untuk memastikan karena melihat wajah Olive yang meringis.
"Apem ku sakit kak."
Ando membulatkan kedua matanya. "Apem? apem apa?" Ando terdiam sejenak sebelum akhirnya dia mendelik dengan tajam.
"Kenapa bisa sakit? kamu apakan?" Tanya Ando dengan wajah penasaran.
Mendengar ucapan suaminya membuat wajah Olive yang meringis berganti dengan keterkejutan.
"Kamu nanya aku kenapa? Iya kamu nanya?" Ucap Olive dengan bernada dan tatapan kesal juga Ia layangkan.
Melihat wajah kesal Istrinya membuat Ando menelan ludah kasar.
"Cuma apa? hah cuma?"
Bugh
Olive memukul tubuh Ando dengan bantal yang dia ambil dibelakang.
"Duh sayang, pagi-pagi jangan ngajak ribut." Ucap Ando yang menutupi wajahnya agar tidak terkena timpukan bantal Olive.
__ADS_1
"Kamu nwgeselin kak, kamu nyebelin." Pekik Olive dengan suara bergetar.
Menyadari suara istrinya yang menahan tangis membuat Ando menghentikan aksi Olive yang masih memukulinya.
"Heh, Ndut kenapa malah nangis."
"Aku nggak gendut sendal jepit.!" Pekik Olive yang malah menangis kencang.
Ando yang serba salah langsung menangkup kedua sisi pipi Olive, dan mencium bibir Olive yang masih terisak langsung diam.
Ando melumatt dan menyesap bibir Olive secara bergantian dengan lembut, membuat Olive diam dan membalas pangutan bibirnya.
Hingga pangutan itu terlepas dalam durasi cukup lama.
Ando menatap wajah Olive yang masam. "Iya deh aku yang salah, sorry sayang aku hanya bercanda." Ucap Ando dengan senyum melihat wajah istri cantiknya yang masam.
Tangan Olive yang semula mencekram selimut untuk menutupi dadanya, kini tangan itu naik untuk menyentuh kedua tangan Ando, hingga membuat selimut itu melorot ke bawah.
Glek
Ando yang melihat dia benda bulat dan kenyal dengan tato abstrak yang dia buat menelan ludahnya kasar.
"Sayang sepertinya aku menginginkan susu."
__ADS_1
.
kembang kopi jangan lupa Bestie 💋